Musik & Film

Luncurkan Single, Al Jawaher Gandeng Dewi Yull

Published

on


Grup Nasyid Al Jawaher dari negeri Jiran Singapura, bersama Dewi Yull.

Jakarta, Sentana

Al Jawaher grup Nasyid dari negeri jiran Singapura yang digawangi 9 personel, kembali meluncurkan single yang berjudul Ya Tuhan dan Hanya Tuhan.

Grup nasyid yang didirikan tahun 1980 di negeri jiran, terus berkiprah dengan membawakan lagu-lagu yang bernafaskan Islam. Al Jawaher yang artinya Permata kini di gawangi 7 personal, yakni Normala Mohd, hajar Mohamad, Norhaiyati Yusop, Layifah Johari, Jumuyah Kasbari, Habibah Othman dan Siti Rusminah Jaafar.

Menurut Husin Saaban, selaku produser Jamiyah di era tahun 1990, album-album Al Jawher sangat booming di negri Jiran Singapur. “Lagu seperti Ku Pohon Restu Ayah dan Bunda, Kembara Ditanah Gerang, Yang Merah Itu saga Adam dan Hawa sempat hits di era tahun 1990,” ujar Husin kepada wartawan, di Jakarta Jumat (22/11/2019) malam.

Di pengunjung tahun 2019, kembali grup nasyid ini melincurkan single, dengan menggandeng penyanyi senior Dewi Yull. “Dalam penggarapan single ini kami bekerjasama dengan Moliano Rasmadi, seorang leader dari sebuah grup band di Singapura. Dan Moliano Rasmadi menghubungi sahabatnya seorang composer Indonesia, Chossy Pratama. Atas rekomendasi Chossy, maka kami tetapkan Dewi Yull yang akan berkolaborasi dengan Al Jawaher,” terangnya.

Menyoal promosi Husin menyatakan, disesuaikan dengan eranya, yaitu digital, makanya pihak Jamiyah akan melakukan promosi melalui kekuatan digital serta radio-radio. “Sedangkan Video klipnya sudah selesai di garap. kita tau selain lagunya, video klip sangat mengambil peranan penting di era digital saat ini dan kita kuatkan di situ,” ujarnya.

Sementara Dewi Yull menyatakan, bahwa dirinya sangatlah tersanjung mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Al Jawaher grup nasyid, yang terkenal di negri Jiran ini. Dan dirinya mengharap dukungan masyarakat Indonesia mengingat single Ya Tuhan dan Hanya Tuhan, mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

“Ini sebuah karya hasil kolaborasi antara Indonesia dengan Singapura, di mana sebuah karya lintas bangsa dan lintas negara, dan lagu ini sangat religus sekali mengajak masyarak untuk cinta akan sang maha pencipta, sukses atau tidak hanya Alloh lah yang tau, jadikan lagu ini sebagai syar menuju kebaikan,” tegas Dewi

Nurhayati Yusop, personel Al Jawaher menambahkan, saat ini sebuah kolaborasi dengan genre religi, para senior atau legend Singapura dan Indonesia. “Ke depan, kita akan kolaborasikan yang muda dengan genre yang beragam, karena lagu religi tidak harus selalu mendayu, bahkan kita sedang memikirkan genre Rapp,” katanya.

Editor: Pangihutan S

Click to comment

Trending

Exit mobile version