Ekonomi

Buntut Terbakarnya Tanki T301, Pertamina Harus Non Aktifkan Dirut PT KPI

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Management PT Pertamina (Persero) khususnya Direktur Utama Pertamina, Nicke sebagaiuntuk sementara menarik dan menonaktifkan Dirut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan seluruh anggota Direksinya untuk kemudian diperiksa dan dimintai pertanggung jawaban sebagai management PT KPI yang membawahi Kilang Balongan.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahean, hal ini perlu sebagai tindak lanjut atas pernyataan Komisatis Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama bahwa penyebab kebakaran adalah adanya kebocoran dan sistem pengamanan di Kilang Balongan.

“Langkah ini menjadi sangat perlu supaya tidak ada rekayasa data dan rekayasa informasi nantinya di kilang Balongan terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut,” kata Ferdinand di Jakarta, Jumat (02/4/2021).

Ferdinand mengatakan, bahwa sumber utama dan penyebab utama kebakaran jangan sampai berbelok dan tidak sesuai fakta sesungguhnya.

“Kita tidak sedang menuduh tapi perlu waspada supaya ke depan Pertamina bisa mencegah hal serupa terulang,” tukasnya.

“Untuk itu saya saranakan segera non aktifkan Dirut PT KPI dan seluruh jajaran direktur untuk dimintai keterangan dan pertanggung jawaban sambil kita menunggu penyelidikan resmi atas penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina di sebuah media nasional mengungkapkan tentang penyebab kebakaran di Kilang Balongan yang katanya disebabkan adanya kebocoran tanki.

Meski belum diketahui mengapa ada kebocoran, namun hal ini menyangkut pengamanan kilang yang seharusnya tak boleh ada kebocoran terbiarkan, karena ini bentuk kelalian.

Pernyataan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, ada apa dengan management PT Pertamina Kilang Internasional? Mengapa tak bisa mendeteksi adanya kebocoran tersebut di era teknologi saat ini yang mestinya bisa terdeteksi dengan mudah.(s)

Click to comment

Trending

Exit mobile version