Connect with us

Daerah

PTPN V Riau Usir Paksa Ratusan Buruh

Published

on

Riau, SENTANA – Pengusiran dan pengosongan paksa rumah Buruh Harian Lepas (BHL) kini kembali terjadi. Kali ini terjadi di PTPN V Sei Rokan Riau dengan korban 150 kepala keluarga. Peristiwa ini terjadi hari Kamis (22/8) lalu tepat pukul 10.00 WIB, dimana pihak perusahaan yakni Satpam, beserta Askep (Asisten Kepala) dan Asum (Asisten Umum) meminta bantuan aparat keamanan negara (TNI dan Polri) dalam melakukan pengusiran paksa tanpa ada pemberitahuan atau konfirmasi yg jelas.

Adapun alasan pengusiran tersebut bermula pada keterlibatan para Buruh dalam sebuah organisasi serikat buruh, Yakni Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI). Yang dipimpin oleh Bapak SF. Sitanggang selaku ketua DPC Kabupaten Rokan Hulu – Riau.

Tindakan represif dan intimidasi terhadap buruh tersebut mengakibatkan para buruh tidak memiliki tempat tinggal, dan menimbulkan trauma. Sebagian dari mereka saat ini tinggal dan berteduh di tenda seadanya di pinggir jalan, yang jauh dari layak sebagai tempat tinggal manusia. Adapun korban dari tindakan represif tersebut rata-rata para buruh yang masih produktif dan masih memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

Salah satu buruh yang bernama Feriyanto mengatakan, malam itu akan dilaksanakan acara Wirid (Berdoa) di rumahnya. Ia pun sudah berusaha meminta tolong, ” Jangan hari ini, kalau bisa ditunda besok supaya bisa Wirid,” ujarnya.Namun, tindakan represif dari pihak keamanan semakin menjadi jadi, “Listrik saya diputus dan barang – barang saya dikeluarkan secara paksa,” tutupnya.

Buruh lain, Mula Joni Sihotang, juga mengalami hal yang serupa. Akibat pengosongan rumah secara paksa tanpa adanya penghuni di rumah , ia mengalami kehilangan beberapa barang berharga seperti emas dan uang tunai kurang lebih Rp.7 juta. “Waktu pulang kerja, barang-barang saya sudah tercecer di depan rumah. Uang 7 juta juga hilang tersebut, sudah saya tabung untuk biaya rumah sakit anak di Medan, tapi mau gimana lagi,” katanya.

Para buruh saat ini mengharapkan  tanggung jawab dari PTPN V Sei Rokan Riau atas tindakan dan kerugian yang diderita. Mereka yang rata – rata sudah 5 – 20 tahun bekerja di perusahaan, dan jam kerja dari 07.00-17.00 WIB setiap hari, merasa kehidupan mereka jauh dari sejahtera. “Kami tidak pernah menerima THR, maupun BPJS yang sebenarnya hak kami. Upah kami pun jauh dari upah rata-rata minum yg telah ditentukan oleh Undang – Undang.  Kami hanya terima Rp.35.000 per hari dan 70.000 per ton, jika panen.”, ujar Alter Situmeang, Sekjen FSBSI.

Adapun tuntutan FSBSI akibat pengusiran dan pengosongan rumah secara paksa oleh perusahaan sebagai berikut:
1. Perusahaan harus bertanggung jawab dan memberikan THR kami yang selama ini, sebagai pengganti kerugian kami.
2. Perusahaan harus bersedia mengganti uang sebagai ganti rugi, agar kami bisa mendapat layanan BPJS, dimana pun nanti kami akan bekerja.
3. Perusahaan juga harus mengganti dan membayar seluruh upah minimum kami selama ini, berdasarkan upah yang telah ditentukan oleh negara.
4. Perusahaan harus bertanggung jawab atas pesangon kami para buruh agar kami bisa mencari pekerjaan lain.

Dalam keterangan tertulis yang diterima SENTANA, para buruh juga meminta agar Komnas HAM, Komnas Perempuan dan juga Komnas Anak agar bersedia mendampingi mereka di tenda-tenda pengungsian. Hingga saat ini mereka mengaku masih trauma akibat kejadian tersebut dan intimidasi yang dilakukan perusahaan terhadap keluarga para buruh. Selain itu ada ketakutan bahwa kejadian serupa akan terulang kembali.

Menutup keterangan tertulis, Alter menambahkan agar proses hukum atas tindakan represif tersebut dijalankan, dan agar KPK memeriksa PTPN V Sei Rokan Riau. Para buruh mensinyalir banyak praktik-praktik yang diduga KKN dalam PTPN V Sei Rokan Riau. “Kami tidak mau KKN berkembang biak di Rokan Hulu, khususnya di PTPN V Sei Rokan Riau. Karena kami masih punya saudara-saudara yg sedang aktif bekerja diperusahaan tersebut,” tutup Alter.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Bakar Batu Awali Pembangunan Jalan Banti-Arwanop Kabupaten Mimika

Published

on

Merauke, Hariansentana.com – Rencana pembangunan poros jalan yang menghubungkan wilayah Banti dengan Arwanop akan dilanjutkan di tahun 2021 dan telah di mulai dengan dilaksanakannya upacara adat bakar batu dan doa bersama yang dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Opitawak,  Kampung Banti 1, Kampung Banti 2 dan Aroanop, bertempat di lapangan Bola Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kegiatan acara adat bakar batu dan doa bersama yang di gelar beberapa waktu lalu oleh Pemda Mimika merupakan syarat yang diminta masyarakat lokal untuk dimulainya kegiatan pembangunan jalan Banti-Arwanop. Acara tersebut diikuti kurang lebih 250 orang dari Kampung Opitawak, Banti 1 dan Banti 2 serta Aroanop.

Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko  melalui Kasi Teritorial Kolonel Inf Gania Hardi menyampaikan ucapkan terimakasih kepada masyarakat Opitawak yang telah menyiapkan tempat untuk Pos TNI di Kampung Opitawak dalam pelaksanaan pembangunan  jalan Banti-Arwanop.

“Kami mengharapkan kepada semua pihak agar bisa membantu kelancaran kegiatan pembangunan jalan Banti-Arwanop, sehingga dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.

Septianus Mabak Tokoh Masyarakat setempat menyampikan terimakasih dan ucapan syukur, karena dengan adanya pembangunan jalan ini saya dan generasi selanjutnya bisa akan menikmatinya. “Tolong program ini jangan dibatasi, tetapi lanjut sampai Arwanop, dalam program lanjutan ini tidak akan ada gangguan dari OPM karena jalan ini jalan saya punya dan masyarakat,” ungkapnya.

“Jalan silahkan dilanjutkan sampai ke Arwanop. Setelah selesai pembangunan ini, TNI akan menyerahkan kepada Pemda Mimika dan  untuk pemeliharaan setelah pembangunan ini kami harapkan libatkan kami masyarakat,” pesan Septianus.

“Kami minta di Opitawak ada Pos TNI, dan TNI-POLRI harus ditambah dalam program ini, dan kami mau pos TNI Induk ada di Kampung Opitawak,” harapnya. (Red/Penrem 174 Merauke).

Continue Reading

Daerah

Terbang Diatas Laut Natuna Utara, Pangkoarmada I Memastikan 3 Kapal Perang RI Ada Disana

Published

on

Natuna, Hariansentana com – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P. melakukan patroli udara guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di Laut Natuna Utara, Jumat (17/9/2021)

Dalam konferensi persnya saat mendarat di Bandar udara Ranai, Pangkoarmada I kembali menyinggung tugas TNI AL berdasarkan pada pasal 9 undang-undang no 34 tahun 2004 tentang TNI, dan atas dasar tersebut, TNI AL dalam hal ini Koarmada I melaksanakan tugas mengamankan perairan Laut Natuna Utara, dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara dituntut kehadiran KRI selalu ada 1 X 24 jam, oleh karena itu TNI AL mengerahkan sampai dengan 5 KRI, secara bergantian paling tidak ada 3 atau 4 KRI berada di laut sementara lainnya melaksanakan bekal ulang, sehingga dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia.

“Selain KRI, Operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim secara rutin di wilayah tersebut, seperti yang kita lakukan hari ini. Dari hasil patroli udara hari ini, saya meyakinkan bahwa unsur TNI AL dalam hal ini 3 KRI berada di Laut Natuna utara untuk menjaga keamanan laut dan memberikan rasa aman bagi para pengguna laut khususnya nelayan kita,” ungkap Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Lebih lanjut Pangkoarmada I mengatakan bahwa selama melakukan patroli udara tadi tidak dijumpai adanya kapal perang ataupun coast guard negara asing, demikian pula dengan kapal ikan asing (KIA), ada beberpa kontak yang kita temui selain kapal perang (KRI) kita sendiri adalah kapal nelayan lokal (KII) dan beberapa kapal niaga jenis tangker dan kontainer yang sedang melintas di ZEEI.

“Anda lihat sendiri ada 4 Kapal yang Sedang melintas di perairan internasional karena ZEE adalah perairan internasional dimana merupakan hak lintas damai dari negara-negara yang akan melintas di perairan tersebut,” ucapnya kepada awak media yang diajak ikut meliput situasi patroli udara maritim di Laut Natuna Utara.

Terkait video viral, tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, Pangkoarmada I memberikan tanggapan bahwa itu bisa saja terjadi, karena diatas ZEEI tersebut juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation, dimana semua negara memiliki hak lintas damai disana. Kapal perang yang viral dalam video tersebut mungkin sedang melakukan hak lintas damai atau sedang melintas di Luat Natuna Utara.(Red/Dispen Koarmada I)

Continue Reading

Daerah

Pangkalan TNI AL Cirebon laksanakan Serbuan Vaksin di Pusat Perbelanjaan

Published

on

Cirebon, Hariansentana.com – Pangkalan TNI AL Cirebon kembali mengerahkan Tim percepatan Vaksinasi Covid – 19 untuk melaksanakan serbuan vaksinasi Covid – 19 kepada Pelajar dan masyarakat umum di Kota Cirebon dalam rangka mensukseskan program pemerintah “Serbuan Vaksinasi Nasional kepada masyarakat umum” di wilayah kota Cirebon, Kamis. (16/9)

Adapun pelaksananaan serbuan vaksinasi hari ini dilaksanakan di pusat perbelanjaan Mall Grage City dengan sasaran Pelajar, masyarakat sekitar dan pengunjung Mall yang berbelanja.

Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Afif Yuhardi Putera, S.E., M.M., M.A., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sinergitas Lanal Cirebon dengan unsur TNI/Polri serta Pemkot Kota Cirebon sehingga pelaksanaan serbuan vaksin dapat dilaksanakan dengan lancar, terlebih antusiasme masyarakat yang begitu besar untuk melaksanakan vaksin.

“Jumlah target Peserta yaitu 1.000 orang dengan rincian pendaftar sebanyak 984 orang dan yang tervaksin 984 orang dengan jenis vaksin diberikan Sinovac Biofarma, ” ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini di laksanakan sebagai tindak lanjut perintah KASAL Laksamana TNI Yudo Margono S.E,.M.M dalam rangka mendukung program pemerintah melaksanakan percepatan serbuan vaksin kepada masyarakat.

Dalam beberapa kesempatan kepada awak media, Panglima Koarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P. juga menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut akan terus menggelar vaksinasi covid-19 sampai benar-benar target pemerintah terpenuhi atau seluruh warga Negara Indonesia telah menerima Vaksinasi. Sedangkan untuk pelaksanannya, akan terus dilakukan selagi stok vaksin masih ada.
(Red/Dispen Koarmada I)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.