Connect with us

Bodetabek

Masyarakat Ciampea Tolak BPNT Dipasok Mafia Berkedok Perusahaan

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – Desas- desus Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak sesuai dengan pedoman umum program sembako tahun 2020, yang terjadi di Kabupaten Bogor Jawa Barat baru-baru dan dikeluhkan oleh masyarakat sekitar khususnya masyarakat Kecamatan Ciampea mendapat sorotan dari berbagai pihak, baik dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), paguyuban kepala desa, hingga lembaga sosial kontrol lainnya.

Bagaimana tidak, BPNT adalah salah satu program pemerintah yang digadang-gadang untuk menanggulangi kemiskinan yang terjadi di masyarakat yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar.

Namun teori penyaluran BPNT hanya menjadi hisapan jempol belaka karena praktek yang terjadi di lapangan diketahui sangat berbeda dan tidak sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan oleh masyarakat.

Seperti penyampaian salah satu Kepala Desa (Kades) yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Ciampea Ahmad Yani kepada wartawan, Selasa (02/06) sangat menyesalkan atas pasokan BPNT yang dinilai tidak sesuai dengan pedoman yang ada.

“Saya sangat menyayangkan jika bantuan yang sampai kepada masyarakat mutunya hanya seperti ini (sambil menunjukan salah satu sembako yang diterima oleh penerima bantuan-red),” sesalnya.

Untuk itu, ke depannya Ahmad Yani akan mengajak kades-kades lain untuk mengontrol pengiriman BPNT terutama desa-desa yang ada di Kecamatan Ciampea.

“Jika sembako yang dikirim oleh oknum perusahaan yang menjadi rekanan pemerintah sampai kepada masyarakat tetap seperti ini, kami akan tolak,” tegasnya.

Terpisah Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Bhayangkara Utama Haidy Arsyad, mengaku ikut prihatin dengan rumor perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan terkesan mementingkan dirinya sendiri atau individu tertentu tanpa memikirkan kemaslahatan umat.

“Saya selaku putra daerah yang lahir dan besar di Bumi Tegar Beriman ini merasa terpanggil untuk membela kepentingan masyarakat, apalagi ini menyangkut salah satu bidang dikelembagaan yang saya pimpin”, ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Rabu (03/06).

Untuk itu Haidy berjanji akan segera menyurati instansi/institusi terkait untuk menindaklanjuti atau turun langsung ke lapangan agar bisa sama-sama mengontrol penyaluran bantuan yang ada.

“Kami atas nama LPKSM Bhayangkara utama akan menyurati dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, dan PD. Pasar Tohaga agar bisa saling berkoordinasi dan memantau penyaluran bantuan yang memakai uang rakyat yang tidak sedikit ini,” tandasnya.

Haidy meminta kepada pemerintah agar bisa membuktikan dan menepis rumor yang beredar di kalangan masyarakat bahwa ada oknum-oknum plat merah yang disinyalir kongkalingkong dengan perusahaan yang menyebabkan sembako sampai kepada penerima bantuan jauh dari kualitas dan kuantitas pedoman sembako yang diterapkan oleh pemerintah.

“Ya mari sama-sama kita buktikan saja bahwa tidak ada permainan dalam pemberian bantuan ini, dan tidak menutup kemungkinan bahwa di kecamatan lain juga terjadi seperti ini,” tukasnya.

“Saya juga menghimbau rekan-rekan aktivis lainnya untuk sama-sama mengontrol kinerja pemerintah, masyarakat sudah berharap BPNT dapat mengurangi beban hidup apalagi dalam situasi dan kondisi terdampak Covid-19 ini tapi seakan-akan dijadikan kesempatan untuk meraup keuntungan bagi mereka yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan instansi/institusi terkait belum dapat dikonfirmasi dan akan dilakukan konfirmasi kembali.
Penukis: Dedy Firdaus/Roni

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bodetabek

Survei Kepuasan Pelanggan Tirta Kahuripan, guna Merinci Kepuasan Pelanggan serta Kualitas

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com — Meskipun sebagai satu-satunya perusahaan pengelola air minum untuk masyarakat Kabupaten Bogor tidak membuat Perumda Air Minum Tirta Kahuripan tutup mata dalam mengetahui posisi tingkat kepuasan pelanggannya.

Tentunya hal tersebut dapat diketahui dengan menilai korelasi antara harapan yang diinginkan dan kualitas pelayanan yang didapat terhadap kepuasan pelanggannya.

Direktur Umum, Abdul Somad, menyampaikan bahwa di era globalisasi teknologi dan informasi membuat dunia bisnis semakin dinamis dan bergerak cepat, sehingga mengetahui tingkat kepuasan pelanggan sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup bisnis dalam jangka panjang.

“Tentunya hal tersebut harus disikapi serius dan tepat sasaran, Survei Kepuasan Pelanggan (SKP) kali ini akan merinci faktor penentu kepuasan, seperti kualitas pelayanan, kualitas produk, kesesuaian harga, hingga faktor ekonomi dan pribadi pelanggan. Sehingga dengan data SKP ini kita dapat mengetahui standar produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.” papar Abdul Somad

“Hasil SKP ini akan menjadi pedoman perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan khususnya di komponen yang masih lemah, sehingga produk air bersih baik secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas berbanding lurus dengan kualitas pelayanannya. Sehingga nantinya akan mengurangi aduan keluhan pelanggan sekaligus mencegah pelanggan menggunakan air tanah berlebihan yang justru merusak lingkungan lebih luas.” jelas nya.

Untuk diketahui lebih lanjut, survei ini akan dilakukan kepada 1.107 pelanggan dari kelompok rumah tangga (domestik) yang dilaksanakan oleh PT. Multi Utama Risetindo dengan 33 petugas surveyor yang dilengkapi kartu tanda pengenal petugas dan surat tugas dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan. Sedangkan survei akan dilaksanakan tanggal 8 Juli sampai dengan 10 Agustus 2024 dan untuk info lebih lanjut terkait SKP tersebut dapat menghubungi WA Official di nomor 0821 1996 9008 atau Call Center di 1500 862.
….( Tabrani / Dedy F )

Continue Reading

Bodetabek

Kompak!! Ratusan Santri dan Guru, Gus hingga Kiyai, Deklarasikan Berantas Narkoba Bersama BNN Jawa Tengah

Published

on

DEMAK , HARIANSENTANA.COM — “Tolak Narkoba !!, Berani Rehabilitasi !!, Laporkan !!”, demikian gemuruh yel-yel yang mengumandang di gelora Bintoro Futsal jalan stasiun Demak, saat diucapkan oleh ratusan peserta santri, Guru, Gus, hingga Kiyai, beserta kontingen, wasit maupun panitia dalam gelaran Tournament Futsal antar Pesantren Demak bersama BNNP Jawa Tengah, Senin (8/7/2024).

Dalam Arahannya, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjend. Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, menjelaskan bahwa, giat Tournament Futsal antar Pesantren Demak (TFPD) adalah upaya untuk mempercepat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Wilayah Jawa Tengah khususnya di kalangan santri dan generasi muda sekaligus mencari talenta unggul di olahraga Futsal, yang diselenggarakan oleh FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren), RMI (Robitoh Ma’had Islami) berkerjasama dengan PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia), didukung penuh oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Jawa Tengah.

“Kegiatan P4GN ini diselenggarakan bukan hanya untuk edukasi pencegahan, pemberantasan, serta menendang narkotika dikalangan santri dan generasi muda, namun juga untuk mempererat persaudaraan, menanamkan nilai-nilai sportivitas, serta membentuk karakter yang kuat dan tangguh,” jelas Agus Rahmat.

Senada, disampaikan oleh panitia pelaksana, Kiyai Ulil Arkham dan Ketua FKPP, KH. Suyitno Achmad, serta Ketua RMI, Kiyai Cholilullah bahwa, ajang TFPD untuk silaturahmi antar pesantren di 14 Kecamatan, juga sebagai kegiatan positif yang dapat membangun karakter dan mental generasi muda agar terhindar dari bahaya narkotika.

“Maka kami sangat berterima kasih kepada PGSI Demak, BNN Kendal, juga Pak Jendral Agus Rahmat, selaku Kepala BNNP Jawa Tengah yang menginisiasi giat Futsal, beserta sponsor dari PT. NJM (Nurcahya Jaya Mandiri), Kesbangpol, hingga Pak Camat, atas terselenggaranya acara ini,” ujar Kiyai Ulil yang didampingi Ketua RMI.

Giat yang sangat meriah tersebut, dihadiri oleh Ketua DPRD Demak, HS. Fahrudin Bisri Slamet, SE, Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati, S.Sos, M.M, Ketua PGSI Kabupaten Demak, Muhammad Noor Salim, Ketua FKPP Demak, KH. Suyitno Achmad, Ketua RMI Kabupaten Demak, KH. Cholilullah, Kepala Badan Kesbangpol Demak, Camat Demak Kota, Kasat Narkoba Polres Demak, AKP. Tri Cipto AP, Ketua KAHMI, Ketua GERAM serta sejumlah Kiyai pengasuh pesantren dan para Gus, juga Panitia Penyelenggara, Wasit, kontingen hingga para atlet dari 14 Kecamatan se-Kabupaten Demak.

PERAIH PENGHARGA’AN BNN

Adapun peserta peraih kejuaraan Tournament Futsal FKPP, mendapatkan tropy, sertifikat dan uang pembinaan, adalah sebagai berikut:

Juara 1, diraih oleh tim FKPP Kecamatan Mranggen.

Juara 2, tim FKPP Kecamatan Sayung, sedangkan posisi 3 diraih oleh FKPP Kecamatan Wonosalam.

Selanjutnya, juara harapan 1, diduduki oleh FKPP Kecamatan Kobanagung, juara harapan 2 oleh Kecamatan Demak Kota, serta juara harapan 3, ditempati oleh FKPP Kecamatan Wedung.

Selain posisi kejuaraan diatas, panpel juga memberikan apresiasi khusus berupa plakat Golden Tim, Golden Player, Golden Shoes, serta Golden Player. (Red).

Continue Reading

Bodetabek

PWI Kabupaten Bogor Sembelih Dua Ekor Sapi dan Enam Ekor Kambing saat Idul Adha 1445 H

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com –– Saat perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan qurban dengan menyembelih dua ekor sapi dan enam ekor kambing.

Penyembelihan hewan qurban berlangsung di kantor PWI Kabupaten Bogor pada Selasa (28/6).

Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, menyampaikan kegiatan qurban ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan PWI dengan masyarakat sekitar.

“Qurban ini merupakan salah satu bentuk ibadah dan wujud rasa syukur kita. Selain itu, kami ingin berbagi kebahagiaan kepada anggota dan masyarakat sekitar,” papar H. Subagiyo.

Lebih lanjut H. Subagiyo juga mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari program sosial PWI yang rutin dilakukan setiap tahun.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini, silaturahmi antara wartawan dan masyarakat semakin erat, dan kami bisa terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” jelas nya.

Penyembelihan hewan qurban dilakukan oleh Ustadz AY Sogir yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor terpilih.

Hakikat berkurban dalam Islam, jelas Ustadz AY Sogir memiliki beberapa makna serta tujuan yang mendalam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

Beberapa aspek penting dari hakikat qurban adalah kepatuhan dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Qurban adalah bentuk ibadah yang menunjukkan kepatuhan dan ketaatan seorang muslim kepada perintah Allah SWT. Ini mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, atas perintah Allah sebelum digantikan dengan domba,” ujarnya.

Qurban juga mengajarkan tentang pentingnya pengorbanan dan keikhlasan. Muslim yang berqurban mengorbankan sebagian dari hartanya sebagai bentuk kesyukuran dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Salah satu tujuan utama qurban adalah untuk membangun kebersamaan dan solidaritas sosial.

“Melalui qurban, umat Islam diajak untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur ini diwujudkan dengan berbagi rezeki dengan sesama, terutama kepada fakir miskin,” tutur Ustadz AY Sogir.

Qurban merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT (taqarrub). Melalui ibadah ini, seorang muslim berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan menjalankan perintah-Nya dan mengingat kebesaran-Nya.

Qurban juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, empati, dan perhatian terhadap sesama manusia.

“Dengan berqurban, umat Islam diajak untuk selalu peduli dan membantu orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, qurban bukan sekedar penyembelihan hewan, tetapi juga sebuah ibadah yang sarat dengan makna spiritual dan sosial, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Dengan adanya kegiatan ini, PWI Kabupaten Bogor tidak hanya menjalankan ibadah kurban, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat serta menunjukkan peran aktif dalam kegiatan sosial di wilayahnya…..Tabrani / dedi f

Continue Reading
Advertisement

Trending