Ekonomi
PLN Bantu MTA Pulihkan Pasokan Listrik dengan Power Bank
Jakarta, HarianSentana.com – General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, M.Ikhsan Assad mengungkapkan, bahwa sejak tanggal 9 Januari 2020, pihaknya sudah mengalirkan listrik ke delapan kondominium yang berada di kawasan Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.
“Delapan kondominium itu sebenarnya sudah menyala pada tanggal 9 Januari lalu dengan daya 4 MW yang kita pasok dari Power Bank,” kata Ikhsan dalam pesan singkatnya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).
Namun, kata dia, untuk Mal Taman Anggrek saat ini masih dalam proses instalasi 8-10 MW dan butuh beberapa waktu lagi untuk normal kembali. “Dalam waktu 3-4 hari ke depan Mall Taman Anggrek sudah menyala semua,” ujarnya.
Ikhsan mengungkapkan, sebenarnya daya kontrak listrik untuk delapan kondominium dan mal Taman Anggrek
adalah sebesar 25 MW. “Daya terpasang kondominium delapan tower 7 MW , tapi rata-rata pemakaian setiap hari hanya 4 MW, jadi saat ini sudah bisa dipenuhi semua.
Sementara daya terpasang Mall Taman Anggrek 18 MW, dan kami bantu pasang trafo dan Power Bank 10 MW agar mal bisa segera berfungsi,” paparnya.
Menurut dia, sesuai permintaan pihak Taman Anggrek, layananan sementara dengan menggunakan Power Bank ini diperkirkan selama dua bulan dan bisa diperpanjang lagi jika instalasi internal belum siap. “Pihak Taman Anggrek minta dua bulan, tapi kalau instalasi mereka belum siap maka bisa diperpanjang lagi,” tukasnya.
Sebelumnya ikhsan mengungkapkan, bahwa padamnya listrik di Mal Taman Anggrek dan delapan kondominium beberapa waktu lalu terjadi akibat instalasi listriknya kebanjiran saat banjir Jakarta tanggal 1 Januari 2020.
Jadi menurut dia, penyebab padamnya listrik di mal dan kondominium Taman Anggrek bukan karena gardu yang tergenang air seperti yang terjadi di lokasi lain. “Ini penyebabnya karena instalasinya kebanjiran, kalau Gardu Listrik PLN aman dan tidak tergenang air,” kata Ikhsan.
“Di lokasi lain di Jakarta pun sebenarnya pemadaman terjadi bukan karena gardu listrik yang tergenang air tapi pada umumnya karena pemukiman warga yang tergenang sehingga terpaksa kami padamkan demi keselamatan warga,” tambahnya.(sl)