Ekonomi
Distribusi Tertutup LPG 3 Kg Rawan Dikorupsi
Jakarta, HarianSentana.com – Pengamat Ekonomi dari AEPi, Salamuddin Daeng mengungkapkan, bahwa data kemiskinan di Indonesia selama ini tidak pasti, karena setiap institusi berbeda angka tentang kemiskinan sehingga sangat tergantung kepada kepentingan masing-masing.
Ia memberi contoh angka kemiskinan di Kemensos didasarkan pada proposal proyek kemiskinan mereka ke internasional dan ke APBN, demikian juga dengan angka kemiskinan Pemda disesuikan dengan proposal pengentasan kemiskinan mereka.
“Tidak ada angka kemiskinan by name by address di lembaga pemerintah, jadi pemerintah akan kesulitan mengalokasikan anggaran dalam pendistribusian subsidi tertutup,” kata Salamuddin dalam pesan singkatnya yang diterima HarianSentana di Jakarta, Senin (20/1/2020).
Selain itu, angka kemiskinan versi BPS bermasalah. BPS melakukan trik memainkan indikator kemiskinan. BPS menggunakan indikator extrime poperty dalam mengukur kemiskinan. “Hal itu mengakibatkan angka kemiskina BPS terus menurun dan kecil, meski keadaan ekonomi memburuk,” ujarnya.
“Selain itu, distribusi tertutup rawan dikorupsi oleh birokrasi melalui praktek manipulasi data. Dalam kasus dana desa saja bisa ada desa hantu, apalagi distribusi gas,” tambah Salamuddin.
Ia juga menyayangkan tidak adanya kajian akademis yang melandasi rencana ini. Pemerintah sendiri juga terkesan terburu-buru dalam mengurangi subsidi. Dasar yang dijadikan acuan adalah “karangan bebas” pihak dari Kementrian ESDM.
“Apalagi Pemerintah tidak melibatkan ormas, akademisi, pengamat, ahli, dan kalangan dunia usaha dalam memutuskan perkara ini. Sehingga rawan penolakan dan penyimpangan,” tukasnya.
Lebih jauh ia mengatakan, penyaluran subsidi LPG secara tertutup juga rawan dimanfaatkan oleh oligarki penguasa untuk sumber daya money politik untuk memenangan kawan kawannya.
“Belajar dari sebelum-sebelumnya, model distribusi tertutup.selalu gagal, dan menjadi alat kekuasaan untuk money politik dan gagal memberi rasa keadilan bagi orang miskin,. Apalagi ini menjelang Pilkadq serentak,” pungkasnya.(sl)