Polhukam
BoP Strategi Jenius Presiden Prabowo, untuk Menjadikan Indonesia “Macan Dunia”
JAKARTA, SENTANA – Lebih dari satu bulan sejak penandatanganan piagam Board of Peace (BoP) kembali bergulir, strategi konkret dari Presiden Prabowo tampak berjalan perlahan. Presiden Prabowo Subianto fokus pada diplomasi aktif untuk perdamaian negara yang sedang berkonflik, terbukti dengan pengiriman 8.000 pasukan perdamaian sebagai “strategi from within” untuk mendukung rekontruksi Gaza dan baru – baru ini Presiden Prabowo Subianto juga menawarkan untuk menjadi mediator perdamaian konflik Amerika vs Iran.
Hal tersebut diungkapkan Neng Ais, Politikus Perempuan melalui keterangannya, Sabtu (7/3).
Menurutnya, Langkah jenius Presiden Prabowo untuk menawarkan sebagai mediator AS Vs Iran diikuti oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, bentuk kecermatan seorang pemimpin dalam membaca “arah angin” dan menimbang konsekuensi dari setiap Langkah untuk mengukuhkan negara Indonesia berperan aktif menciptakan perdamaian dan kemajuan tingkat global.
“Presiden Prabowo merupakan pribadi yang sangat teliti dalam mengambil keputusan apapun, prediksi saya kedepan dengan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace akan memberikan posisi tawar global untuk jangka panjang, dulu negara kita di sebut sebagai “Macan Asia”, akan tetapi dengan strategi jenius Presiden Prabowo, negara Indonesia akan menjadi “Macan Dunia”, ” kata Neng Ais.
Ditambahkannya, Penandatangan Piagam Board of Peace untuk mempercepat reformasi Indonesia di tingkat global datang dari berbagai penjuru, sebagai semangat moral untuk menciptakan perdamaian dunia, melalui agenda yang tersetruktur. Di antara gebrakan Presiden Prabowo yang paling menggema saat ini adalah menjadikan negara Indonesia setara dengan negara – negara adidaya di Dunia.
“Dalam konteks itulah, kepiawaan Presiden Prabowo menjadi relevan. Ia mampu membaca peluang dan memastikan bahwa reformasi Indonesia di kancah dunia justru akan menjadi barometer stabilitas politik luar negeri bagi negara – negara lain,” tutur Neng Ais.
Mungkin Sebagian masyarakat ingin Indonesia segera keluar dari Board of Peace, namun Presiden Prabowo memilih tidak gegabah keluar dari BoP dan tetap bergerak dengan kalkulasi yang konkret. Ia tahu, dalam politik luar negeri, setiap pengambilan keputusan telah melalui rangkaian pengamatan, komunikasi dengan beberapa negara dan Analisa mendalam.
“ Board of Peace bukan hanya pemenuhan kebutuhan sesaat akan tetapi merupakan fondasi politik jangka Panjang yang dibangun oleh Presiden Prabowo untuk negara Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (Red).