Connect with us

Gayahidup

Nikmat Group Gandeng Jovi Adhiguna Launching Gildak

Published

on

JAKARTA, Hariansentana.com – Sukses dengan brand kedai kopi Lain Hati dan Street Boba, kini Nikmat Group kerja sama dengan Influencer papan atas Tanah Air, Jovi Adhiguna kembali menghadirkan brand terbarunya Gildak K – Street Snack.

Deo Cardi Nathanael, selaku Vice President of Marketing Nikmat Group mengatakan, Kali ini Nikmat Group luncurkan Brand yang berbeda, kalau sebelumnya kita buat brand dengan konsepnya jepang, kali ini kita luncurkan produk dengan konsepnya Korea,” katanya saat Grand Launching Gildak di Krekot Bundar Pasar Baru Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Deo menjelaskan bahwa Nikmat Group terus berusaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kita tau bahwa banyak masyarakat yang suka dengan jajanan snack Korea, hanya mereka tidak tau mau belinya dimana?. Gildak adalah merupakan brand makanan dengan konsep menu Korea, dengan bumbu – bumbu rasa nasional dan Korea. Kita hadir disini,” jelasnya.

“Konsep ini berawal dari Street Boba yang sudah mencapai Store yang ke 43, dimana para pelanggan banyak yang menanyakan kenapa kok tidak ada makanan yang asin -asin, disinilah awalnya tercetus ide ini,” ungkap Jovi Adhiguna.

Saat ini lanjut Jovi, Gildak telah menyajikan 10 varian menu seperti nasi, kulit ayam, ayam goreng dengan bumbu – bumbu dari rasa nasional sampai rasa Korea, dan tingkat kepedesannya pun bisa dipilih sesuai selera.

“Sampai hari ini kita baru menghidangkan sampai 10 menu saja, mudah – mudahan kedepannya kita sudah banyak menu korea lainnya,” lanjut Jovi.

“Gildak artinya ayam jalanan, sama seperti Street Boba pinggir jalan sehingga ditempat ini lengkap sudah, kita mau makan bisa, mau minum juga bisa, tempat nongkrongnya pun enak dan banyak tempat photo – photonya,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan dari Gildak ini mulai dari harga 18ribu hingga 30ribuan. Gildak juga mempunyai makanan favorit yaitu Itawoen cryspy chiken yaitu ayam yang diberikan bumbu dan mozarela serta menu favorit lainnya.

Khusus besok pada 12 September 2020 Gildak juga akan memberikan promo spesial dengan By One Get One, Selain itu Gildak juga melakukan promo secara online melalui Grab dan Gojek yang sudah mulai Aktif Sore ini.

Dalam waktu dekat Gildak juga akan segera membuka cabang diseluruh kota – kota besar di Indonesia dan akan membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu dalam lima hari kedepan Gildak juga akan membuka store keduanya yang berlokasi di seputaran Rawamangun,” Pungkas Deo

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gayahidup

Malikalovre Luncurkan Produk Scraf Terbarunya Scraf Sinatra

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Setelah sukses dengan produk scraf hijab sebelumnya, kini Malikalovre luncurkan produk Scraf terbarunya yaitu Malika Scraf Sinatra.

Managing Direktor Malikalovre Anggi Jihan menjelaskan, Malikalovre yang bergerak dalam bidang fasyen disaigner yang berdiri sejak tahun 2015 lalu saat ini meluncurkan produk disaigner terbarunya yaitu Scarf Sinatra.

“Yang menarik dari produk Scarf Sinatra Series ini adalah, mempunyai cerita tersendiri. Produk ini bukan saja hanya sebagai disain scraf, melainkan didalamnya mempunyai seni yang terinsfirasi dari Kota Braga yang terletak di Kota Bandung,” jelasnya dalam acara Grand Final Coffee Hunt 2020 di Hotel Ciputra Cibubur Jakarta Kamis (15/7/2020).

Scraf Sinatra memiliki disain seni lukisan Kota Braga pada saat zaman dahulu. Daerah ini memiliki salah satu fasion yang terkenal. Ditempat ini biasa dibuat untuk pertemuan sambil mendengarkan musik dari Frank Sinatra,” tambahnya.

Malika Scarf sangat elegant looknya sehingga cocok dikenakan di acara formal seperti kantor maupun acara kondangan. Scraf ini bukan diperuntukkan untuk hijab saja, akan tetapi pada series scraf ini yang non hijab pun juga bisa.

“Jadi bukan hanya buat yang berhijab saja, tetapi juga bisa dibuat asessories. Scraf Sinatra memiliki tiga koleksi salah satunya yang limited edition,” ungkapnya.

Anggi berharap di era new normal ini Malika bisa hadir untuk dapat mengisi fashion yang ada di Indonesia.

Malika juga telah menggandeng beberapa disainer terkenal serta berkolaborasi dalam acara coffee hunt 2020. Selain sebagai aksi sosial, Malika juga memberikan sekian persennya dari pembelian untuk mendonasikan sebagian peraennya, yang akan disalurkan pada saat hari Idul Adha nanti.

Continue Reading

Kesehatan

Peringati Harganas ke-27, Kodim 0502 dan BKKBN Jakut Layani 2548 Akseptor KB Gratis

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 diwarnai dengan pelayanan KB gratis bagi 1 juta Akseptor.

Auditor Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Agus Sukiswo menjelaskan, dengan mengutamakan protokol kesehatan sejuta Akseptor KB akan dilayani secara gratis.

“Hari ini, tantangan dari BKKBN di masa pandemi COVID-19 bisa melaksanakan kegiatan pelayanan ke masyarakat di tempat praktek mandiri bidan dan puskesmas. Data pelayanan KB yang dilakukan hari ini akan disampaikan se-Indonesia. Kita gerakan semua untuk melayani kebutuhan masyarakat di masa pandemi COVID-19,” jelasnya saat monitoring pelayanan KB di lokasi praktek mandiri Bidan Wia Sriwiati, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Senin (29/6).

Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pemberian bantuan alat pelindung diri berupa Hazmat, Face Shield dan Face Mask kepada Bidan Wia Sriwiati. “Disini pelayanannya bagus, kader-kadernya aktif dan mematuhi protokol kesehatan. Setelah ini, kita akan tinjau pelayanan KB di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok,” ujar Agus.

Dalam puncak peringatan Harganas, sebanyak 2548 akseptor yang tersebar di wilayah Jakarta Utara akan mendapatkan pelayanan KB gratis. Setiap kelurahan ditargetkan melayani 83 akseptor KB.

“Warga Jakarta Utara bisa memanfaatkan kegiatan ini karena keluarga yang sehat harus direncanakan melalui program KB,” ungkap Ali Maulana Hakim Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara,

Ia juga mengapresiasi semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Harganas ke-27 di wilayah Jakarta Utara. “Tadi juga dibagikan paket sembako kepada akseptor KB dari jajaran Kodim 0502/JU. Kami ucapkan terima kasih atas kolaborasinya untuk mendukung kegiatan ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Suni Sigit Wijatmoko mengatakan, antusias masyarakat untuk ikut program KB sudah cukup baik. “Peringatan Harganas ini sebagai momentum untuk mengingatkan kembali bahwa pondasi yang kuat adalah keluarga maka dari itu program KB sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang terencana, sehat dan bahagia,” tuturnya.

Adanya layanan KB gratis langsung dimanfaatkan sejumlah warga Kelurahan Semper Barat. “Biasanya saya rutin periksa KB di Puskesmas Kelurahan Semper Barat. Sampai sekarang saya gunakan alat kontrasepsi berupa pil KB untuk mencegah kehamilan soalnya saya sudah punya 2 anak dan itu sudah cukup sesuai program pemerintah,” ucap Lia, warga RW 08 Semper Barat.

Sutarno

Continue Reading

Tekno

Akademisi: Penggunaan BBM Beroktan Tinggi Baik untuk Mesin Kendaraan

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, bahwa penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan yang lebih tinggi akan lebih baik untuk pengguna kendaraan bermotor.

Menurut Prof Tri, menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi akan menghindarkan mesin dari kondisi detonasi atau pembakaran yang tidak terkontrol dan tidak tepat pada waktunya. “Seharusnya pembakaran di ruang bakar mesin motor itu terjadi ketika businya menyala yang kemudian akan merambat ke tempat lain,” kata Prof Tri saat dihubungi HarianSentana.com lewat telepon ganggamnya, Rabu (24/6/2020).

“Namun dalam kasus oktan rendah, pembakaran bisa terjadi di tempat lain dan gelombang pembakaran tadi akan bertabrakan dengan sumber lain yang akan menyebabkan detonasi atau yang biasa kita kenal dengan mesin menggliitik,” tambah Prof.Tri.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi, karena selain bagus untuk perawatan mesin kendaraan, juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih kecil.

Lebih jauh ia mengungkapkan, bahwa antara spesifikasi bahan bakar dengan emisi gas buang juga ada hubungan seperti yang sudah diatur di dalam standar internasional World Wide Fuel Charter (WWFC).

“Kalau spesifikasi sudah diatur di dalam standar internasional WWFC di mana ada ketentuan kalau regulasi emisi gas buang Euro 4 maka spesifiksi bahan bakar harus katagori 3 atau 4, itu sudah ada ketentuannya,” jelas Prof Tri.

“Di dalam ketentuan WWCF tersebut, sama sekali tidak direkomendasikan untuk menggunakan premium atau bahan bakar lain dengan RON di bawah RON 91,” tambah dia.

Namun menurut Prof Tri, setiap kendaraan telah memiliki hitungan rasio kompresi mesin. Hasil dari hitungan tersebut menentukan jenis BBM yang harus digunakan. “Jadi tinggal disesuaikan saja dengan data spek, tapi kalau pakai bahan bakar dengan oktan yang terlalu tinggi justru tidak baik untuk kendaraan yang tidak sesuai,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata dia, mobil dengan rasio kompresi mesin di atas 10:1 harusnya sudah pakai RON 92 atau setara Pertamax. Sementara untuk yang di atas 11:1 atau 12:1 tentu harus pakai yang oktan lebih tinggi.

Sedangkan untuk mobil-mobil keluaran tahun 2000-an ke bawah, biasanya rasio kompresi mesin masih rendah. Sekitar 9:1 ke bawah, dan butuh BBM dengan RON 88 atau setara Premium.

“Kalau mobil lawas dengan kompresi rendah seperti itu, pakai oktan tinggi justru tidak baik. Karena pasti ada sisa-sisa bahan bakar yang enggak terbakar,” katanya.

“Lebih baik memgikuti anjuran pabrikan, karena mereka yang telah mengatur engine management seperti apa, kompresinya, dan lain-lain,” tambah Prof.Tri Yus.

Terkait emisi gas buang yang lebih kecil dihasilkan oleh bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi menurutnya hal itu akan lebih baik untuk kesehatan manusia dan membuat lingkungan lebih terjaga.

“Jadi harapan agar masyarakat mau beralih menggunakan BBM ber-oktan lebih tinggi ini selain untuk perawatan mesin kendaraan, juga berdampak lebih baik bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan terutama untuk generasi mendatang. Karena yang akan merasakannya nanti adalah anak cucu kita nanti,” pungkasnya.(sl)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.