Connect with us

Seni Budaya

Perayaan HUT ke-22 Kabupaten Kepulauan Seribu Dimeriahkan Dengan Berbagai Lomba

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com
Kabupaten Kepulauan Seribu sukses menggelar perayaan HUT ke-22 di area Jembatan Cinta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kamis (09/11/2023).

Berbagai macam perlombaan diselenggarakan, seperti lomba menghias tumpeng, mocktail, membatik gobang, pawai carnaval dan fashion show, yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan warga Kepulauan Seribu.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta Kabupaten Kepulauan Seribu bisa menjadi teladan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia.
“Saya berharap bisa semakin maju dan menjadi teladan dalam pembangunan berkelanjutan bagi wilayah pesisir,” kata Heru dalam sambutannya ketika menghadiri perayaan hari jadi (HUT) ke-22 Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sementara Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan mengatakan, perlombaan ini diikuti 50 peserta yang terdiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.
“Ada tiga perlombaan yang digelar hari ini, terdiri dari hias nasi tumpeng, minuman moctail dan membatik gobang,” ujarnya.

Menurut Sonti, dalam ajang ini masing-masing peserta memberikan hasil yang terbaik. Salah satunya pada lomba hias nasi tumpeng dengan bentuk atau pola kura-kura, jembatan cinta dan gapura plaza kabupaten. “Tim juri juga telah menilai para peserta lomba untuk menentukan pemenang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Suku Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Sudin Kominfotik) Kepulauan Seribu, Setyadi Pramono mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dengan mengikuti perlombaan menghias nasi tumpeng dengan tema ‘Jembatan Penuh Cinta’. “Lomba ini juga memotivasi kami untuk tetap kreatif dan inovatif,” tandasnya.

Adapun untuk pemenang lomba menghias tumpeng diraih Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Seribu sebagai juara, sedangkan Kelurahan Pulau Tidung di peringkat kedua dan Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu di peringkat ketiga.

Lomba membatik kategori individu artistik, Haryati berhasil meraih juara, peringkat kedua diraih Lailatul Badriyah dan peringkat ketiga diraih Adinda Pratama. Kategori Makna untuk juara diraih Regina, Fauzia meraih peringkat kedua dan peringkat ketiga diraih Yumna Pariha. Ketegori teknik membatik juara diraih Endang Yunita, peringkat kedua diraih Endang Proborini dan peringkat ketiga diraih Anita.

Lomba kategori minuman tradisional kesehatan individu, juara diraih Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu, peringkat kedua diraih Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan dan peringkat ketiga diraih Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu.

Lomba minuman mocktail juara diraih Sudin KPKP Kepulauan Seribu, peringkat kedua diraih Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kepulauan Seribu dan peringkat ketiga diraih Suban Pengelola Aset Daerah Kepulauan Seribu.

Lomba fashion show kategori performance juara diraih Sudin Cipta Karya dan Tata Ruang Kepulauan Seribu, peringkat kedua diraih Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu, peringkat ketiga Camat Kepulauan Seribu Utara dan peringkat keempat diraih Lurah Pulau Pari.

Lomba fashion show kategori desain baju juara diraih Asisten Pemerintahan dan Kesra Kepulauan Seribu, peringkat kedua diraih Unit Kerja Teknis  2, peringkat ketiga diraih Suban Kesbangpol Kepulauan Seribu dan peringkat keempat diraih Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Lomba fashion show kategori keserasian juara diraih Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan, peringkat kedua diraih Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, peringkat ketiga Sekretaris Kabupaten, peringkat keempat Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu.

Sementara lomba karnaval kategori performance juara diraih Bilqis Firirozi, peringkat kedua diraih Taufik Hidayat, peringkat ketiga diraih Hilmah, peringkat keempat diraih Indri Nadia dan peringkat kelima diraih Klaudia.

Lomba karnaval kategori kreativitas juara diraih Azriyal Yusuf, peringkat kedua diraih Dourotunillah, peringkat ketiga diraih Nurul, peringkat keempat diraih Auliyah Fatmawati dan peringkat kelima diraih Kailah.

Lomba Carnaval ketegori artistik juara diraih Rumsari, peringkat kedua diraih Hildalestari, peringkat ketiga diraih Andri Gunawan, peringkat keempat diraih Tohir dan peringkat kelima diraih Azanaipah.

Para pemenang lomba masing-masing mendapatkan hadiah berupa televisi, dispenser, kulkas serta mesin cuci dari Bank DKI. (Sutarno)

Seni Budaya

Pameran Lukisan, Akan Terus Melahirkan Para Seniman yang Terus Berkarya

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).

Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.

Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.

“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.

Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Seni Budaya

Mushola Al-Hasanah Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Mushola Al-Hasanah jalan Hidup Baru IV RT.07/02 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota administrasi Jakarta Utara, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti Pengurus RW 02 beserta RT dan jamaah Masjid/mushola serta masyarakat sekitar, Rabu,(4/02/ 2026) Malam

Dalam Sambutannya Nuyasin (Seksi Agama RW.02) ketua Panitia isra Miraj Tingkat RW.02 mengucapkan terima kasih terhadap Pengurus RW/RT dan Donatur yang telah membantu terselenggaranya acara ini semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala berlimpat ganda” Ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut ketua MUI Kecamatan Pademangan Ustad H.Selamet Sugoro.S.Ag, Ketua DMI Kecamatan Pademangan KH.Drs.Amin Asalam, Ustadz H.Hendra.S.Ag. Ketua DMI Kelurahan Pademangan Barat, Ustad Hasan Bisri. Ketua masjid Alhayatul Jadidah, Hari Firmansyah Lurah Yusuf Barok, Kasatgas Pol PP, Aiptu Dwi Kapospol, Babinsa, Babinkantibmas, LMK dan lainnya

Puncak peringatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz KH.Encep Aang (Ki Balap Muda). Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya shalat lima waktu bagi umat Islam sebagai pondasi utama keimanan dan ketakwaan.

Ustadz KH.Encep Aang juga mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sholat yang terjaga akan membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Selain membahas Isra Mi’raj, jamaah turut diajak mengambil hikmah dari kisah isra mi’raj yang di lakukan Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut menjadi pelajaran penting tentang bahaya meninggalkan sholat dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT.

“Peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak diwajibkannya sholat lima waktu yang menjadi pondasi utama keimanan umat Islam. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kita diharapkan mampu memperbaiki kualitas sholat dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. mengajarkan kita tentang bahaya kesombongan dan keingkaran terhadap perintah Allah SWT,” ucapnya.

Sebelum ceramah dimulai, panitia menyerahkan hadiah kepada para juara Festival Anak Shaleh yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama setelah pelaksanaan. Kebersamaan tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Mushola Al-Hasanah. (Sutarno)

Continue Reading

Seni Budaya

Pameran Foto “Toraja Tanah Leluhur: Tradisi Menantang Waktu” Sarat Makna ke-Indonesiaan

pameran foto toraja rumah para leluhur

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PAMERAN Foto bertajuk “Toraja Tanah Leluhur: Tradisi Menantang Waktu” memiliki makna mendalam tentang ke-Indonesiaan kita. Indonesia yang terdiri dari Ratusan etnis dengan bahasa dan budaya lokalnya merupakan ciri khas tersendiri suatu bangsa. “Indonesia kaya akan budaya yang harus dipertahankan meski harus menantang waktu seiring perkembangan jaman,” kata fotografer Hasiholan Siahan, di gedung Institut Francis Indonesia (IFI) Jl. Wijaya I, Jakarta, Rabu (27/08/2025) malam.

Pameran foto yang dipajang dalam ruang galeri IFI Wijaya itu bukan sekadar karya visual, melainkan pintu menuju sebuah dunia: Toraja. Dunia di mana hidup dan mati berpelukan, di mana leluhur bukan sekadar kenangan, melainkan bagian dari keseharian.

Tajuk “Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menantang Waktu” ini menghadirkan potret budaya Toraja dengan kedalaman yang jarang tersentuh. Setiap bidikan kamera menangkap denyut tradisi-dari kemegahan upacara Rambu Solo’, keheningan tau-tau yang berdiri gagah di tebing batu, hingga ritual Ma’nene yang membuat arwah dan keluarga kembali bersua.

“Toraja mengajarkan kita bahwa kematian bukanlah akhir, tetapi perjalanan pulang. Foto-foto ini adalah upaya untuk merekam pesan itu agar tak hilang di tengah zaman,” terang Olan, panggilan akrab Hasiholan Siahaan.

Menurut kurator pameran itu, foto-foto yang terpampang lebih dari sekadar dokumentasi, karya-karya ini menghadirkan rasa. Potret wajah-wajah tua yang penuh garis pengalaman, kerbau belang yang dihormati, anak-anak yang berlari di halaman tongkonan, semuanya menjadi jendela ke dalam jiwa masyarakat Toraja. Pengunjung bukan hanya melihat gambar, melainkan ikut menyelami filosofi Aluk To Dolo, kepercayaan leluhur yang menata kehidupan dan kematian.

Sementara, ketua pelaksana pameran lan Sutisna mengatakan, di era modern yang sering mengaburkan identitas, pameran ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah jangkar. Toraja berdiri sebagai saksi bahwa kehidupan dan kematian, dapat disatukan lewat penghormatan pada leluhur.

Ibu Ester salah satu pengunjung pameran merasa kagum atas parneran foto yang menampilkan keindahan Budaya Tana Toraja ini.

“Pameran “Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menantang Waktu ini bukan hanya sekadar visual, melainkan perjalanan batin Leluhur yang ditangkap sempurna melalui lensa fotografer, katanya.

Seakan sebuah undangan untuk berhenti sejenak, menatap foto-foto itu, dan mendengar bisikan leluhur yang berbicara lewat cahaya, tegasnya.Pameran digelar oleh Forsednibudpar dan Galeri Mata Nusantara (GMN) ini bertujuan untuk merawat kekayaan seni budaya bangsa Indonesia dan mewariskannya kepada generasi muda melalui data dan jejak rekam digital serta memperluasnya melalui pameran foto, diskusi budaya maupun buku dan sosial media.

Gratis dan terbuka untuk umum, acara berlangsung mulai 27 Agustus-7 September 2025. Tiga fotografer menampilkan 15 (Lima belas) karya foto dengan tema beragam, unik, menarik dan menggugah penonton.Selain itu diesok harinya Kamis, 28 Agustus pada pukul 15.00 WIB akan diisi dengan Diskusi Budaya dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang mengupas Lunturanya Nilai Adat & Tradisi dimana upacara adat seperti Rambu Solo atau Ma’nene berpotensi ditinggalkan generasi muda karena dianggap rumit, mahal, dan memakan waktu.

Continue Reading
Advertisement

Trending