Ekonomi
Kementan Minta Petani Sukabumi Perkuat Potensi PAT Padi Gogo
SUKABUMI, HARIANSENTANA.COM — Penanggungjawab Perluasan Areal Tanam (PJ PAT) Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati mendorong para petani untuk memperkuat pertanaman padi gogo sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional.
Menurut Leli, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang sangat besar dalam mewujudkan Indonesia swasembada terutama karena daerah tersebut menjadi daerah ketiga terbesar target PAT di Provinsi Jawa Barat.
“Sukabumi memiliki potensi sawah tadah hujan dan pertanaman padi gogo yang sangat luar biasa. Potensi tersebut bahkan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap produksi beras nasional jika disertai usaha yang maksimal,” ujar Leli Nuryati yang juga sekaligus Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementan dalam acara Evaluasi Program PAT Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Tegal Buleud, Kamis, 5 September 2024.
Sejauh ini, kata Leli, ada tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki PAT terluas. Ketiganya adalah Kecamatan Ciemas, Kecamatan Tegal Buleud dan Kecamatan Surade. Sebagai contoh, di Tegal Buleud potensi lahan padi gogonya mencapai 2000 hektare yang berada di lokasi lahan milik PTPN dan Perhutani.
“Penanaman padi gogo akan langsung dilaksanakan jika hujan mulai turun yaitu sekitar bulan September dan Oktober. Dan jika pertanaman padi gogo bisa terealisasi 100 persen, maka sudah pasti akan mendongkrak produksi beras di wilayah Sukabumi dan membantu daerah-daerah lain yang membutuhkan pangan,” katanya.
Di lokasi yang sama, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat meminta para petani Sukabumi untuk segera mempercepat produksi sebagai respon cepat terhadap darurat pangan. Dia mengatakan jika nantinya terdapat kendala maka pemerintah siap membuka layanan pengaduan pada setiap harinya.
“Saya hadir di Sukabumi untuk mengidentifikasi masalah yang ada di daerah yang realisasinya masih kurang. Jika ada masalah kita carikan solusi terbaik agar petani mendapatkan manfaat yang nyata dari program PAT,” katanya.
Nandang menambahkan bahwa permasalahan sumber air yang kering dapat diatasi dengan pembuatan sumur air dengan kedalaman lebih dari 60 meter. Namun pembuatan sumur perlu pemetaan lebih dulu terkait apakah lapisan tanah dan calon sumber airnya cukup dan memadai.
“Kelompok tani juga dapat mengajukan 2 proposal, untuk pompa baik pompa portable maupun irpom, juga pipanisasi agar jangkauan pengairan semakin luas,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah terus menggenjot percepatan produksi melalui program perluasan areal tanam PAT dan pompanisasi sebagai solusi cepat meningkatkan indeks pertanaman dari yang hanya satu kali menjadi dua bahkan tiga kali dalam setahun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam memperluas areal tanam (PAT) disaat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia. Lewat program tersebut, Amran yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.
“Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia,” jelasnya.