Connect with us

Ekonomi

PLN Beri Tips Pelanggan Terhindar dari Bahaya Listrik

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya yang bisa ditimbulkan oleh listrik apabila tidak 1 dia, listrik telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. Pasalnya, segala kegiatan akan semakin mudah dilakukan dengan adanya listrik.

“Namun, listrik juga bisa menjadi berbahaya apabila tidak diperlakukan sebagaimana mestinya dan sebagaimana peruntukannya,”” kata Doddy dalam pesan tertulisnya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Menurut Doddy, agar terhindar dari bahaya listrik maka pelanggan harus menggunakan listrik sesuai daya tersambung di rumah. “Jika Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter PLN sering turun karena kurang daya, maka pelanggan bisa segera menambah daya listrik agar alat elektronik juga tidak cepat rusak akibat sering mati tiba-tiba karena MCB sering turun,” tukasnya.

“Jangan pula mengganti MCB sendiri dengan tujuan memperbesar daya listrik yang masuk ke rumah karena bisa berbahaya baik bagi lingkungan maupun rumah itu sendiri. Sebab jika arus listrik besar dan tidak diimbangi dengan kabel yang sesuai bisa menyebabkan kabel panas, yang berujung pada korsleting listrik sampai kebakaran,” papar Doddy.

Ia juga menghimbau agar pelanggan tidak mengambil listrik langsung dari tiang listrik karena arus listrik yang masuk ke rumah menjadi tidak terukur dan bisa berakhir pada kebakaran seperti mengganti MCB sendiri. Selain itu masyarakat juga dirugikan karena tegangan listrik di sekitar bisa saja menjadi drop.

“PLN sudah mengatur dan membagi listrik suatu gardu listrik sesuai dengan daya yang terdaftar di PLN pada suatu daerah. Apabila ada penggunaan listrik yang tidak terdaftar dan tidak terukur maka akan mempengaruhi juga tegangan listrik yang ada di daerah tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh Doddy juga meminta pelanggan untuk menggunakan alat elektronik atau jaringan listrik yang sudah Standar Nasional Indonesia (SNI) karena sudah melalui uji kelayakan. “Selain itu, masyarakat juga harus memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk instalasi listrik di rumahnya sebagai tanda bahwa instalasi listrik sesuai dengan standar,” tukasnya.

Terkit Listrik Penerangan Jalan Umum (PJU), menurut Doddy itu menjadi wewenang Pemerintah Daerah setempat. Artinya jika masyarakat menginginkan adanya PJU di wilayahnya maka bisa menghubungi pemerintah daerah setempat atau swadaya masyarakat sendiri.

“Karena mengambil listrik dari tiang untuk penerangan jalan bukanlah jalan pintas, apalagi jika hal itu dilakukan dengan menggunakan kabel yang tidak standar karena bisa berbahaya bagai keselamatan jiwa,” tukasnya.

“Kabel yang tidak standar akan rentan terkelupas dan menimbulkan kebocoran arus listrik. Apabila kabel terkelupas tersebut menempel pada bahan yang mudah menghantarkan listrik bisa mengakibatkan sengatan aliran listrik pada orang yang memegangnya,” tambah dia.

Namun lanjut dia, masyarakat tidak perlu khawatir akan bahaya listrik apabila sudah menggunakannya sebagaimana mestinya. Karena listrik juga akan memudahkan kehidupan masyarakat seperti penggunaan pada penggunaan alat elektronik yang semakin menghemat waktu dan tenaga. “Listrik akan menjadikan kehidupan yang lebih baik jika diperlakukan juga dengan baik,” tutup Doddy.(sl)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kerjasama PKS – TPPI Beri Nilai Tambah untuk Kedua Pihak

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melalui Anak Perusahaannya, PT Peteka Karya Samudera (PKS) melakukan Perjanjian Kerjasama Pemanduan dan Penundaan Kapal di Terminal Khusus TPPI Tuban.

Menurut Direktur PKS, Yulius Siaga Tiawarman, kerjasama ini dapat manghasilkan added value bagi kedua belah pihak, mengingat PKS merupakan Badan Usaha Pelabuhan di lingkungan Pertamina Group yang telah berpengalaman dalam kegiatan teknis operasional maupun administrasi Pemanduan Kapal.

“PKS ada di 10 lokasi TERSUS/TUKS Pertamina dan di 15 lokasi TERSUS Migas KKKS SKK Migas, dengan didukung SDM Pandu serta Mooring Master yang professional,” kata Yulius disela penandatangan Perjanjian Kerjasama tersebut di Kantor Pusat TPPI, Menara Sentraya, Jakarta (24/11/20).

Lebih lanjut Yulius menjelaskan, PKS sebelumnya telah mendapatkan izin Pelimpahan Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal dari Kementerian Perhubungan di TBBM Single Point Mooring (SPM) Pertamina Tuban, yang lokasinya bersebelahan dengan TERSUS TPPI Tuban.

“Saya harap dengan kehadiran BUP PKS di wilayah Tuban, dapat menjadi perpanjangan tangan negara dalam kegiatan Pemanduan Kapal untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Tuban serta kelancaran operasional kegiatan di TERSUS TPPI yang merupakan obyek vital nasional,” tutup Yulius.

Sementara Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan mengatakan, kerjasama yang dilaksanakan antara TPPI dengan PKS merupakan bagian dari pelaksanaan sinergi sesama Anak Perusahaan Pertamina Group yang bertujuan untuk meningkatkan operational excellence serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah TERSUS TPPI Tuban.

“Semoga kerjasama ini saling menunjang, saling mendukung dan  saling memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, yaitu PKS dan TPPI  untuk kemajuan bersama, dan juga bagi Induk Perusahaan  PT Pertamina (Persero) secara konsolidasi,” tukasnya.

Ia juga berharap, PKS dapat memberikan pelayanan terbaik kepada TPPI dalam memberikan pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan. “Mudah-mudahan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan tidak hanya di TERSUS TPPI Tuban tapi juga untuk kegiatan TPPI lainnya,” pungkasnya.

Sementara Presiden Direktur & CEO TPPI, Yulian Dekri mengungkapkan, pelaksanaan sinergi ini tentunya akan menunjang kepentingan seluruh pihak dalam mengembangkan bisnis dan usahanya untuk menjadi Perusahaan kebanggaan Bangsa Indonesia dan mewujudkan Visi TPPI untuk menjadi Perusahaan Petrokimia dan Energi Kelas Dunia serta Visi PTK untuk menjadi Perusahaan Jasa Maritim Yang Terintegrasi Dengan Skala Global Pada Tahun 2026.

“Kerja sama ini merupakan komitmen TPPI untuk terus  melakukan Sinergi BUMN terlebih dengan sesama group Pertamina. Kami telah melakukan dan akan terus meningkatkan kerjasama seperti ini, tentunya dengan persyaratan saling menguntungkan,” kata Yulian.

Pihaknya berharap, melalui kerjasama ini, TPPI dapat lebih memfokuskan diri pada core businessnya sebagai produsen Petrokimia dan mempercayakan pengelolaan kegiatan di TERSUS TPPI kepada PKS yang merupakan Badan Usaha Pelabuhan yang berpengalaman dalam bidangnya.

“Apalagi saat ini TPPI tengah menjalankan proyek Revamping guna meningkatkan kapasitas kilang TPPI, dimana jika proyek yang dijadwalkan selesai pada tahun 2022, maka aktivitas pada TERSUS TPPI akan meningkat tajam,” ujarnya.

“Saat ini juga sedang disiapkan kerjasama dengan AP PTK lainnya yaitu PT Peteka Karya Jala (PKJ) yang sedang dalam tahap negosiasi. Ini juga bukti komitmen TPPI untuk meningkatkan sinergi dalam group Pertamina,” tambah Direktur Operasional & COO TPPI, Erwin Widiarta.

Hadir pada pelaksanaan penandatangan perjanjian  Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan, Direktur Pemasaran PTK, Arsono Kuswardanu,  Presiden Direktur TPPI, Yulian Dekri, Direktur Operasional & COO TPPI, Erwin Widiarta, Direktur Pemasaran & CMO TPPI, Darius Darwis, Direktur Korporat & CCO TPPI, Basya G. Himawan, Perwakilan VP Marine PT Pertamina (Persero), Captain Dedik serta Direktur PKS, Yulius Siaga Tiawarman.(sl)

Continue Reading

Ekonomi

Teken MoU, PLN Jalin Kerja Sama dengan GESITS, Hyundai, Wuling dan Grab

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Dukung perkembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia, PLN jalin kerja sama dengan Mitra Kendaraan Listrik yaitu WIMA/GESITS, Hyundai, Wuling dan Grab untuk mengakselerasi perkembanganan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (WIMA/GESITS), M. Saryanto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Makmur, Wakil Presiden Direktur PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Sun Zhonghao dan Presiden Direktur PT Grab Teknologi Indonesia, Ridzki D. Kamadibrata, melalui video conference di Jakarta, Rabu (18/11).

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, kerja sama ini sebagai wujud keseriusan PLN terkait penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pihaknya juga berupaya terus mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di antara para pelaku usaha baik produsen kendaraan listrik, maupun para pengguna menuju ketahanan energi nasional, Power Beyond Generations.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kemampuan, pengalaman, sumber daya dan fungsi yang dimiliki PLN dan mitra kendaraan listrik guna kepentingan bersama yang dilandasi atas keinginan untuk saling sinergi dan memberikan dukungan pada pelaksanaan percepatan penetrasi program kendaraaan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia,” papar Zulkifli Zaini.


Melalui kolaborasi ini, kata Zulkifli, diharapkan dapat mengakselerasi pengunaan kendaraan bermotor listrik di Indonesia sehingga dapat memperkuat ketahanan energi di Indonesia. “Kerjasama ini merupakan langkah awal dari inovasi yang dapat diperluas dan dikembangkan guna saling memperkuat value dan manfaat bagi penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia” tambah Zulkifli.

Selain itu, lanjut dia, gerakan penggunaan kendaraan listrik kedepan akan sangat massif dan juga sejalan dengan pilar Green dalam transformasi PLN, mengingat penggunaan kendaraan listrik lebih ekonomis, ramah lingkungan dan menuju peradaban yang modern.

“Ke depannya PLN akan terus membuka ruang kerjasama bagi pelaku usaha dan produsen kendaraan listrik untuk terus berinovasi dan mengakselerasi pertumbuhan kendaraan listrik di tanah air,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (WIMA/GESITS), M. Saryanto menyatakan, GESITS tengah memproduksi 2.800 unit motor listrik dan 1.300 unit dalam proses pengiriman. “Kerjasama percepatan Kendaraan Bermotor Listrik ini sangat tepat dan strategis karena dilakukan bersama-sama dari PLN, mitra transportasi dan produsen kendaraan listrik,” ujarnya.

Sementara Presiden Direktur PT Grab Teknologi Indonesia, Ridzki D. Kamadibrata menambahkan, bahwa pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PLN. “Terimakasih kepada PLN atas kesempatan kerjasama ini, kami sangat menyambut baik kolaborasi ini, mengingat sampai saat ini, Grab juga telah memiliki 5.000 armada kendaraan listrik yang terdiri dari grab car, grab bike, dan lain-lain,” terang Ridzki.(sl)

Continue Reading

Ekonomi

Pertamina Foundation Gelar Webinar PFestWebinar 2020

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Menjelang akhir tahun, Pertamina Foundation akan menggelar PFestWebinar yang akan dilaksanakan mulai tanggal 16 November hingga 27 November 2020 mendatang. Diadakannya festival webinar PFSeries ini bertujuan untuk membangkitkan semangat (empowering), peningkatan kualitas diri (upskilling), dan kemampuan memberdayakan masyarakat lewat inovasi kreatif bagi para pendaftar keempat program PFSeries tersebut.

Selama tahun 2020, keempat program unggulan PFSeries tersebut telah sukses menarik antusiasme masyarakat untuk ikut berkontribusi aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di sekitar kita. Keberhasilan ini terbukti dari tingginya jumlah pendaftar yang mengikuti 4 program PFSeries. Tercatat ada 6848 pendaftar PFprestasi, 360 aplikan PFsains, 1186 pendaftar PFmuda dan 826 kelompok yang berisi 2431 anggota yang didaftarkan pada program PFpreneur.

“Untuk mengapresiasi semangat dan kontribusi yang sudah para pendaftar curahkan dalam program-program PFSeries, kami berinisiatif meluncurkan PFestWebinar ini agar para pendaftar dapat semakin mengembangkan karakter dan kualitas diri mereka semakin meningkat,” ujar Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S.Asngari.

Rangkaian PFestWebinar 2020 akan diawali dengan tema PFprestasi yang akan diselenggarakan pada hari Senin, 16 hingga 18 November 2020 yang bertajuk “Young Leaders in Action: Collaboration Across The Nation For Global Challenges”. Dalam Webinar PFprestasi, Pertamina Foundation akan menghadirkan sejumlah narasumber istimewa, antara lain Koeshartanto selaku Direktur SDM PT Pertamina (Persero), Andi F. Noya, Dian Sastrowardoyo dan masih banyak sosok inspiratif lainnya. Webinar bertujuan mengembangkan hard skills, soft skills, dan rasa cinta tanah serta kepedulian mereka terhadap lingkungan dan sekitar dari para peserta PFPrestasi.

Selanjutnya, Pertamina Foundation juga mengadakan webinar bertemakan program PFsains yang bertajuk “Inovasi Teknologi Berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Menuju Indonesia Mandiri Energi 2035” yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 hingga 20 September 2020. Dalam webinar ini, para peserta akan mendapatkan materi langsung dari para praktisi EBT yang berasal dari Kementerian Riset dan Teknologi, Kantor Staf Presiden bidang EBT, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pembicara hebat lainnya. Berbeda dengan PFprestasi, tema webinar PFsains ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat umum akan pentingnya penggunaan energi yang bersih dan berkelanjutan.

Tema PFestWebinar yangg ketiga adalah PFmuda. Seperti yang kita tahu, program PFMuda bertujuan untuk menuntaskan isu-isu sosial dan lingkungan di masyarakat. Oleh karena itu, webinar ini bertajuk “Young Leaders for Community Projects” dan akan dilaksanakan pada tanggal 21 sampai 23 November 2020. Pemateri webinar ini tak kalah luar biasa karena akan ada Maudy Ayunda, Kementerian Dalam Negeri, HOPE Worldwide Indonesia dan masih banyak bintang tamu lainnya. Dengan mengikuti Webinar tema Pfmuda ini, para peserta kompetisi PFmuda tentunya akan mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen proyek sosial dan aksi pengabdian masyarakat.

Rangkaian festival webinar PFseries 2020 ini akan ditutup dengan tema program yang ditujukan untuk pengusaha UMKM perempuan, yakni PFpreneur. Webinar PFpreneur akan diselenggarakan pada tanggal 23 hingga 25 November 2020 dengan tema “Women Leaders and Enterpreneurs”. Webinar seri PFpreneur ini akan menghadirkan banyak womenpreneur dan women leaders ternama, seperti Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina, Cinta Laura Kiehl, Putri Tanjung, dan masih banyak womenpreneur mandiri lainnya. Dengan mengikuti Webinar ini, peserta program PFpreneur dapat memperoleh pengetahuan mengenai produksi, pemasaran, dan pengembangan modal usaha serta penggunaan teknologi modern untuk usahanya.

Seluruh rangkaian kegiatan festival webinar PFseries ini didukung dan dibiayai oleh dana CSR PT Pertamina (Persero). Informasi terbaru lainnya terkait rangkain PFestWebinar 2020 dapat dilihat di media sosial Pertamina Foundation.(sl)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.