Ekonomi
Energy Watch Sebut Angka Oktan Pertalite Juga Capai 90,7
Jakarta, HarianSentana.com – Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan menegaskan, bahwa hasil uji sampel bensin pada SPBU harus sesuai standar dan mutu dari 19 parameter uji termasuk angka oktan atau RON. Dan dari hasil uji Pertalite ada juga yang angka oktannya 90,7 yang diambil langsung di beberapa SPBU.
Hal ini disampaikan Mamit menanggapi isu yang sempat beredar di media sosial twitter bahwa hasil pengujian BBM Pertalite dan Revvo pada beberapa parameter uji, diantaranya disebutkan angka oktan Pertalite 90,3 dan Revvo 90,7.
“Tak ada yang salah dengan hal itu, karena nilai oktan Pertalite sebesar RON 90,3 masih lebih tinggi dari standar dan mutu yang ditetapkan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486 tahun 2017 dimana minimal RON di situ adalah 90,” kata Mamit dalam pesan tertulisnya yang diterima, Sabtu (05/11/2022).
“Jika dibandingkan dengan Revvo89 yang nilai oktannya 90,7, itu diuji pada satu sampel BBM, demikian juga dengan Pertalite,” sambungnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, bahwa pada awal Oktober 2022 lalu, SPBU Pertamina pernah diambil sampel Pertalite-nya tepatnya di SPBU Taman Mini dan hasil pengujian nilai oktannya juga 90,7. Ini bisa dilihat pada konferensi pers Dirjen Migas awal Oktober 2022 (https://youtu.be/qO4HQfs8FkM
Menurutnya, jika dibandingkan dengan Revvo89 yang harganya Rp 12.600 per liter, harga Pertalite yang Rp 10.000 per liter tentu lebih murah di mata konsumen.
“Di medsos twitter yang bererdar itu, hasil nilai kalor Pertalite lebih tinggi dibanding Revvo. Menurut saya selama semua parameter uji masih sesuai standar dan mutu Kepdirjen migas, maka hal itu sah-sah saja,” pungkasnya.(s)