Nasional

Kata John Palinggi Soal 10 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

kata john palinggi soal 10 tokoh jadi pahlawan nasional

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PRESIDEN RI, Prabowo Subianto akhirnya menetapkan 10 dari 40 tokoh jadi Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Terdapat pro dan kontra di masyarakat atas sejumlah tokoh dalam penetapan itu diantaranya; Presiden kedua RI Soeharto dan Sarwo Edie (mertua Presiden ke-6 SBY).

Menanggapi hal itu, pengamat Sosial Kemasyarakatan dan politik. Dr, John N Palinggi, MM, M.BA mengatakan, adalah hal yang wajar ada pro-kontra, namun jangan sampai hal tersebut menjadi gejolak yang dapat memperlemah keamanan, persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sudahlah, kita lelah bertikai. kita lelah saling Ungkit-ungkit ‘Sampah’. Apa sih yang tidak pro kontra di negara ini? apapun yang terjadi selalu merasa tidak puas,” kata pengusaha nasional, Ketua ARDIN (Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia) ini di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Menurut Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia ini. kepentingan bangsa dan negara harus diletakan di atas kepentingan pribadi, golongan, politik dan apapun agar kita aman, damai, rukun dan bersatu membangun bangsa.

“Jangan lihat kekurangannya, kita bisa hidup sekarang ini juga berkat jasa-jasa beliau (para tokoh). saya rasa tidak ada Presiden di negeri ini yang tidak memiliki kekurangan,” terang John Palinggi.

“Kita tidak akan mampu membangun bangsa ini jika berpikiran kecil, selalu melihat keburukan. fokus ke masalah kecil abai masalah besar,” tambahnya.

John Palinggi yakin. apa yang sudah ditetapkan Presiden Prabowo sudah memenuhi proses seleksi yang ada dan dipertimbangkan secara matang.

“Saya berimakasih kepada Presiden Prabowo yang sudah menetapkan kesepuluh tokoh itu menjadi pahlawan nasional dari berbagai daerah. Rasa salut dan bangga saya kepada presiden karena mampu menghargai jasa pendahulunya,” ungkapnya.

Namun, lanjut John Palinggi, dirinya miris melihat fakta banyak orang yang tidak dalam kategori pahlawan atau pejuang dimakamkan di Taman Makam Pehlawan Kalibata.

“Saya mengimbau pemerintah untuk membuat tempat pemakaman terpisah di Kalibata bagi Orang-orang sipil yang tidak masuk kategori pahlawan namun dianggap sebagai tokoh nasional,” imbau John mengusulkan.

Selain itu, John Palinggi juga meminta pemetintah untuk memperhatikan keluarga pejuang atau pahlawan yang ditinggalkan.

“Saya bisa pakai jas dan hidup nyaman sekarang ini juga berkat pengorbanan nyawa mereka,” ucapnya lirih.

Click to comment

Trending

Exit mobile version