Connect with us

Uncategorized

YPDT: Ahok Harus Tolak Perusak Lingkungan!

Published

on

Jakarta, Sentana – Kedatangan Ahok ke Sumatera Utara, hari Kamis (4/9) berujung kontroversi. Hal ini dikarenakan ia mengajak PT Japfa Comfeed Indonesia (JCI) untuk ikut melihat lokasi pengembangan usaha pertanian dan peternakan yang ia survei.

PT JCI sendiri adalah produsen pakan ternak, khususnya ikan di keramba jaring apung (KJA) seperti di foto, yang selama ini dituding mencemari air Danau Toba sehingga gatal dan tidak bisa digunakan untuk berenang.

Ketua Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, berpendapat bahwa Ahok perlu memiliki kecintaan terhadap Danau Toba jika ingin berbisnis disini.

“Semua orang, termasuk Ahok, kami anggap sama. Sahabat YPDT adalah orang yang mencintai Danau Toba untuk mewujudkan Kawasan Danau Toba (KDT) menjadi Kota Berkat di Atas Bukit,” ujarnya.

Namun saat dikonfirmasi, ia menyayangkan keputusan Ahok mengajak PT JCI, mengingat pencemaran lingkungan yang selama ini mereka lakukan di Kawasan Danau Toba.

“Kami ajak masyarakat untuk tegas menolak perusahaan yang merusak lingkungan hidup di KDT seperti Aquafarm Nusantara, Japfa Comfeed Indonesia, Allegrindo dan Toba Pulp Lestari,” sambung Maruap.

Selanjutnya Maruap menghimbau “masyarakat Batak harus semakin kritis dan cerdas dalam merespon setiap isu. Semua perusahaan perusak lingkungan di KDT termasuk PT Japfa Comfeed Indonesia, adalah musuh masyarakat Batak, musuh kemanusiaan dan musuh kita semua,” katanya.

“Semoga kehadiran beliau (Ahok-red) juga menciptakan semangat ramah lingkungan. Kalau tidak demikian tentu dia datang bukan membawa kesejukan,” tutup Maruap.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

IMM Bogor Raya Gelar Sekolah Jurnalistik

Published

on

By

Bogor, HarianSentana.com – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor Raya menggelar Sekolah Jurnalistik secara daring, dengan tema Peran Diskominfo dalam Membangun Kesadaran Beretika di Dunia Maya: “Meningkatkan Semangat Jurnalis dalam Pergerakan IMM di Era Digital”.

Kegiatan ini digelar untuk penguatan kapasitas dan pengetahuan jurnalis di Indonesia mengenai perkembangan jurnalistik diperuntukkan kader IMM se-Indonesia dan pemuda/i pada umumnya, pada Minggu (29/8/21).

Dari hasil seleksi yang ketat, ada 50 Peserta dari kader IMM se-Indonesia dan Mahasiswa umum lainnya yang lolos mengikuti sekolah jurnalistik.

Dalam sekolah jurnalistik ini, sebagai Keynote Speaker yaitu kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Rahmat Hidayat. Adapun narasumber yang mengisi sekolah jurnalistik diantaranya ketua PWI Kota Bogor Arie Utama Surbakti, Ketua PWI kabupaten Bogor H. Subagiyo, S.Ip, dan DPP IMM sebagai Editor Media Republika yaitu Ahmad Soleh.

Rahmat Hidayat menyampaikan rasa terimakasihnya telah diundang khusus dalam kegiatan ini. “Terimakasih telah di undang dalam kegiatan sekolah jurnalistik ini. Saya berharap kedepannya mahasiswa bisa berkolaborasi dengan Diskominfo dan menjadi seorang jurnalis yang kompeten,” ucapnya.

Sementara itu, ketua umum PC IMM Bogor, Muhamad Yunus menuturkan jika kegiatan sekolah jurnalistik ini merupakan kegiatan tahunan.

“Ini kegiatan tahunan yang bersifat sustainable, mengingat pentingnya edukasi jurnalistik terhadap kalangan muda, khususnya kader-kader IMM,” ujarnya.

“Ketika hadirnya kader IMM menjadi seorang jurnalis, maka Kader IMM harus aktif dalam penulisan berita yang berbobot dan mengupas kejadian-kejadian faktual di lapangan, yang kemudian memberikan hal positif bagi masyarakat luas,” tegas Yunus menambahkan.

Hal yang sama juga disampaikan Jetua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, dirinya mengapresiasi sekolah jurnalistik yang digelar oleh IMM Bogor. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Di sini saya hanya sekilas menyampaikan langkah-langkah awal menjadi seorang jurnalis, serta agar peserta paham kode etik profesi seorang jurnalis,” kata H. Subagiyo.

Begitu juga, Ketua PWI Kota Bogor, Arie Utama Surbakti, dirinya menyampaikan agar peserta memahami prinsip-prinsip dasar jurnalis. “Saya menyampaikan agar peserta sekolah jurnalistik mampu menjawab tantangan digitalisasi dan memahami ketrampilan yang harus dilakukan seorang jurnalis,” ujar Ari sapaan akrabnya.

Diakhir, ketua pelaksana Sekolah Jurnalistik PC IMM Bogor, Shofi Sulhan Eban menyampaikan ucapab terima kasih kepada semua yang telah berperan serta demi suksesnya kegiatan ini.

“Terimakasih banyak kepada stakeholder yang berpartisipasi dalam agenda sekolah jurnalistik ini, tentu menjadi kehormatan kami turut hadir kepala Diskominfo Kota Bogor, dan narasumber yang kompeten. Besar harapan kami, mampu menggiring kader-kader IMM yang mempunyai kapasitas yang luas terhadap jurnalistik itu sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Dedy/Subur

Continue Reading

Uncategorized

DEN Sebut 2020 Indonesia Sukses Tekan Emisi GRK 64,36 Juta Ton CO2

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Indonesia pada 2020 berhasil memberikan kontribusi penurunan emisi GRK sebesar 64.36 juta ton CO2 dari target 314 juta ton CO2 di 2030. Di mana rencana aksinya dimulai dari meningkatkan Pembangkit Listrik yang bersumber dari EBT, efisiensi energi, menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN), PLTU Cofiring Biomassa (subtitusi dari batubara), pemanfaatan kendaraan listrik, transisi ke green fuel dan teknologi energi bersih, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 5% – 5.5% per tahun.

Hal ini dikatakan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha dalam sebunar yang bertajuk “Upaya KKKS Mengurangi Emisi Karbon” yang diselenggarakan oleh Ruang Energi, yang disiarkan melalui channel YouTube Ruang Energi, (16/07).

“Ini menjadi faktor yang utama karena Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) di design dengan pertumbuhan ekonomi 7% – 8% per tahun. Otomatis demand akan bertambah jika dibanding pertumbuhan ekonominya dibawah 5% – 5.5% pertahun,” kata Satya.

Ia mengungkapkan, bahwa realisasi penurunan emisi GRK di 2020 melebihi target yang ditetapkan. Di mana Pemerintah menarget di 2020 penurunan emisi GRK sebesar 58 Juta Ton CO2, sementara realisasinya sekitar 64 Juta Ton CO2.

Namun dalam waktu 10 tahun ke depan Indonesia harus mengurangi emisi sebesar 230 Juta Ton CO2, untuk mencapai target 314 Juta Ton CO2 di tahun 2030. “Ini menjadi PR ke depan (mengurangi emisi karbon sebesar 230 Juta Ton CO2),” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa Rancangan Perpres Harga EBT Terkait dengan RUEN, terdapat peraturan-peraturan yang ikut melengkapi untuk tercapainya target RUEN. Salah satunya yakni Rancangan Peraturan Presiden (R Perpres) Harga EBT, karena disinyalir saat ini EBT tidak bisa berkompetisi dengan energi fosil, terlebih saat harga minyak di bawah US$ 40 per barel, untuk itu perlu ada satu stimulus untuk terkait harga EBT.

“Sampai hari ini Perpres mengenai Harga EBT belum keluar dan lagi ada Rancangan Perpres tentang Nilai Ekonomi Karbon. Jadi nanti kawan-kawan di Upstream juga harus mempelajari tentang Perpres Nilai Ekonomi Karbon tersebut, karena kita bisa tahu bagaimana mengeluarkan emisi dan risikonya, apakah emisi tersebut bisa kita trade (perdagangkan) di dalam industri migas nasional,” paparnya.

Selain itu, saat ini juga ada Undang-Undang yang baru mengenai KUP Tata Cara Perpajakan Nasional yang tengah didiskusikan. Di mana dalam UU tersebut memasukkan carbon pricing di dalamnya.

“Saya beberapa kali sampaikan bahwa carbon pricing itu seperti “voluters pay”, kalau kita mengeluarkan emisi karbon pada batas tertentu, dan kalau dia diatas dari ambang batas maka pajaknya. Dengan demikian industri dapat menekan sedemikian rupa sehingga tidak keluar pada ambang batas, tentunya ini akan menjadi permasalahan sendiri di dalam industri migas kita,” jelasnya.

Dalam PP nomor 79 tahun 2014, lanjut dia, DEN bertujuan untuk terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan dalam rangka mewujudkan kemandirian energi nasional dan ketahanan energi nasional yang berlandaskan kedaulatan energi dan nilai ekonomi yang berkeadilan.

Ketahanan Nasional Nasional adalah kondisi yang menjamin ketersediaan energi dengan memanfaatkan dan memiliki akses masyarakat terhadap energi dengan harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan hidup.

Kemudian, Kemandirian Energi Nasional merupakan jaminan ketersediaan energi dengan memanfaatkan sumber-sumber potensial dalam negeri dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya, Kedaulatan energi merupakan hak negara dan bangsa untuk secara mendiri menentukan kebijakan pengelolaan energi guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi.

Serta, nilai ekonomi yang berkeadilan adalah nilai atau biaya yang mencerminkan biaya produksi energi, termasuk biaya lingkungan dan biaya konservasi serta manfaat yang dinilai berdasarkan kapasitas masyarakat dan ditentukan oleh Pemerintah.

“Terdapat perubahan paradigma baru, saat ini energi bukan lagi sebagai komoditas melainkan sebagai agen daripada perubahan (modal pembangunan),” ungkapnya.

Sangat Penting
Satya menegaskan kembali, pemanfaatan CO2 di dalam industri migas sangat penting. Jika dilihat emisi gas buang CO2 dari hasil produksi migas sangat tinggi, maka dengan pengelolaan emisi tersebut dapat dijadikan alat produksi minyak melalui mekanisme Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Proyek CCUS (Carbon, Capture, Ulitization and Storage) bisa diintegrasikan dengan teknologi EOR di beberapa lapangan Migas seperi Lapangan Sukowati, Lapangan Limau Biru, dan Blok Tangguh. Teknologi CCUS yang meng-absorb carbon tadi bisa di monetisasi,” tutupnya.

Teknologi CCUS ini merupakan solusi untuk mengurangi emisi karbon sesuai target NDC sektor energi sebesar 38% hingga 2030, dan dengan teknologi CCUS ini juga dapat meningkatkan produksi migas nasional melalui teknologi EOR.

Sementara itu Pengamat Energi dari Energy Watch, Mamit Setiawan, menyatakan bahwa tingkat kepatuhan sektor industri terhadap ambang batas pembuangan gas atau emisi masih sangat kecil. Parahnya lagi pembangkit listrik yang dioperasikan untuk menunjang kinerja PLN mayoritas masih berbasis batubara yang notabene menghasilkan gas buang yang mencemari lingkungan.

Mamit berharap agar industri-industri atau KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang tidak patuh terhadap aturan terkait pelestarian harus diberikan sanksi. Sementara bagi industri atau KKKS yang patuh perlu diberikan reward berupa insentif.

“Peran KKKS terkait dengan penguragan emisi sangat penting, kalau ada KKKS nakal maka perlu dijewer tapi bagi mereka yang baik perlu diberikan reward kaya insentif,” jelasnya.

Mamit prihatin dengan fakta lapangan yang menunjukkan bahwa banyak industri khususnya di sektor hulu migas yang telah selesai melakukan eksplorasi, pergi begitu saja tanpa mengembalikan fungsi lingkungan sebagaimana mestinya. Mereka kerap meninggalkan polusi dan tanah terkontaminasi minyak ketika suatu wilayah kerja sudah tidak berproduksi lagi. Hal ini menjadi batu ganjalan bagi pemerintah untuk mencapai target pengurangan emisi GRK.

“Pengalaman kita kalau lokasi sudah ditinggalkan itu ditinggalkan begitu saja. Ini kurang bagus dalam upaya kita kurangi gas karbon, lapangan harus dijaga kelestarian lingkungan. Banyak tanah terkontaminas minyak di beberapa wilayah eks produksi atau yang sedang produksi,” pungkasnya.(s)

Continue Reading

Uncategorized

Integrasi Bisnis PIS dan PTK Beri Dampak Positif bagi Lingkungan

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Arief Sukmara menilai, terintegrasinya bisnis subholding shipping Pertamina (Persero), yakni Pertamina International Shipping (PIS) dengan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memberikan dampak positif tidak hanya pada sisi bisnis tapi juga bagi lingkungan.
“Kami melihat hal ini sebagai awal yang baik untuk kedepannya dari kolaborasi dan koordinasi bersama. Dengan mengantongi izin dari Ditjen Hubla tersebut, pencapaian yang diterima PKS akan memberikan nilai tambah untuk PIS sebagai subholding shipping tentunya,” kata Arief dalam pesan tertulisnya.
Menurut dis, kolaborasi antar dua bisnis ini melahirkan pencapaian yang didapatkan oleh anak usaha PTK yaitu PT Peteka Karya Samudera (PKS) yang telah mendapatkan Izin Usaha Penanggulangan Pencemaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).
“Sebagai Badan Usaha Pelabuhan entitas dari PTK yang melakukan kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan, PKS turut menjalankan pengusahaan atau pengelolaan pelabuhan, termasuk yang berhubungan dengan kegiatan penanggulangan pencemaran khususnya di pelabuhan yang dikelola sendiri,” papar Arief.
“Dengan melakukan kegiatan penanggulangan pencemaran di luar pelabuhan yang dikelola sendiri inilah maka Izin Usaha Penanggulangan Pencemaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut diperlukan,” tambah dia,
Lebuh jauh ia mengatakan, bahwa perizinan tersebut mengharuskan PKS memenuhi ketentuan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 58 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan, baik dari aspek kesiapan sarana/peralatan dan bahan Penanggulangan pencemaran antara lain memiliki Oil Boom, Skimmer, Temporary Storage, Sorbent, Dispersant dan peralatan pendukung lainnya dengan jumlah minimal sesuai ketentuan yang dipersyaratkan serta memiliki personil minimal yang bersertifikat IMO Level 1 dan IMO Level 2.
“Sebagai integrated marine logistics company, PIS tentunya tidak hanya mengelola bisnis perkapalan, namun termasuk juga pada skala logistik dan kepelabuhanan atau terminal. Dengan diterbitkan izin ini, turut menandakan peran baru PIS yang semakin kompleks,” tukasnya.
Sementara Corporate Secretary PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), Frits Tommy H. Sibuea, mengatakan, bahwa melalui PKS,  PIS akan melakukan investasi sarana dan peralatan penanggulangan pencemaran sesuai kebutuhan teknis serta melakukan pelatihan untuk mencetak SDM handal dan kompeten guna menunjang kegiatan tersebut.
“Dari sini kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan kegiatan bisnis dengan SDM handal dan kompeten, sehingga dapat menjadi penyokong perjalanan PIS sebagai perusahaan integrated marine logistics co,” tutup Frits.(s)
Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.