Connect with us

Nasional

Serahkan Materi Kesimpulan Sidang, Gekanas Minta MK Perhatikan Pendapat Saksi Ahli

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas), mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Selasa (22/8/2023) untuk menyerahkan materi kesimpulan sidang terhadap uji Formil pengesahan PERPPU CIPTA KERJA menjadi UU no 6 tahun 2023. Serta mengecam pembangkang konstitusi.

“Pada hari ini kami menyampaikan kepada Mahkamah harapannya adalah apa yang menjadi pesan dari saksi ahli Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti, dalam persidangan di MK beberapa waktu lalu, betul-betul diperhatikan,” ujar Kuasa Hukum Gekanas Saiful Anwar kepada wartawan di Gedung MK, Selasa (22/8/2023).

Saeful mengatakan, bila dikaitkan dengan pernyataan Bivitri, ahli hukum yang diajukan, dia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pembangkangan konstitusi. Pembangkangan oleh pemerintah dan DPR, sebagai pembentuk undang-undang.

“Karena tidak melaksanakan putusan MK No. 91 tahun 2020, yang memerintahkan untuk memperbaiki Undang-undang No. 11 tahun 2020. Yang paling konkrit adalah meaning full participation. Maka dengan Perppu itu tidak ada lagi partisipasi public,” ujarnya.

“Bu Bivitri juga menegaskan, tidak ada alasan mendesak. Sebab dari beberapa bukti yang diajukan, tidak ada kekosongan hukum untuk bisa diterbitkan Perppu No. 2 Tahun 2022. Karena diterbitkannya Perppu itu satu aturan darurat yang diterbitkan dalam kondisi yang normal. Itu yang bahayanya,” sambug Saeful.

Lebih jauh Saiful mengatakan, keterangan ahli Zainal Arifin Mochtar, dalam keterangannya ada beberapa hal penting menurutnya.

“Yang pertama terkait dengan ketidaktaatan terhadap konstitusi dengan menerbitkan Perppu. Yang kedua bahwa Perppu itu sebagai hukum darurat yang kondisinya diterbitkan dalam keadaan yang normal. Jadi ada sebuah pendaruratan konstitusi Yang normal. Yang ketiga UU nomor 6 ini hadir dari Perppu yang sudah barang tentu tidak kelihatan Unsur pemaksanya. Tidak ada unsur memaksanya,” paparnya.

Saiful juga menjelaskan, bahwa Zainal dalam sidang menerangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU Cipta Kerja) tidak memenuhi hal unsur mendesak dan darurat.

“Dan yang terakhir beliau menegaskan bahwa sekali ini didiamkan maka penggunaan Perppu secara serampangan dikhawatirkan akan terus terjadi dan itu akan mengancam hak asasi dan demokrasi,” imbuh Saiful.

Sementara saksi ahli kedua yang diajukan Gekanas yakni Bivitri, menurut Syaiful ada 3 hal yang penting. Diantaranya menyebutkan bahwa cipatakerja ini sebagai pembangkangan konstitusi Mahkamah melalui putusan nomor 91 jelas harus ada perbaikan dengan penegasan adanya partisipasi penuh dari masyarakat. “Selain itu, faktanya juga tidak ada kekosongan hukum,” imbuh Saiful.

Seperti diketahui Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) yang merupakan gabungan dari serikat pekerja/serikat buruh, akademisi dan para peneliti menggugat UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi

Sementara Koordinator GEKANAS R. Abdullah mengatakan pihaknya mengajukan dua gugatan, yakni secara formil maupun gugatan materiil. Menurut Abdullah, perkara yang diuji di MK ini melibatkan 121 pemohon. Ratusan pemohon itu termasuk di antaranya ialah unsur pekerja tetap, kontrak maupun magang.

“Pemohon jumlahnya yang tercatat ada sebanyak 121 pemohon. Termasuk unsur pekerja tetap, pekerja kontrak, maupun magang dan kelembagaan ada 10 lembaga termasuk di dalamnya serikat pekerja manufaktur, dan serikat pekerja PLN yang merupakan bagian tak terpisahkan dari aliansi GEKANAS,” jelasnya.

Sebelumnya,  Serikat Pekerja di Sektor Kelistrikan telah bertemu Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas) untuk menyamakan persepsi terkait penolakan terhadap omnibus law, Senin (3/8/2020). Serta menyampaikan point-point keberatan Serikat Pekerja di Sektor Kelistrikan terkait omnibus law RUU Cipta Kerja, khususnya sub-klaster ketenagalistrikan.

“Omnibus law  akan menghilangkan penguasaan negara pada cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak, dalam hal ini tenaga listrik. Selain itu, juga akan menghilangkan fungsi DPR, baik dari sisi pembuatan kebijakan dan juga pengawasan terhadap kebijakan ketenagalistrikan. Serta, menghilangkan kewenangan Pemerintah Daerah terkait ketenagalistrikan,” paparnya.

Dalam pertemuan itu, Gekanas dan Serikat Pekerja di Sektor Ketenagalistrikan yang terdiri dari SP PLN Persero, PP Indonesia Power, dan SP Pembangkit Jawa-Bali; sepakat akan bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap omnibus law, khususnya sub-klaster ketenagalistrikan dan klaster ketenagaker  

Berdasarkan kajian dan analisis Gekanas, ditemukan: Pertama, Perppu 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja merupakan reinkarnasi atau penjelmaan kembali UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 yang telah dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Putusan MKRI No. 091/PUU-XVIII/2021, tanggal 25 Nopember 2021 merupakan bentuk PEMBANGKANGAN Pemerintah terhadap konstitusi, dan bentuk.

Kedua, dengan membentuk Perppu Cipta Kerja dan mengabaikan Putusan MKRI No. 091/PUU-XVIII/2021 PEMBANGKANGAN Presiden RI terhadap Sumpahnya yang diucapkan berdasarkan Pasal 9 ayat (1) UUD 1945 yang lafalnya berbunyi sebagai berikut: “Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.

Ketiga, selama hampir 8 (delapan) bulan lamanya sejak Presiden menetapkan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 pada 30 Desember 2022 sampai dengan hari ini, 21 Agustus 2023, Gekanas tidak menemukan bukti yang kongkret, obyektif dan faktual yang menunjukkan adanya kegentingan yang memaksa, yang dimaknai keadaan darurat atau tidak normal, sehingga Presiden benar-benar patut dan layak menetapkan Perppu Nomor 2 Tahun 2022, tentang Cipta Kerja

Keempat, dalam Putusan Nomor 138/PUU-VII/2009 MK berpendapat, syarat adanya kegentingan yang memaksa, yaitu:

(1) Adanya keadaan kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan undang undang:

(2) Undang Undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum atau ada Undang-Undang tetapi tidak memadai;

(3) Kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang

yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan.

Kelima, sejak putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2021, diucapkan pada 25 Nopember 2021, sampai hari ini tidak ada kekosongan hukum. Karena keputusan MKRI : “UU No. 11 Cipta Kerja, masih tetap berlaku sampai dengan dilakukan perbaikan.

Keenam, dengan demikian semua Peraturan turunannya, tetap berlaku dan dapat dijalankan. Disamping itu, juga ada UU No. 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan yang substansi materi muatannya hanya sebagian dicabut oleh UU No. 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja.

Ketujuh, selain itu, fakta menunjukkan, pertumbuhan ekonomi nasional cukup baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 4, 5%-5%, Bahkan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan di gedung DPR/MPR/DPD RI pada 16 Agustus 2023, menyatakan optimis pertumbuhan ekonomi tahun 2024 dapat mencapai 5,2% dan Inflasi 2,8%. Artinya, kondisi negara kondusif, tidak dalam kondisi darurat atau kondisi tidak normal, karena pertumbuhan ekonomi tidak minus dan inflasi tidak meroket sampai 2 digit. Perputaran roda ekonomi stabil, tidak ada pergolakan politik dan resesi ekonomi domestik yang mencemaskan.

Fakta lainnya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 68 Tahun 2021, tentang Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91 PUU-XVIII/2021, atas Pengujian Formil UU No. 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja, Kemudian Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 5 Tahun 2021, yang mengatur ketentuan Uang Pesangon dan Menteri Tenaga Kerja mengeluarkan Surat Edaran Nomor B-M 383/HI.01.00/xi/2021, tanggal 9 Nopember 2021 perihal Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022. Semua itu dilakukan pemerintah sebagai penguatan pemberlakuan UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, berikut seluruh peraturan turunannya.

Kedelapan, Gekanas menilai dan mengecam pembentuk Undang-undang yang selama 13 (tiga belas) bulan pasca diucapkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 91/PUU-XVIII/2021, tanggal 25 Nopember 2021, terbukti secara nyata Pemerintah dan DPR tidak mempunyai itikad baik untuk taat dan mematuhi perintah hukum, dengan tidak memperbaiki UU No. 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja diantaranya adalah berkaitan dengan perubahan typo dan redaksional, dan malahan membentuk Perppu dengan mengadopsi seluruh materi UU Cipta Kerja No. 11/2020. Oleh karena itu, Gekanas menuntut Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan membatalkan UU No. 6 Tahun 2023 secara keseluruhan.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ibukota

Koops Udara I Gelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Koops Udara I menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah/2024 Masehi. Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pangkoops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin, Ketua PIA Ardhya Garini Daerah I Koops Udara I Ny. Erin Nurdin beserta pengurus serta Kas Koops Udara I, Ir Koops Udara I, Para Pejabat Utama dan umat muslimin Makoops Udara I. Bertempat di Mesjid Darussalam Makoops Udara I. (Rabu, 21-2-2024).

Dalam peringatan Isra Mikraj tahun 2024 ini mengangkat tema “Aktualisasi nilai-nilai memperingati Isra Mikraj dab pengamalan ibadah di tengah terpaan digitalisasi”.

Kegiatan memperingati Isra Mikraj tersebut diisi dengan penceramah Ustadz Dr. KH. Ridwan M. Yusuf, M.A., yang menjelaskan bahwa, “Peristiwa Isra Mikraj sangat berarti bagi umat Islam, karena didalam peristiwa tersebut perintah shalat pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana shalat yang menjadi tiga tingkatan. Tingkatkan pertama ada shalat lima waktu yang kita kerjakan. Tingkatan kedua, shalat yang sejatinya selalu mengingatkan kita sehingga kita jauh dari perbuatan keji dan mungkar. Tingkatan ketiga yaitu dalam setiap hembusan nafas kita adalah shalat, sehingga aktualisasi karakter melalui Isra Mikraj ini dapat terbentuk sesuai dengan makna shalat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kita” jelasnya.

Lebih lanjut Ustadz Dr. KH. Ridwan M. Yusuf, M.A. menyampaikan tentang hikmah yang terkandung dalam Isra Mikraj bahwa, “Allah SWT akan menggantikan kesedihan dengan kebahagiaan. Selain itu mengajarkan kita untuk selalu tabah dan gigih dalam menghadapi tantangan hidup yang ada” ujar Ustadz Dr. KH. Ridwan M. Yusuf, M.A.

Continue Reading

Ibukota

Gandeng Tokoh Masyarakat, PPSU Kelurahan Ancol Kembali Bekerja

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com — Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol dipastikan sudah kembali bekerja, Selasa (20/2/2024). Hal ini menyusul adanya titik terang penyelesaian masalah usai pertemuan forum bersama tokoh masyarakat.

Camat Pademangan, Didit Mulyadi mengatakan forum pertemuan digelar mempertemukan jajaran aparatur Kelurahan Ancol, petugas PPSU Kelurahan Ancol,Sahrizal Dewan Kota perwakilan Kecamatan Pademangan, Asep Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Ancol, dan pengurus Rukun Warga (RW) di Ruang Pola Kantor Kelurahan Ancol pada Selasa (20/2/2024) pukul 09.00 WIB.

Bertemunya solusi bersama dalam forum ini memastikan seluruh PPSU Kelurahan Ancol kembali bekerja seperti sediakala.

“Pagi tadi kami mengadakan pertemuan forum bersama mencari solusi terbaik bersama. Dipastikan aktivitas seluruh petugas PPSU Kelurahan Ancol sudah mulai berjalan normal,” kata Didit Mulyadi saat dikonfirmasi, Selasa (20/2).

Dalam forum tersebut, dipastikannya Lurah Ancol, Saud Maruli Manik meminta maaf kepada petugas PPSU atas ucapan yang menyinggung hati. Lurah pun telah menjelaskan kronologi pemberian sanksi pemberhentian kerja petugas PPSU Kelurahan Ancol berinisial MH yang sesuai dengan aturan dalam kontrak kerja.

“Kami semua mengajak semua anggota PPSU untuk bersama-sama memperbaiki hubungan dan pola komunikasi demi perbaikan kinerja ke arah yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Kota Jakarta Utara perwakilan Kecamatan Pademangan, Sahrizal memastikan permasalah tersebut telah tuntas di musyawarahkan bersama.

Pihaknya bersama membuka forum komunikasi apabila terdapat permasalahan lainnya terhadap petugas PPSU di kemudian hari.

“Masalah ini sudah clear (tuntas). Semuanya sudah saling memaafkan dan akan saling memperbaiki diri. Ke depannya, kami selalu terbuka untuk membuka forum komunikasi apabila ada permasalahan PPSU lainnya,” tutup Rijal.(Sutarno)

Continue Reading

Polhukam

Kolonel Nav Sani Salman Nuryadin dan Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo resmi jabat Danlanud SUT serta Danlanud SIM.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Panglima Koops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin pimpin upacara serah terima jabatan Komandan Lanud Sutan Sjahrir dan Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda. Bertempat di GOR Antarikshe Makoops Udara I. Dihadiri oleh Ir Koops Udara I Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., Para Asisten, Sahli, Kasatker, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Koopsud I serta tamu undangan dari Alumni AAU 1996 “Parasena”, 1997 “Maguwo” dan 1998 “Pajero”. (Senin, 19-2-2024).

Serah terima jabatan Danlanud SUT dari Kolonel Nav Saeful Rakhmat yang selanjutnya menjabat Waaspers Kaskoopsudnas, diserahkan kepada Kolonel Nav Sani Salman Nuryadin yang sebelumnya menjabat Kasubdisintelud Dispamsanau. Kemudian jabatan Komandan Lanud SIM dari Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, S.Sos., yang selanjutnya menjabat Danwingtar AAU, diserahkan kepada Kolonel Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, M.Han., yang sebelumnya menjabat Waaspers Kaskoopsudnas.

Diwaktu dan tempat yang sama, dilaksanakan pula serah terima jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 14/Daerah I Lanud SUT dari Ny. Cicik Saeful kepada Ny. Nandya Sani Salman serta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 20/Daerah I Lanud SIM dari Ny. Septi Yoyon Kuscahyono kepada Ny. Tasha Sasmoyo, yang dipimpin Ketua PIA Ardhya Garini Daerah I Koopsud I, Ny. Erin Mohammad Nurdin, disaksikan para pengurus PIA Ardhya Garini Lanud SUT, Lanud SIM dan pengurus PIA Ardhya Garini Koops Udara I.

Dalam sambutan saat refreshment, Pangkoops Udara I menyampaikan ucapan “Terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada Kolonel Nav Saeful Rakhmat dan Ny. Cicik Saeful serta Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, S.Sos., dan Ny. Septi Yoyon Kuscahyon, atas dedikasi dan loyalitasnya selama menjabat sebagai Danlanud SUT dan Danlanud SIM serta Ketua PIA Ardhya Garini Lanud masing-masing” ujar Pangkoops Udara I.

Lebih lanjut Pangkoops Udara I menyampaikan, “Terimakasih juga atas prestasinya dalam menjaga kedisiplinan anggota, keharmonisan dengan Forkopimda setempat dan masyarakat sekitar, serta dapat menciptakan safety dalam setiap pelaksanaan tugas di Lanud SUT dan Lanud SIM” jelas Alumni AAU ’96.

Menutup amanatnya Pangkoops Udara I berpesan kepada para pejabat yang telah dilantik agar, “Laksanakan tugas dan tanggungjawab jabatan dengan sebaik-baiknya. Optimalkan kedisiplinan anggota agar terhindar dari hal-hal yang negatif. Bina hubungan yang harmonis dengan anggota dan keluarganya serta bijak dalam bermedsos. Kemudian selalu perkuat kerjasama dan sinergitas yang baik dalam menjalankan roda kehidupan kedinasan di wilayahnya dengan berbagai unsur terkait” tutup Marsda TNI Mohammad Nurdin.

Continue Reading
Advertisement

Trending