Ibukota

Gondoruwo hingga Tuyul Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H, di RW 02 Pademangan Barat Jakut

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com.,- Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 18/19 Februari 2026 ini, warga RW 02 Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, kota administrasi Jakarta Utara, menggelar pawai obor pada Senin (16/2/2026) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan guyub, serta dihadiri oleh Brigadir pol Iron Babinkantibmas, Satpol PP, LMK, Ketua RT/RW, PKK, Dawis, Jumantik, Limas, Majelis Taklim dan ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa Jama’ah pengajian dari Mushallah Al-Jasanah Masjid Alhayatul Jadidah dan Warga turun ke jalan membawa obor sambil berkeliling wilayah permukiman.

Tak hanya itu, suasana semakin semarak karena sejumlah peserta mengenakan kostum unik seperti tuyul, pocong, hingga kuntilanak yang merupakan inisiatif Remaja Masjid/Mussalah dan pemuda karang taruna setempat.

Pateng ketua Karang taruna unit RW.02 bersama Imam Seketaris masjid Alhayatul Jadidah Menjelaskan rute yang akan di lalui pawai obor Star di mulai di Lapangan Futsal mini Jalan Hidup baru V terus ke Jalan Hidup baru IV rw 04-05 Jalan Budi Mulia 06-03 dan Finishnya di kantor RW.02.” Kami mengucapkan terima kasih pada Waroeng Bang Anto dan Donatur yang tidak bisa saya sebutkan sehingga terselanggaranya acara Pawai obor.’Katanya.

Ketua RW 02 kelurahan Pademangan Barat, Tri Krisna Mukti mengatakan, pawai obor ini digelar sebagai bentuk kebersamaan warga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.1447 H

“Pada malam hari ini kita melaksanakan kegiatan pawai obor dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H,” kata Krisna.

“Ini bentuk kebersamaan warga, di mana kita berkeliling wilayah untuk memeriahkan dan menyambut Ramadan dengan penuh suka cita,” ujar Krisna.

Krisna yang sempat viral sebagai Ketua RW Gen Z di Jakarta karena usianya yang masih 20 tahun itu menyebut, meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, antusiasme warga sangat tinggi.

Ia memperkirakan jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai 200 hingga 300 orang.

Menurutnya, kehadiran kostum-kostum seperti pocong, kuntilanak, Gondoruwo, pampir dan tuyul sengaja dihadirkan untuk menambah kemeriahan sekaligus menarik perhatian warga agar suasana semakin hidup.(Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version