Polhukam
Jakarta Utara Perkuat Perang Melawan Narkoba, Keluarga dan Pemuda Jadi Garda Terdepan
Jakarta, Hariansentana.com.– Wali Kota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak dapat dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan generasi muda.
Hal ini disampaikan saat menggelar sosialisasi bertema Peningkatan Pencegahan, Peredaran, Penanggulangan, dan Penyalahgunaan Narkoba sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang. Senin (29/09/2026).
Menurutnya, masyarakat dan pemuda harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus agen perubahan yang dapat mengedukasi lingkungan sekitarnya dan mengajak generasi muda menjauhi narkoba.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba. Jika narkoba merusak satu generasi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan individu, melainkan masa depan bangsa,” ujarnya.
Hendra menambahkan, kepedulian sosial, keberanian untuk melapor, serta ketahanan keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Jakarta Utara Kombes Pol. Irwan Andy Purnamawan, S.I.K., M.H. menyoroti munculnya ancaman baru berupa peredaran narkotika jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang kini disamarkan dalam bentuk liquid vape.
Pasalnya, modus tersebut menjadi tantangan baru karena secara fisik sulit dibedakan dengan cairan vape biasa dan banyak menyasar kalangan remaja serta anak muda. Menanggapi hal tersebut, pihaknya telah menjalin kerja sama intensif dengan Bea Cukai untuk memperketat pengawasan terhadap jalur masuk narkotika, baik melalui pelabuhan besar maupun pelabuhan kecil.
“Pengawasan dilakukan secara masif bersama Bea Cukai guna mencegah masuknya narkoba gaya baru, termasuk yang dikemas dalam bentuk liquid vape maupun produk sejenis lainnya,” kata Irwan saat sesi tanya jawab.
Irwan juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari ancaman narkoba. Menurutnya, kehadiran orang tua, khususnya sosok ayah, memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional, pengawasan, serta pembentukan karakter anak agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
“Peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pelindung, pendidik, dan teladan bagi anak-anaknya. Kehadiran ayah di tengah keluarga dapat menjadi benteng kuat agar anak tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang merusak masa depannya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Mohammad Hikari Ersada mengungkapkan bahwa Jakarta masih menghadapi kondisi darurat narkoba berdasarkan berbagai data yang dimiliki pemerintah.
Ia menyebut sejumlah wilayah yang masuk kategori zona merah peredaran narkoba, di antaranya Muara Bahari di Jakarta Utara, Kampung Ambon di kawasan Kedaung Kali Angke, serta Kampung Boncos di Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat.
Hikari menjelaskan bahwa sindikat narkoba kerap memanfaatkan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat untuk mempertahankan bisnis haram mereka. Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang sering dieksploitasi bandar narkoba, yakni munculnya sikap permisif masyarakat yang memilih bungkam, enggan melapor, bahkan melindungi jaringan peredaran, serta kerentanan ekonomi yang membuat sebagian warga memiliki pilihan hidup yang terbatas.
Ia mencontohkan bagaimana gembong narkoba Pablo Escobar membangun rumah bagi masyarakat sekitar demi memperoleh dukungan dan perlindungan terhadap aktivitas ilegal yang dijalankannya. “Ketika masyarakat mulai bergantung secara ekonomi kepada jaringan tersebut, maka perlahan terbentuk loyalitas yang membuat sindikat semakin sulit diberantas,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif guna melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang terus berkembang mengikuti zaman.
Sementara itu Tri Krisna Mukti (20th) RW.Gen.Z.ketua RW.02.Kelurahan Pademangan Barat.menggatakan,”Kami sebagai Generasi muda sangat Bangga
Mengaspresiasi kolaborasi antar Pemkot dengan BNN dalam penindakan terhadap bahaya Narkoba.” Tegasnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kesbangpol Jakarta Utara Muhammad M. Reza Pahlevi, Kepala BNN Kota Jakarta Utara Kombes Pol. Irwan Andy Purnamawan serta Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Mohammad Hikari Ersada serta Persatuan Wartawan Indonesia, Karang Taruna dan elemen masyarakat.(Sutarno)