Peristiwa
Akibat Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 600 orang mengungsi 17 Tewas.
Jakarta, Hariansentana.com. – Pemprov DKI Jakarta menyatakan, seharusnya ada buffer zone atau area penyangga antara Depo Pertamina dengan rumah warga.
“Dulu konsepnya 2009 pemerintah daerah tentunya dengan jajaran Forkopimda mengusulkan kepada Pertamina bahwa harus ada buffer zone selebar 50 meter. Kira-kira seperti itu. Kami kembalikan ke Pertamina lagi,” kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Sabtu (4/3/2023) dini hari.
Heru ditanya awak media saat mendatangi Posko Kebakaran Depo Plumpang di Koramil 01 Koja, Jakarta Utara. Ia hadir bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto.
Seperti diberitakan, kondisi jarak antara rumah warga hanya satu meter dengan tembok Depo Pertamina Plumpang. Padahal sebelumnya, tanah tersebut adalah tanah Pertamina.
Tanpa ada jarak yang cukup jauh, kemungkinan api merembet sangat besar. Pada kejadian Jumat malam, ledakan-ledakan membuat bahan bakar muncrat bersama api. Karena itu rumah warga yang tak jauh dari tembok Depo Pertamina terkena imbas. Apalagi sebagian adalah rumah dengan bahan yang mudah terbakar.
Ditanya mengenai tanggung jawab Pertamina kepada warga, Heru Budi menyatakan, bahwa hal itu akan ditanyakan kepada pihak Pertamina.
“Yang penting kami Forkopimda memberikan yang terbaik bagi korban,” katanya.
Belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang, jalan tanah merah bawah rt. 012/09 kelurahan Rawa badak selatan kecamatan Koja, kota administrasi Jakarta Utara.
Tak hanya itu, ada sekitar 600 orang mengungsi dan 17 meninggal dunia. imbas insiden maut tersebut.
“Saya udah sampaikan kalau korban pengungsi kurang kebih 600 plus minus,” kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Koramil 01 Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/2023) dini hari.
Heru Budi telah menyiapkan lokasi pengungsian di sejumlah lokasi. Ada 5 lokasi pengungsian yang disiapkan untuk warga terdampak kebakaran itu.
“Ada di 5 lokasi, kantor walikota, RPTRA, GOR, dan tentunya kantor kecamatan dan kantor PMI, kira-kira seperti itu,” ucapnya.
Heru turut menyampaikan duka cita atas timbulnya korban jiwa akibat peristiwa ini. Heru menyebut telah menyiapkan rumah sakit untuk perawatan korban yang terluka.
“Kita turut berduka cita atas ada beberapa korban jiwa akibat dari musibah kebakaran di Plumpang. Berikutnya evakuasi bagi yang perlu perawatan rumah sakit kita persiapkan semua rumah sakit dan dibantu tentunya oleh Pak Kapolda seluruh jajaran dan pak pangdam,” ujarnya. jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa ini ada 17 orang 2 adalah anak anak.
Sementara itu, korban luka-luka akibat kebakaran dilarikan ke empat rumah sakit,Rs.Koja,Rs Tugu,Rs.Mulia sari dan RS. Pelabuhan yang sudah disiapkan.Adapun pemadam kebakaran menyatakan sudah memadamkan api di area 1,5Hektar.Pemadam kebakaran telah mengerahkan puluhan mobil dan 250 orang personel untuk memadamkan api itu. (Sutarno)