Ibukota
HPSN 2026, Wali Kota Jakarta Utara Resmikan Gedung Recycle Business Unit Sudin LH
Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian Gedung Recycle Business Unit (RBU) Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Utara.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara berkelanjutan. Timbunan sampah di Jakarta Utara mencapai sekitar 1.300 ton per hari, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kontribusi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat sebagai penghasil sampah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata pengelolaan sampah. Diperlukan langkah yang masif dan terintegrasi dari hulu, tengah hingga hilir, dengan menitikberatkan pada sistem pengelolaan sampah terpadu,” tegasnya saat bertindak sebagai pembina apel Peringatan HPSN Tahun 2026 dan penguatan edukasi pengolahan sampah 26 di Halaman Kantor Sudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, masyarakat perlu terus didorong untuk melakukan pemilahan sampah melalui sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Program Gerakan Bersih Sampah yang dicanangkan pemerintah menjadi tindak lanjut arahan Presiden untuk membudayakan aksi bersih lingkungan secara masif di seluruh lapisan masyarakat.
Momentum HPSN 2026 ini juga ditandai dengan peresmian Gedung Recycle Business Unit Sudin LH Jakarta Utara. Gedung tersebut difungsikan sebagai sarana edukasi dan inovasi pengolahan sampah bagi warga, sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dalam menerapkan paradigma baru pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Diharapkan masyarakat dan sekolah-sekolah di Jakarta Utara dapat berkunjung untuk meninjau langsung proses pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Hendra Hidayat.
Dengan diresmikannya Gedung Recycle Business Unit, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara optimistis edukasi, komunikasi, dan inovasi pengelolaan sampah akan semakin masif. Langkah ini diharapkan memperkuat budaya pilah sampah sekaligus mendorong terwujudnya Jakarta Utara yang bersih, berdaya, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Sudin Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menjelaskan bahwa Jakarta Utara telah ditunjuk sebagai lokasi percontohan road map pengelolaan sampah oleh Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2025.
Sebagai tindak lanjut, berbagai langkah strategis dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor diantaranya, pengelolaan sampah di hulu dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Sampah Lingkup RW (Kupilah) sebagai implementasi Pergub Nomor 77 Tahun 2020 yang telah berjalan di 460 RW. Selain itu, penguatan ekonomi sirkular melalui 579 Bank Sampah (Pergub Nomor 33 Tahun 2021), pengendalian sampah plastik sekali pakai di 538 retail (Pergub Nomor 142 Tahun 2019), serta pengelolaan sampah perusahaan termasuk sektor HOREKA di 976 perusahaan (Pergub Nomor 102 Tahun 2021) turut dioptimalkan.
Pengolahan sampah organik melalui kompos, maggot, dan metode lainnya juga telah diterapkan di 169 lokasi sebagai implementasi Pergub Nomor 534 Tahun 2022. Di tingkat tengah, pengelolaan dilakukan melalui TPS dan TPS 3R, sedangkan di hilir melalui UPST Bantargebang dan fasilitas RDF Rorotan.
Upaya pengurangan sampah juga diperkuat dengan pemberdayaan masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya pendistribusian 1.468 unit drop point sampah organik di RW pada kelurahan percontohan di enam kecamatan, pelibatan kader PKK dalam Gerakan Pilah Sampah, anggota Pramuka Saka Kalpataru, serta sekolah-sekolah di Jakarta Utara.total 228.737 rumah di Jakarta Utara, sebanyak 23.691 rumah atau 10,36 persen telah melakukan pemilahan sampah, mendekati target 11 persen pada Tahun 2025. “Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan pelibatan berbagai pihak mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya,” pungkasnya.(Sutarno)