Ekonomi

Energy Watch: Pemanfaatan FABA Harus Dimaksimalkan

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, bahwa limbah abu batubara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) harus dimaksimalkan pemanfaatannya, jika tidak akan menimbulkan masalah.

“Yang pasti kalau kita lihat FABA memberi banyak manfaat. Kalau tidak bisa dioptimalkan pemanfaatannya, akan jadi masalah. FABA walaupun non B3 tetap Limbah. Jadi harus tetap dioptimalkan pemanfaatannya,” katanya di acara Webinar Ruang Energi bertajuk Pemanfaatan FABA untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar secara virtual, Kamis (07/4/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, perlu sosialisasi yang luas agar FABA bisa diterima luas. Agar semakin banyak yang menggunakan FABA untuk produknya.

“Perlu ada industri daur ulang. Karena ini sudah tidak menjadi B3 jadi harus dioptimalkan,” jelasnya.

Pengelolaan FABA, lanjut Mamit jangan sampai lengah. Pengawasan terhadap limbah FABA juga harus tetap optimal. Jangan mentang-mentang sudah tidak menjadi B3, pengawasan kendor.

“Ini pentingsupaya tidak menjadi masalah ke depannya. Fungsi pengawasan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi II Indonesia Power Bambang Anggono mengatakan,  pihak mengoptimalkan pemanfaatan FABA, misalnya untuk infrastruktur.

“Misalnya pemanfaatan FABA uji coba pemadatan tanah menggunakan FABA, penggunaan FABA sebagai bahan batako program TJSL PLN, dan sebagainya,” jelas Bambang.

Pihaknya juga punya FABA information center. FABA information center didirikan IP di kantor PT EPN (Duren Tiga) untuk mengenalkan material limbah abu batubara yaitu Fly Ash and Bottom Ash terkait proses produksi, peralatan sampai dengan tempat penyimpanannya. PT EPN merupakan Pengelola FABA di lingkungan PT IP.

“FABA information center juga menampilkan produk turunan FABA dari komposisi materialnya sampai proses pembuatannya,” ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Teknik dan Jembatan Kementerian PUPR, Nyoman Suartana mengatakan, optimalisasi pemanfaatan  untuk infrastruktur sudah biasa dilakukan.

“Di kami untuk jembatan pemanfaatan fly ash sudah biasa digunakan. Fly ash mirip semen. Yang perlu kita diskusikan yang buttom ash atau mix dua duanya. Perlu ada standarnya. Buttom ash seperti pasir, tinggal Pemanfaatannya seperti pasir juga. FABA bisa dimanfaatkan sebagai material jalan,” ujarnya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, mengatakan penggunaan FABA ini terkait kementerian ESDM, PUPR dan kementerian Desa. Bagaimana mengorkestakan hal itu agar optimal.

“Selain itu lahan bekas tambang bisa menggunakan FABA, sehingga seharusnya pemanfaatan FABA bisa lebih optimal. Kemudian juga harus ada pilot project penggunaan FABA untuk konstruksi jalan. Sekali lagi landasan peraturannya harus lengkap,” pungkasnya.(s)

Click to comment

Trending

Exit mobile version