Connect with us

Olahraga

Silat Keris Indonesia Menuju Pemecahan Rekor MURI

Published

on

Jakarta, HarianaSentana.com – Forum Pelestari Pencak Silat Keris Indonesia (FPPSKI) dan tim Indonesia Keris Style (IKS) pada bulan Agustus 2020 akan melakukan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia untuk penampilan gerak Silat Keris Indonesia. Karena itu pada hari Minggu 26 Januari 2020 lalu, diadakan latihan gabungan (latgab) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia, Jakarta Timur.

Latgab pertama ini diikuti sekitar dua ratusan pesilat dari 17 perwakilan perguruan pencak silat di Jabodetabek. Para pesilat pada pagi itu menunjukkan keseriusan dalam melakukan gerak jurus-jurus keris secara serempak sesuai komando.

Pada latgab pertama itu dihadiri oleh Mayjen TNI (purn) Eddie M. Nalapraya, sebagai Dewan Pembina Tim Pencak Silat Keris Indonesia, yang tergabung FPPSKI dan Ketua Umum FPPSKI Anwar Al-Batawi.

Eddie menyambut gembira akan rencana pelaksanaan pemecahan rekor MURI. Karena itu, dia pun memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang mengikuti latgab.
“Saya sampaikan salam semangat untuk semua peserta yang sudah melibatkan diri dalam kegiatan latihan gabungan hari ini. Setelah pencak silat diakui oleh UNESCO beberapa bulan yang lalu, maka kedepannya kita harus lebih signifikan dalam menjaga dan melestarikan pencak silat,” tegas Eddie.

Ia pun meminta kepada para pesilat untuk menjadikan silat sebagai ilmu kehidupan. “Jadikanlah pencak silat itu sendiri sebagai ilmu kehidupan, sehingga akan banyak nilai-nilai positif yang akan kalian dapatkan pada saat diri kalian mempelajari dan menekuni pencak silat itu sendiri,” kata Eddie.

Hal senada juga diungkapkan Anwar Al- Batawi kepada para pesilat agar selalu membangun kesadaran untuk terus menjaga dan melestarikannya. “Kita agar selalu membangun kesadaran untuk terus menjaga serta melestarikan seluruh aset budaya bangsa Indonesia terutama keris dan pencak silat,” imbau Anwar.

“Kita semua harus selalu menumbuhkan kesadaran dalam diri kita masing-masing untuk terus menjaga dan melestarikan aset-aset budaya di bangsa kita. Hal itu agar budaya bisa terus berkembang serta mampu mendorong kesejahteraan bagi para pelestari budaya itu sendiri,” tambah dia.

Anwar pun memaparkan ada banyak hal positif karena ikut melestarikan budaya bangsa. “Hal positif yang bisa kita dapat dari melestarikan budaya, salah satunya adalah untuk menambah saudara serta memperluas tali silaturahmi,” katanya.

Ia berharap program pelestarian pencak silat keris tidak hanya selesai setelah terlaksananya kegiatan pemecahan rekor MURI pencak silat keris Indonesia. “Tetapi saya berharap kalian mampu melanjutkan untuk mengadakan kegiatan kegiatan selanjutnya yang berhubungan dengan pelestarian pencak silat keris Indonesia seperti dengan cara mengadakan festival khusus seni pencak silat keris dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mampu mendorong pengembangan dan pelestarian pencak silat itu sendiri,” paparnya.

Koordinator tim Indonesia Keris Style, Narwan Riyadi yang hadir di lokasi latgab kepada media juga mengungkapkan mengenai kegiatan pemecahan rekor MURI silat keris Indonesia ini.

“Kegiatan ini adalah bentuk upaya kita bersama untuk terus menyosialisasikan pencak silat keris Indonesia kepada semua kalangan masyarakat. Kegiatan akan kita laksanakan pada bulan Agustus 2020 dengan menargetkan 4000 peserta peraga pencak silat keris. Mereka akan melakukan gerakan secara serentak atau kolosal di waktu yang bersamaan,” bebernya.

Lebih lanjut Riyandi mengatakan, calon peserta yang hari ini mengikuti kegiatan latihan gabungan akan didata melalui koordinator perguruan masing-masing. Susunan data tersebut nantinya akan dikumpulkan agar jumlah peserta latgab ada kejelasan.

“Kami mengharapkan peserta tidak hanya kooperatif dalam mengikuti sesi latihan gabungan, tetapi kami juga berharap bahwa peserta harus tetap konsisten dan mematuhi seluruh prosedur yang berlaku. Hal itu agar terciptanya kerjasama yang baik antara peserta dan pihak perencana kegiatan. Ini adalah hajat kita bersama karya kita bersama yang harus kita jaga bersama-sama demi kesuksesan kita bersama-sama,” pungkasnya.(stn)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olahraga

Letjen TNI ( Purn) Thamrin Marjuki Lantik Walikota Tangsel Jadi Ketua Taekwondo Provinsi Banten

Published

on

SERANG, Hariansentana.com – Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki melantik Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjadi Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Banten Masa Bakti 2020-2023 di Hotel Ultima Horizon, Ratu, Serang, Rabu (8/7/20).

Pada kesempatan ini,Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki, mengatakan bahwa, pelantikan pengurus baru ini merupakan kelanjutan dari Musyawah Provinsi beberapa waktu yang lalu, dimana walikota Tangsel terpilih secara aklamasi.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan ini diharapkan Taekwondo di Banten bisa terus maju dan melahirkan atlet-atlet profesional tingkat nasional yang nantinya, bisa membawa nama Indonesia semakin harum di setiap kesempatan baik di tingkat nasional maupun Internasional.

Harapan senada juga disampaikan Ketua Koni Banten Rumiah Kartredjo. Dirinya mengapresiasi kepengurusan tersebut dan berharap semua target yang ditetapkan bisa diwujudkan.

“Mudah-mudahan apa yang dikehendaki bisa terwujud. Menjadikan Banten sebagai salah satu daerah yang memiliki atlet profesional,” ujar Rumiah.

Sementara itu, Airin menganggap jabatan sebagai Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Banten ini merupakan amanah yang harus dijalankan untuk memastikan kesejahteraan atlet taekwondo di Provinsi Banten.

Airin juga memastikan kesiapan altlet taekwondo Banten untuk bersaing dengan daerah lain di PON Papua nanti ”

Kabar terbaru, kalau PON diundur ke tahun 2021, jadi ini bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kemampuan atlet,” ujar Airin.

Selain itu, Airin juga memaparkan jika, yang saat ini menjadi sorotan adalah bagaimana atlet Banten bukan hanya berprestasi di nasional saja melainkan di kancah internasional.

“Sehingga nantinya, perlu ada program yang mampu melahirkan bibit-bibit unggul baru,” pungkas Airin.

Continue Reading

Olahraga

Kejuaraan Taekwondo E – Poomsae 2020 Sukses di Gelar

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Pandemic Virus corona (Covid – 19) yang mewabah hampir keseluruh dunia memang sempat membuat seluruh aktivitas, termasuk kegiatan olahraga terganggu. Demi faktor keselamatan dan kesehatan, semua aktivitas tersebut untuk sementara terhenti sementara atau ditunda.

Banyak kasus mereka yang teridentifikasi positif covid – 19 juga menimpa para pegiat olahraga. Terutama para atlet dan pelatih. Akibatnya, untuk menjaga dan menyelamatkan mereka, kegiatan latihan dan terutama berbagai agenda turnamen atau pertandingan yang telah disiapkan, dari level lokal, nasional hingga internasional dibatalkan atau ditunda. Termasuk kegiatan olahraga taekwondo di Indonesia.

Namun semua aktivitas yang terhenti atau tertunda tersebut hanya berlaku sementara. Era digital saat ini membuat semua orang kemudian melakukan kreativitas agar semua aktivitas tersebut tetap berlangsung tanpa mengurangi semangat dan esensi dan terutama kualitasnya. Termasuk dalam hal ini para praktisi taekwondo Indonesia. Bukan saja kegiatan kepelatihan (e-traning), turnamen juga digelar dengan format online (e – Tournament).

Seperti belum lama ini, Indonesia Youth & Sports Festival (IYOS), bekerjasama dengan Kemenpora RI menggelar e – tournament (kejuaraan taekwondo secara online) kategori poomsae (recognize dan freestyle) nasional 5 – 6 Juli 2020. Kejuaraan tersebut diperuntukkan untuk kelas prestasi dan Festival yang diikuti dari berbagai kategori usia.

Menurut Ketua Penyelenggara Tri Nurjanah, Kejuaraan bertajuk “1st Indonesia Taekwondo E – Poomsae Tournament Battle 2020” yang disertifikasi resmi kemenpora ini diikuti oleh 324 atlet dari 58 tim yang tersebar di 16 provinsi.

Kejuaraan ini mempertandingkan kelas pemula dan prestasi dengan pembagian kategori umur yakni, pra kadet (maks : 11 tahun), kadet (maks : 14 tahun), Junior (maks : 17 tahun), senior (maks : 30 tahun), master (under 40, 50, 60 tahun) dan Freestyle. Menurutnya, kejuaraan ini dilaksanakan dalam upaya untuk terus menjaga semangat berlatih dan mendorong kreatifitas para atlet, pelatih dan seluruh praktisi taekwondo yang terlibat agar terus adaptif pada perkembangan teknologi.

“Wabah covid – 19 ini harus dijadikan pemicu sekaligus tantangan untuk tetap berprestasi dimasa yang akan datang. Walaupun sesuai dengan standard protokol kesehatan yang baru bisa diakomodir adalah kategori poomsae.” Ujar Tri Nurjanah yang juga merupakan salah satu wasit internasional (International referee) yang dimiliki Indonesia.

Ditambahkan Tri Nurjanah, kejuaraan di masa pandemi Covid – 19 ini dimungkinkan dilaksanakan dan disetujui oleh pemerintah dan pihak berwenang, dengan pelaksanaan tetap mengacu kepada prinsip protokol kesehatan. Oleh karenanya, yang bisa dipertandingkan adalah kategori poomsae (jurus). Ana (panggilan Tri Nurjanah) juga menjelaskan bahwa teknis dan aturan penyelenggaraan turnamen mengacu kepada pola yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, namun sebenarnya secara substansi tidak mengurangi kualitas dari sisi penilaian.

“Kita mengacu kepada aturan protokol kesehatan dan penilaian kepada peserta berbasis online atau video yang disaksikan oleh para wasit.” Jelasnya.

Kejuaraan ini disupervisi langsung oleh Bidang Pertandingan PBTI dan komisi perwasitan PBTI dengan mengadaptasi pertandingan internasional seperti Daedo Open 2019 lalu di Malaysia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kejuaraan ini. Untuk pertama kalinya kejuaraan bisa berlangsung di tengah wabah covid – 19.

Dirinya berharap walaupun banyak kekurangan dan keterbatasan, kejuaraan ini secara empiris dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan pengalaman berharga bagi atlet, pelatih dan wasit. Khusus bagi para praktisi taekwondo di daerah, event ini bisa dijadikan barometer untuk bisa menggelar event-event serupa.

Hal ini menurut Yefi penting untuk dilaksanakan agar para atlet tetap terus semangat berlatih. Sebab turnamen adalah salah satu indikator bagi atlet untuk terus berlatih menjaga kebugaran, tetap menajamkan skill dan performa untuk menghadapi masa-masa di era new normal nanti.

Selain itu, menurut Yefi, kejuaraan ini juga menjadi stimulus bagi para peserta karena dalam waktu dekat WT dan World Taekwondo Asia akan menggelar kejuaraan serupa. “Dengan adanya kejuaraan ini, paling tidak para peserta sudah memiliki pengalaman dan terbiasa dengan pola penilaian dan penggunaan teknologi yang digunakan.” Ujar Yefi.

Berikut adalah hasil kejuaraan :

Kategori Kadet Putra Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Muhanmad Nadin Fathurrahnan.H)
Perak : BTJ Poomsae Team (Bagas Hardi Putra)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Muammad Iqbal)
Perunggu : PPLP Kab. Katingan (M Habbil Fathi Farhat)

Kategori Kadet Putri Prestasi :

Emas : Acebon Kota Bandung (Jingga Joelanda Sukoco)
Perak : BTJ Poomsae Team (Zahra Ainun Shafira)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Keisha Aurelua Putri Amin)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Indhira Pradnya Wedasweri)

Kategori Junior Putra Prestasi :

Emas : SKO Ragunan Kemenpora (Johansen Vicenzo Angtolis)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Muhammad Rizal)
Perunggu : BTJ Poomsae Team (Izzat Mohammad)
Perunggu : Sorowako Taekwondo Club/STC (Ahmad Atsqal Asqalani).

Kategori Junior Putri Prestasi :

Emas : BTJ Poomsae Team (Maheswari Enesia Irianto)
Perak : SKO Ragunan Kemenpora (Avisha Nabilla Shaman)
Perunggu : Kabupaten Tanggerang (Zahra Insani)
Perunggu : Kavuoaten Ranggerang (Novia Azzahra)

Continue Reading

Olahraga

Baladhika Club Pamulang Lantik Kenaikan Sabuk 30 Atlet Taekwondo

Published

on

Tangsel, Hariansentana.com – Pencarian Bakat sejak usia dini sebaiknya sudah dilakukan oleh setiap orang tua, hal itu lebih dari pemberian bekal bagi anak saat menginjak dewasa.

Hal itu telah diterapkan oleh Kapten Inf Z.Siregar dan Istrinya dimana ketiga anaknya sejak usia dini sudah menggeluti cabang olahraga (Cabor) Taekwondo.

Hari ini Sanim Charlie Tanood sebagai guru sekaligus pimpinan Club Baladhika Taekwondo Unit Arhat Sport Club, mengukuhkan kenaikan sabuk bagi 30 atlet Taekwondo dan salah satunya adalah Reza Arkansyah Siregar anak ketiga dari Kapten Inf Z.Siregar yang hari ini naik peringkat menjadi sabuk hijau, bertempat di GOR Arhat, Pondok Petir-Depok, Minggu (5/7/2020)

Menurut Sanim Charlie Tanood, pelantikan kenaikan sabuk ini seharusnya dilaksanakan bulan maret akan tetapi tertunda karena adanya pandemi covid-19 oleh karena itu pelantikan baru dapat dilaksanakan hari ini sekaligus sebagai latihan perdana,” ungkapnya.

Baladhika Club yang dipimpin Sanim Charlie Tanood, saat ini banyak menghasilkan atlet muda berbakat dan berprestasi, baik tingkat Kabupaten, Kotamadya Tangerang bahkan tingkat Provinsi dan anak-anak yang dilatih juga sering diikutkan pada kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.