Ekonomi

Antisipasi Gangguan, Pertamina Latih Pekerja dan TNI

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melalui fungsi Health, Safety, Security dan Environment (HSSE) melaksanakan serangkaian pelatihan yang bertujuan mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan dampak bencana.

Menurut Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, Roby Hervindo, bencana dan kecelakaan lalu lintas menjadi faktor yang berpotensi mengganggu kelancaran penyaluran BBM dan elpiji.

“Kami menggelar pelatihan Military Contigency Plan bagi personil TNI. Juga Safety Riding bagi pekerja Pertamina, serta edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk siswa SD dan SMP,” ujar Roby dalam keterngan resminya yang diterima HarianSentana.comdi Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Ia mengungkapkan, selama 2019 lalu tidak kurang dari 12 kaki bencana melanda Sumatera Utara. “Ini data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mengidentifikasi wilayah ini memiliki 14 jenis bencana alam,” ujarnya.

“Di sisi lain, PT Jasa Raharja menyebutkan lebih dari 8.000 orang terlibat kecelakaan lalu lintas di Sumut tahun 2019. Hingga 171 miliar rupiah dihabiskan PT Jasa Raharja untuk menyantuni korban kecelakaan,” tambahnya.

Pelatihan Military Contigency Plan yang dilaksanakan pada 10 – 13 Februari di Fuel Terminal (FT) Sibolga, FT Medan Group dan wilayah Medan Labuhan itu bertujuan memberikan keterampilan dasar mengoperasikan mobil tangki untuk personil TNI Kodam Bukit Barisan.

Menurut Serma Alfahmi, personil Bekangdam, di FT Sibolga, lewat pelatihan ini personil TNI dapat diaktifkan jika terjadi bencana alam maupun bencana sosial yang menyebabkan awak mobil tangki (AMT) reguler tak dapat bertugas.

“Dengan pelatihan Military Contigency Plan ini, kami sebagai personil TNI kini bisa terjun langsung membantu Pertamina ketika terjadi bencana alam. Ilmu ini pasti akan kami praktekkan di kemudian hari saat dibutuhkan,” tutur Alfahmi.(sl)

Sementara pelatihan safety riding untuk pekerja dan mitra kerja Pertamina MOR I diadakan di FT Medan Group. Menggandeng PT Indako Trading Coy, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkendara yang aman dan benar.

Tidak lupa untuk generasi muda, Pertamina MOR I memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran. Kegiatan diselenggarakan untuk siswa SD 060905 Medan Labuhan serta SMP 39 Labuhan Deli.

“Pencegahan dan penanggulangan kebakaran harus dikenalkan sejak masih usia sekolah agar ketika terjadi kasus tersebut, sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan dan ilmu tersebut terbawa hingga dewasa,” ujar Roby.

“Siswa siswi diberikan pengenalan sejak dini bahaya kebakaran. Mereka juga lakukan praktek pemadaman api ringan. Pada keempatan itu, mereka juga mendapat sosialisasi produk-produk Pertamina,” lanjut dia.

Rangkaian pelatihan dan edukasi ini, merupakan bagian dari peringatan bulan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Roby berharap rangkaian kegiatan ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan dampak bencana.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version