Olahraga
Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia Dideklarasi
Jakarta, HarianSentana.com – Deklator Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia, Ishak Tan menyebutkan, bahwa pembentukan komunitas tersebut berawal dari rasa keprihatinan, keterpanggilan sekaligus tanggungjawab dan partisipasi untuk membantu mendorong percepatan pembangunan persepakbolaan Indonesia.
“Kami yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan keilmuan, atas berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa mendeklarasikan pembentukan Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia,” ujar Ishak Tan di Jakarta, Senin (3/2/2020).
Menurut Ishak, tercetusnya ide untuk mendirikan Komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia yang disponsori PT Antam Tbk ini didasari oleh dua hal. “Pertama sebagai masyarakat sepak bola, kami miris melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia. Padahal pada tahun 80-an dan 90-an timnas kita pernah berjaya. Yang kedua, kepedulin Presiden Jokowi terhadap sepak bola dengan mengeluarkan Inpres No 3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional harus kita respon,” paparnya.
Dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan 14 pihak, yakni 11 Kementerian, 2 Pimpinan Lembaga serta Gubernur dan Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.
“Bentuk dari peningkatan prestasi persepakbolaan tersebut, diantaranya: pengembangan bakat, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola serta mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional,” tukasnya.
Ia menegaskan, komunitas Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Indonesia ini akan fokus bekerja untuk pengembangan inovasi, kreasi dan kolaborasi berbasis independensi, transparansi dan akuntabilitas untuk percepatan pembangunan dan kemajuan persepakbolaan Indonesia.
“Capaian-capaian komunitas ini akan didedikasikan guna mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya bagi upaya percepatan pembangunan dan kemajuan prestasi persepakbolaan Indonesia,” tukasnya.
Lebih jauh Ishak menambahkan program jangka pendek yang sudah dirancang adalah dengan melakukan tur ke 10 Provinsi terutama daerah- daerah yang punya potensi pemain seperti Maluku, Papua, Sulsel, Kaltim, Bali, Sumut, Sumsel, Jabar, DKI dan Jatim.
Kegiatan itu juga akan diisi dialog dengan masyarakat sepakbola setempat, Coaching Clinic yang akan menjadi bagian paling penting dalam tur tersebut serta pertandingan eksebisi antara mantan para pemain timnas dengan para pemainn All Star setempat.
Sedangkan program jangka panjangnya adalah membangun dan mengembangkan “Center of Excellence sepakbola Indonesia”. “Kami juga punya visi, misi dan program jangka pendek serta jangka panjang,” tambahnya.
Ishak juga menegaskan bahwa komunitas ini tidak berafiliasi ke manapun termasuk partai politik. “Kami independen tidak berafiliasi kemanapun,” ucapnya.
Sementara pelatih sepak bola sekaligus mantan kapten timnas Indonesia Herry Kriswanto mengaku, sangat prihatin dengan sepak bola Indonesia yang sejak 1991 belum mendapatkan emas di SEA Games.
Sementara Rully Nere mengatakan, dengan adanya Inpres No 3 Tahun 2019 ada sekitar 11 kementerian yang terlibat. “Ini menjadi harapan semua. Apalagi pembinaan sangat penting dalam mencetak sepak bola Indonesia. Tanpa kompetisi pemain usia muda kita tidak akan berprestasi,” kata bintang sepak bola era 80-an ini.(sl)