Connect with us

Ekonomi

Pakai Motor Listrik, Hemat Biaya Operasional Hingga 75 Persen dan Tak Cemari Lingkungan

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Upaya PT PLN (Persero) untuk terus memperluas ekosistem kendaraan listrik membuat motor listrik kini banyak menjadi pilihan masyarakat. Selain ramah lingkungan, masyarakat mulai beralih menggunakan motor listrik karena lebih hemat dari sisi biaya operasional maupun perawatannya.

Ananda Omesh, aktor yang juga menjadi salah satu pengguna motor listrik sejak tahun 2015 mengaku kini lebih nyaman menggunakan motor listrik. Hal ini karena motor listrik minim emisi gas buang dan polusi suara, apalagi kini telah menjadi tren.

“Menurut saya kendaraan listrik itu kendaraan masa depan, jadi kita nggak boleh ketinggalan juga. Percayalah infrastruktur teknologi semuanya akan semakin berkembang, jadi buat semua masyarakat jangan mau ketinggalan. Dengan transisi ini dunia kita jauh lebih baik,” tutur Omesh.

Menurutnya, dengan banyaknya infrastruktur yang dihadirkan pemerintah juga semakin membuat pengendara lebih nyaman menggunakan motor listrik.

Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Tonny Bellamy menyampaikan, saat ini penggunaan kendaraan listrik menjadi pilihan strategis karena masyarakat turut serta dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia. Selain itu, keuntungan yang didapat setelah beralih menggunakan kendaraan listrik adalah dapat menghemat biaya operasional hampir 80 persen.

Tonny mengungkapkan, perbandingannya cukup jauh, dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp1.699 per kilowatt hour (kWh), hanya diperlukan sekitar Rp2.500 untuk sepeda motor listrik menempuh jarak 50 kilometer (km) dan 10 km untuk mobil listrik. Sedangkan, jika menggunakan BBM, maka harus menghabiskan sekitar Rp13 ribu untuk menempuh jarak yang sama.

“Selain lebih ramah lingkungan, juga sangat menghemat biaya operasional. Maka dari itu, kendaraan listrik kini jadi pilihan utama keluarga di Indonesia,” ucap Tonny.

Dirinya juga menjelaskan terkait adanya perdebatan di masyarakat, efektivitas penurunan emisi penggunaan kendaraan listrik dimana sumber listrik yang ada di Indonesia saat ini masih bersumber dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Ada masyarakat yang bilang percuma berpindah ke kendaraan listrik, namun sumber listriknya 60 persen masih dari PLTU, ini perlu diedukasi. Penggunaan kendaraan listrik dengan kondisi hari ini akan mengurangi 50 persen emisi. Apalagi ke depan kita sedang melakukan transisi energi dan ke depan penggunaan energi ramah lingkungan akan terus meningkat,” tambah Tonny.

Sebagai gambaran, 1 liter bahan bakar minyak (BBM) setara dengan 1,2 kilowatt hour (kWh) listrik. Emisi karbon 1 liter BBM setara dengan 2,4 kilogram (kg) CO2e, sedangkan 1,2 kWh listrik emisinya setara 1,2 kg CO2e.

Tonny juga menegaskan komitmen PLN mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan terus membangun infrastruktur yang memadai di tanah air.

Saat ini PLN sudah mengoperasikan sebanyak lebih dari 600 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), lebih dari 1.400 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), serta lebih dari 9.000 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan kendaraan listrik di tanah air.

“PLN juga menyediakan layanan home charging yang memudahkan pengguna melakukan pengisian daya di rumah. Masyarakat tidak perlu risau kehabisan daya, karena infrastrukturnya sudah sangat lengkap,” tutup Tonny.()

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Ini Lima Langkah Strategis PLN EPI Tahun 2024

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memiliki lima langkah strategis pada tahun ini. Berbagai upaya dan ekspansi dilakukan PLN EPI untuk bisa menjamin terjaga rantai pasok energi primer dan menjadikan PLN EPI sebagai perusahaan yang ternama.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam Press Briefing Corporate Exposure PLN EPI pada Selasa (20/2) menjelaskan pada tahun ini PLN EPI menargetkan kinerja keuangan yang sehat dan juga bertumbuh. Selain memperkuat lini bisnis rantai pasok energi primer yang ada saat ini, peningkatan pendapatan _beyond kWh_ seperti sektor logistik energi juga akan menjadi fokus perusahaan pada tahun ini.

“Kita pada tahun ini akan meningkatkan optimalisasi perkembangan portofolio baru. Kita juga akan mulai masuk pada bisnis green baik melalui co-invesment untuk meningkatkan additional demand,” kata Mamit

Berbagai kerjasama dan kolaborasi sudah lebih dulu dilakukan perusahaan pada tahun 2023 hingga awal tahun ini. Seperti bekerjasama dengan Jepang, perusahaan asal UEA untuk pengembangan rantai pasok energi primer.

Kedua, penguatan suplai energi primer ke seluruh pembangkit. Saat ini PLN EPI memiliki mandat untuk menjaga seluruh pasokan baik itu batubara, gas, BBM hingga biomassa ke pembangkit di level keamanan Hari Operasi Pembangkit (HOP).

“Tak ada pembangkit yang di bawah 20 HOP saat ini. Berbagai penguatan seperti jaminan pasokan, keamanan alokasi energi primer kita perkuat hingga seluruh pembangkit terjamin pasokan energinya,” imbuh Mamit

Ketiga, tahun ini PLN EPI juga akan menekankan efisiensi biaya energi primer dengan perencanaan kebutuhan dan kepastian rantai pasok dengan biaya yang paling optimal.

Keempat, sesuai mandat holding, PLN EPI juga mengembangan usaha dengan menerapkan prinsip ESG. Hal ini juga sejalan dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

“Seperti pelibatan masyarakat di gunung kidul Yogyakarta dalam membuat eco-village atau desa berdaya energi untuk hutan energi juga menjadi salah satu implementasi prinsip ESG,” kata Mamit.

Kelima, penguatan tata kelola Human Capital. Hal ini untuk meningkatkan maturitas organisasi perusahaan yang didukung oleh proses bisnis yang ekselen dan sesuai dengan GCG.(s)

Continue Reading

Ekonomi

Dukung Target Biomassa 2,5 Juta Ton di tahun 2024, PLN EPI Jalin Kerjasama dengan Pemda Manfaatkan Lahan Kosong

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Guna mendukung target biomassa sebesar 2,5 juta ton pada tahun 2024, PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda ) dengan memanfaatkan lahan kosong untuk hutan tanaman energi.

Hal ini disampaikan Corporate Secretary PLN EPI, Mamit Setiawan saat
Press Briefing Corporate Exposure Subholding PT PLN EPI Group di Jakarta, Selasa (20/2). “Ini semua kita lakukan untuk mendukung target biomassa sebesar 2,5 juta ton pada tahun 2024,” kata Mamit.

Menurut dia, untuk tahun 2024, PLN EPI akan memasok biomassa sebanyak 2,5 juta ton untuk 53 PLTU. Sementara target untuk tahun 2025 sebesar 10 juta ton biomassa untuk mengurangi emisi di PLTU-PLTU tersebut.

“Pemanfaatakan limbah untuk biomassa juga memberikan multiflyer effek dan menciptakan ekonomi sirkular bagi masyarakat,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa potensi biomassa sangat besar, sehingga target 10 juta ton tersebut bisa terpenuhi dengan memanfaakan Hutan Tanaman Energi dan limbah sampah dari cangkang sawit, sawdust dan Bahan Bakar Jumputan Padat.

“Kami optimis, target 10 juta ton itu akan terpenuhi. Karena selain memanfaakan Hutan Tanaman Energi, juga dengan menggunakan limbah sampah dari cangkang sawit, sawdust dan Bahan Bakar Jumputan Padat,” papar Mamit.

Sementara itu, kata Mamit, guna menjaga keandalan kinerja pembangkit dalam memasok listrik, PLN EPI mampu memasok ketersediaan batubara, BBM dan gas secara optimal.

“Kami pastikan bahwa ketersediaan energi primer sangat aman. Misalnya untuk Hop batubara di 24-33 hari atau paling rendah 22 hari, BBM antara 8 – 14 hari. Sedangkan untuk co-firing sebesar 1 juta ton di tahun 2023,” ujar Mamit.

“Sementara terkait pengurangan emisi karbon, kami mendukung operasi pembangkit agar efesien dengan program gasifikasi memanfaakan harga gas terbaik,” pungkasnya.(s

Continue Reading

Ekonomi

Mobil Listrik dan SPKLU Gratis di IIMS 2024

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – PLN membagikan mobil listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara gratis kepada pengunjung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Mobil dan SPKLU dalam bentuk replika tersebut bisa didapatkan di booth PLN yang terletak di area Hall C, JIExpo Kemayoran.

Pengunjung IIMS bisa memperoleh paper craft yang dirakit sendiri menjadi bentuk mobil listrik dan SPKLU PLN. Paper craft ini merupakan karya UMKM Ichinogami, binaan PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. Sambil merakit mobil listrik atau SPKLU, pengunjung IIMS booth PLN bisa mendapatkan informasi kelistrikan dan promo yang ada.

Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya mengatakan ada promo tambah daya listrik khusus pelanggan PLN yang berkunjung ke IIMS yaitu tambah daya dengan harga murah maupun pasang baru diskon khusus pemilik kendaraan listrik.

“Silakan datang ke booth PLN di IIMS, dapatkan mobil listrik atau SPKLU secara gratis di booth PLN, dan tentunya banyak promo,” jelas Lasiran.

Workshop paper craft dari Ichinogami juga akan diadakan di IIMS pada tanggal 24 Februari 2024 mendatang. Pengunjung IIMS bisa membawa serta keluarga untuk berkunjung.

Workshop paper craft ini sangat diminati anak-anak, jadi nanti pulang dari IIMS bisa bawa mobil listrik atau SPKLU, orang tuanya bisa dapat juga diskon tambah daya listrik,” kata Lasiran.

Selain Ichinogami, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya juga mempunyai 550 UMKM binaan dari berbagai sektor yaitu fashion, makanan minuman, kerajinan, dan lainnya. PLN berkomitmen untuk turut bersama-sama mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Bantuan yang diberikan antara lain pelatihan, pendampingan pengembangan produk naik kelas, serta sarana promosi.(s)

Continue Reading
Advertisement

Trending