Nasional

BELAIN: Kelompok Teroris RSS Anut Idelogi Fasisme Hindutva

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Aksi genosida Islamophobia oleh kelompok teroris Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), pimpinan Kapil Mishra, dan Sambit Patra, pemimpin Partai Nasionalis Hindu (BJP) dikutuk publik global.

Menurut Direktur Eksekutif Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa (BELAIN), Abdussalam Hehanussa mengungkapkan, kelompok teroris ini menganut Ideologi fasisme Hindutva, sejak tahun 1925 dan menolak gagasan nasionalisme India yang dibangun secara sintesis berbagai agama dan budaya Hindu.

“Kampanye anti minoritas, perampasan tanah, pembakaran rumah ibadah, kerusuhan dan pembunuhan, adalah program mobilisisasi milisi militer Bajrang Dal, yang dilatih dan dibiayai oleh divisi Seva Vibhag, Vishwa Hindu Parishad, dan divisi Hindu Swayamsevak Sangh, yang berpusat di Amerika Serikat,” kata Abdussalam dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (07/3/2020).

Ia mengatakan, aksi kerusuhan terkejam dilakukan anggota Nathuram Godse, yang membunuh pahlawan nasional India, Mahatma Gandhi. “Aksi sadis lainnya, 116 kali aksi teror menyerang Gereja dan mebantai ribuan umat Kristen, diseluruh India, sejak tahun 1998-2000 Disusul kerusuhan anti Islam sejak tahun 2002, membunuh 2000 orang muslim dan membakar 150.000 rumah di Gujarat,” bebernya.

Aksi teror RSS terbaru, kata dia adalah membantai 24 orang Muslim, menyiksa, dan membakar 400 orang lainnya, membakar Masjid Ashok Nagar Delhi, pertokoan muslim di Karawal Nagar, Maujpur, Bhajanpura, Vijay Park, dan Yamuna Vihar di kota New Delhi, Rabu 26 Februari 2020. “Aksi teror Islamofobik ini, dikecam Presiden Turki, Erdogan. India dituding sebagai negara pembantai umat Islam oleh orang Hindu,” katanya.

Menurut Abdussalam, kecaman juga disampaikan Arif Alvi, Presiden Pakistan karena Partai BJP, telah menciptakan kebencian terhadap orang-orang Muslim India. Setelah ramai dikutuk oleh publik internasional, Narendra Modi, Perdana Menteri India, sekaligus ketua BPJ justru membangun opini moderat dengan menuliskan pesan di Twitter bahwa perdamaian dan harmoni adalah inti dari etos sebagai warga negara.

“Kami mengutuk sikap politik Islamophobia PM India, ideologi fasisme Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dan tokoh Partai BJP yang mempromosikan kekerasan ekstrimis terhadap warga Muslim dan Kristiani di India,” paparnya.

Ia juga menyerukan kepada semua generasi muda milenial, organisasi kepemudaan dan media untuk terus mewaspadai aksi teroris dan mendukung aksi solidaritas global yang memusuhi kelompok teroris RRS dan jaringan pendukungnya di seluruh dunia

“Kita juga imbau Kapolri untuk mewaspadai eksistensi anggota dan simpatisan kelompok fasis Neo NAZI, Hindu RSS, dan menginvestigasi komunitas diaspora dan pengusaha asal India diseluruh Indonesia, yang sudah menjadu pengurus cabang sel teror RSS di Indonesia,” pungkasnya.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version