Polhukam
Mikhael Sinaga: PKB Apresiasi Penghematan KPU Dengan Tak Undi Nomor Urut Parpol
Jakarta, Hariansentana.com – Juru Bicara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mikhael Sinaga sebut hasil rapat konsinyering Perppu Pemilu yang memutuskan nomor urut Parpol tak diundi, tapi untuk parpol non parlemen tetap diundi, yang telah disepakati oleh Pemerintah, DPR, dan KPU, keputusan itu dapat menghemat anggaran partai politik pada Pemilu 2024 mendatang.
Kesepakatan itu membuat parpol tetap bisa menggunakan alat peraga yang pernah digunakan pada pemilu sebelumnya.
“Sebagai kader di PKB, saya melihat ini positif untuk semua partai yang ikut di 2024 tidak hanya PKB. Pertama, alat-alat peraga yang dipakai di Pemilu sebelumnya masih bisa digunakan kembali. Jadi, ini penghematan besar, karena kita tahu selama ini biaya mengadakan pemilu itu sangat besar,” kata Mikhael Kamis (17/11).
Menurut Mikhael, yang tidak setuju dengan keputusan nomor urut parpol tak perlu diundi berarti ingin memboroskan APBN. Dia menilai tak ada unsur diskriminatif terhadap putusan tersebut seperti yang diutarakan parpol non parlemen.
Soal diskriminatif apa fasilitas tambahan yang didapatkan partai lama dibanding partai baru, saya yakin mereka pun tidak bisa sebutkan karena memang KPU dan sistem yang sudah ada saat ini sangat adil,” beber Mikhael.
“Kalau partai baru mau membuat isu soal diskriminasi dalam pemilu, angkatlah isu yang lebih intelektual seperti program jangan mempermasalahkan yang sepele seperti nomor urut,” sambung Michael.
Lebih jauh, Mikhael berpendapat, soal nomor urut layak dimasukkan dalam salah satu substansi Perppu Pemilu. Sebab, menurutnya tak ada yang dirugikan dan justru menghemat APBN
“Mendesak itu kan kesannya reaktif atas sesuatu hal darurat yang perlu direspons, kalau ini sebenarnya logis saja dan tidak perlu terlalu baper (parpol non parlemen),” tutur Mikhael.
Kami sebagai generasi milenial sangat mengapresiasi keputusan KPU, salah satu concern kami terkait pemilu yaitu sampah spanduk, bendera, kaus dan flyer yang tak terpakai lagi dengan ini dapat dikurangi. Jadi selain menghemat APBN ini juga membantu mengurangi sampah dan mencegah Global Warming,” pungkas Mikhael. (Red)