Ibukota

Skandal Penggelembungan Suara di Cilincing Jakarta Utara, Ketua PPK Diduga Terlibat

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Ketua PPK Kecamatan Cilincing, (A) diduga terjerat dalam kontroversi setelah dugaan kuat penggelembungan suara terungkap di PPK Cilincing, Jakarta Utara.

Laporan dari beberapa sumber mengungkapkan bahwa data D1, yang seharusnya menjadi dasar keabsahan hasil pemilihan, telah mengalami perubahan yang mencurigakan, menguntungkan satu partai tertentu.

Para saksi yang hadir pada proses pleno mengamati perbedaan signifikan antara dokumen D1 yang mereka terima sebelum pleno dengan hasil yang diumumkan secara resmi

Namun, keterbatasan waktu mencegah mereka untuk mengadakan perdebatan lebih lanjut mengenai ketidaksesuaian tersebut. Kritik terhadap proses pleno yang berlangsung dengan sangat cepat mulai muncul, dengan banyak saksi merasa bahwa keberatan yang mereka sampaikan tidak diindahkan sepenuhnya.

Meskipun ada bukti nyata dalam bentuk dokumen C1 dan Plano yang disiapkan oleh tim saksi salah satu partai Jakarta Utara, “Namun mereka merasa bahwa pleno hanya mengarah pada pemenuhan formalitas tanpa mempertimbangkan substansi dari keberatan yang disampaikan,”ucap sumber.

Ketidakpuasan semakin bertambah ketika hasil D1 yang dikeluarkan oleh PPK Cilincing terus berubah pasca-rapat pleno yang dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2024.

Para saksi juga mengungkapkan bahwa jadwal pleno seharusnya dilakukan pada tanggal 4 Maret 2024, namun ditunda karena hasil sirekap belum selesai.

Keputusan untuk menunda rapat pleno tersebut berujung pada ketidaksesuaian antara hasil yang diumumkan dengan dokumen D1 yang telah diserahkan kepada para saksi sebelumnya.Para pihak yang merasa dirugikan oleh ketidaksesuaian dalam proses pleno ini semakin keras menuntut transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.

Sementara Oji salah seorang anggota PPK. Kecamatan Cilincing mengatakan, Sabtu ( 9/3/2024) “Kami Bekerja sesuai aturan aja mas.” Jelasnya.

Di tengah-tengah kekacauan ini, “Masyarakat menuntut pihak berwenang untuk bertindak tegas dan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik skandal penggelembungan suara ini,”ucap Akmal aktipis di Jakarta Utara. (Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version