Bodetabek

Indocement Gelar Road Show Kampung Binaan Bersama Wartawan

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Manajemen Indocement mengajak sejumlah wartawan road show atau kunjungan ke sejumlah kampung binaan dari dana CSR. Di antaranya pembuatan miniatur pesawat, pengelolaan limbah, dan taman Serangga, Kamis (26/12/2024).

Adapun lokasi yang dikunjungi kedua yaitu Taman Serangga Quarry D, yaitu sebagai icon budidaya jangkrik dilahan pasca tambang Quarry D, central rumah serangga (jangkrik, lebah, capung, kupu-kupu, dan lain-lain), mendukung program kehati.

Selain itu ada juga, program Roemah Jangkrik dan Taman Serangga oleh kelompok tani sauyunan, yaitu:

• Berlokasi dalam IUP Batu gamping untuk semen yang berbatasan langsung dengan Desa Lulut dan Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kecamatan Citeureup, yang termasuk Area Konservasi Keanekaragaman Hayati.

• Melibatkan Kelompok Tani “Sauyunan” yang beranggotakan masyarakat dari Desa Lulut dan Desa Leuwikaret.

• Menjadi lokasi penyebaran wawasan lingkungan bagi masyarakat umum, seperti tamu kunjungan, para pemangku kepentingan dan mahasiswa serta kalangan akademisi.

• Inovasi dari program ini adalah mengelola lahan di dalam tambang, tidak hanya dengan revegetasi namun juga mengembangkan budidaya yang memiliki manfaat ekonomi (pendapatan masyarakat) dan ekologi (keanekaragaman hayati).

Deskripsi Program, Yaitu:
Tahun 2009-2016: Pada tahun 2009, lokasi Tegal Panjang yang termasuk dalam IUP Batugamping PT Indocement Citeureup digarap sebagai lahan budidaya untuk hutan jati serta penanaman pohon spesies lainnya, yang melibatkan Kelompok Tani Sauyunan.

Tahun 2017-2021: Dikembangkan untuk budidaya philodendron mempertimbangkan adanya permintaan di pasar sebagai bahan baku dekorasi pesta.

Tahun 2022: Pada tahun 2022, dibangun Roemah Jangkrik untuk menambah kapasitas Kelompok Tani Sauyunan di bidang budidaya jangkrik yang diperlukan sebagai pakan hewan insektivora, contohnya burung.

Tahun 2023: Pada tahun 2023, dibangun taman Serangga sebagai upaya mendukung peningkatan keanekaragaman hayati, khususnya spesies insekta terbang seperti capung dan kupu-kupu.

Tahun 2024: Pada tahun 2024, dibangun hutan vegetasi serangga sebagai sumber pakan serangga agar dapat mengundang lebih banyak spesies serangga hadir di taman serangga serta untuk mendukung budidaya lebah tanpa sengat di Rumah Lebah.

Maka dari itu, diperlukan
peningkatan kapasitas keterampilan dan keahlian Kelompok Tani Sauyunan agar terus berkembang.
• Program Philodendron mengalami tidak dapat berlanjut akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dari Pemerintah Republik Indonesia selama pandemi Covid-19 yang menurunkan permintaan pasar.
• Diperlukan program yang mendukung peningkatan keanekaragaman hayati.

Keberlanjutan Program:
• Hutan Vegetasi Serangga dan Budidaya Lebah Tanpa Sengat.
• Panen madu dari lebah tanpa sengat yang telah terkelola sebanyak 60 stup koloni akan dikembangkan hingga tercapai 100 stup.
• Estimasi harga jual madu sebesar Rp500.000 per kg.
• Penanaman spesies kaliandra sebagai sumber nektar bagi serangga sekaligus dapat dimanfaatkan daunnya untuk pakan ternak seperti sapi, kambing dan domba, serta untuk penyerapan CO2.

Selain itu, ada juga Industri Kecil Menengah (IKM) Sang Alam Art, yang terletak di Kampung Bantar Kopo no.90 RT10/04 Desa Bantarjati Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Produk Sang Alam Art:
Kelompok Sang Alam berada di Desa Bantarjati Kabupaten Bogor. Saat ini Sang Alam
sudah memperkerjakan 9 orang yang berasal dari lingkungan sekitar.
Sang Alam juga bekerja sama dengan eksportir untuk pemasaran miniatur pesawat
dan tepung kayu.

Miniatur Pesawat Terbang: Miniatur pesawat terbang ini merupakan produk ekspor yang sudah bekerja sama dengan salah satu eksportir di wilayah bogor. Bahan baku yang dipakai
dari paralon bekas.

Aquascape: Pemanfaatan paralon bekas dan bata hebel yang di bentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan mini aquarium yang mempunyai nilai jual.

Pemanfaatan Limbah Kayu: Produk – produk limbah kayu yang dihasilkan yaitu wood pelet, tepung kayu (ekspor), serbuk hewan peliharaan (hamster). Limbah kayu berupa hasil serutan papan nama
ibadah salah satu vihara.

Peningkatan Infrastruktur dan Teknologi Inovasi dalam proses produksi dalam pembuatan tepung kayu dengan menggunakan teknologi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Penataan dan perbaikan workshop sebagai tempat bekerja yang lebih layak akan meningkatkan produktivitas.

Peningkatan Produksi dan Kualitas Produk: Pemanfaatan paralon bekas dalam membuat miniatur pesawat memberikan efektifitas waktu, biaya produksi dan tingkat presisi ukuran pesawat.

Sebelumnya bahan baku untuk pembuatan miniatur pesawat ini menggunakan hampir 100% resin yang mana harga pengadaan resin ini cukup mahal dan pengerjaan memerlukan waktu yang cukup lama. Penggunaan paralon bekas tersebut dapat meningkatkan kualitasi produk yang dihasilkan.

Pengembangan teknologi dengan menciptakan mesin penepung kayu untuk menghasilkan tepung kayu yang sesuai dengan permintaan pasar (ekspor). Tepung kayu ini merupakan turunan produk dari usaha kerajinan tangan kayu Sang Alam Art. Saat ini, mesin penepung kayu dalam proses mendapatkan Hak Paten dari Ditjen HKI.

Peningkatan kualitas dan inovasi proses produksi:
IKM Sang Alam memiliki usaha jasa penyerutan kayu untuk ibadah yang bekerjasama sebagai bentuk inovasi dalam memanfaatkan limbah dengan menghasilkan limbah serutan kayu untuk dimanfaatkan dan dijual sebagai alas/lantai untuk hewan pengerat seperti marmut, hamster dll.

Pemanfaatan paralon bekas dan pecahan bata hebel untuk dijadikan disain Aquascape.

IKM Sang Alam tidak hanya memiliki NIB, namun telah memiliki legalitas yang berbadan hukum berupa PT Perorangan (skala IKM) yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Akses Pasar: Miniatur pesawat sudah bekerjasama dengan salah satu eksportir yang berada di wilayah Cibinong Kab. Bogor. Produk – produk lainnya di pasarkan secara offline secara rutin memberikan order.

Selain itu, IKM Sang Alam juga diikutkan dalam berbagai event
pameran di wilayah Bogor dan Jakarta.

Peningkatan Akses Keuangan: Pendampingan yang rutin dalam hal ini memahami manajemen keuangan sehingga nantinya IKM Sang Alam ini sudah mengerti dan bisa membuat laporan keuangan, perpajakan….(Tab / Ded)

Click to comment

Trending

Exit mobile version