Connect with us

Bodetabek

Koperasi WKM PWI Kab.Bogor Jalin Kerjasama dengan PT PPE

Published

on

Bogor, HarianSentana,com – Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor menandatangani kesepakatan kerjasama dengan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). Kerjasama dalam beberapa usaha ini dituangkan kedua belah pihak dalam memorandum of undestanding (MoU), Rabu (9/9/20).

Penandatangan MoU dilakukan di kantor PT PPE dikawasan Babakan Madang. Hadir dalam acara itu Dirut PT PPE, Agus Setiawan, General Manager PT PPE, Hidayatul Mustavid (David) dan sejumlah karyawannya. Sedangkan dari Koperasi WKM dihadiri oleh ketuanya, Effendi Tobing, sekretaris Koperasi WKM, Sailful Kurniana, Bendahara Koperasi WKM Deddy Firdaus berserta pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Dirut PT PPE, Agus Setiawan mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama yang sudah terjalin antara PT PPE dan koperasi WKM. Sebab dengan kerjasama tersebut diharapkan akan memberi manfaat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Pada intinya, pada hari ini saya sangat senang kawan-kawan dari koperasi WKM bisa hadir disini sekaligus kita bisa menuangkan kerjasama dalam MoU, semoga kerjasama ini akan memberi mamfaat untuk kita di PT PPE dan untuk Koperasi WKM dan semua anggotanya,” ujar Agus Setiawan.

Menurutnya, bagi PT PPE kerjasama ini menjadi penegasan kalau PT PPE akan menjadi perusahaan yang terbuka dan profesional. Sebab dengan dua hal itu saja PT PPE akan bisa berkembang. “Kita akan berfikir saja sekaligus memaksimalkan sumber daya yang ada untuk maju, saya yakin BUMD ini akan berkembang,” jelas Agus.

Sementara ketua Koperasi WKM, Effendi Tobing mengatakan pihaknya sangat berterimakasih telah mendapat kepercayaan dari PT PPE sehingga kerjasama bisa terwujud.

Menurutnya, kerjasama dengan PT PPE menjadi moment penting karena pada akhirnya Koperasi WKM yang notabene adalah milik organisasi PWI bisa melakukan kegiatan usaha di luar tugasnya sebagai jurnalis.

”Ini tidak akan mengurangi independensi kita sebagai wartawan, karena usaha di Koperasi juga akan di kelola oleh orang -orang yang profesional. Bahwa kita melakukan usaha itu sarana untuk pengembangan organisasi beserta anggotanya,” ujar Pemimpin Umum Bogor Update tersebut.
Penulis: Dedy Firdaus/Roni

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bodetabek

Tanpa Modal Tambahan dari Pemkab Bogor, PT PPE Siap Bikin Gebrakan

Published

on

Bogor, Hariansentana.com – PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) menargetkan sejumlah capaian kinerja optimal dari unit-unit usahanya pada tahun ini. Dari unit usaha produksi Aspal PT PPE tengah dipercaya managemen Sirkuit Sentul untuk pengaspalan dengan nilai puluhan miliar rupiah.

Sedangkan dari unit pertambangan, PT PPE tengah merencanakan penambangan dari dua kuari masing-masing di kawasan Kecamatan Cariu dan gunung Bitung Kecamatan Cigudeg.

“Kita juga berencana melakukan investasi pembangunan unit Batching Plant di dua tempat masing-masing di Bogor Barat dan Bogor Tengah senilai Rp 50 miliar, insyaallah semua akan berjalan tahun ini dan kita janjikan benefid (manfaat) meski tidak ada tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” ujar Dirut PPE Agus Setiawan di sela acara Memorandum of Understanding (MoU) antara PPE dengan Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor, Rabu (9/9/20).

Tentang penyertaan modal dari Pemkab Bogor, Agus mejelaskan telah memberikan komitmennya kepada Bupati Bogor untuk tidak menerima sisa penyertaan modal Pemkab Bogor untuk PT PPE selama dirinya dipercaya sebagai nahkoda BUMD tersebut.

Saat ini, lanjutnya, PT PPE sudah melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja sebelumnya termasuk melakukan pemetaan dan konsolidasi untuk rencana kedepan. Hasilnya, PT PPE akan benar-benar berjalan dengan rencana-rencana baru meski dengan kondisi keterbatasan dan tidak ada suntikan dana tambahan.

‘’Alhamdulillah sekarang sudah berjalan, dan beberapa planning kedepan kami juga sudah siap mandiri dan bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan secara khusus dan umumnya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Bogor,’’ ujarnya.


Ditanya soal produk aspal buatan PT PPE, mantan ketua DPW PPP Provinsi Banten ini menjamin produk PT PPE tidak kalah bersaing dengan produk lain. Pasalnya, seluruh bahan baku yang dipakai telah menggunakan bahan-bahan standar yang selama ini telah dipakai banyak produsen lain.

“Misalnya, solar dari Pertamina, Aspal dari Pertamina. Itu semua akan jadi jaminan kalau produk aspal kita sudah terjamian kualitasnya, sebab kalau tidak mana mungkin Sirkuit Sentul yang berkelas International menggunakan produk kita. Apalagi penggarapan sebuah sirkuit tingkat kesulitannya sangat tinggi sekaligus di awasi lembaga International,“ paparnya.

Agus memastikan, meski produk aspal PT PPE masuk kualifikasi sangat layak pakai namun managemen memutuskan untuk menjual dibawah harga rata-rata pasaran. “Saya harap ini akan jadi pengdongkrak penjualan kita,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, kuota produksi aspal PT PPE sudah mencapai 34 ribu ton. Dengan jumlah produksi yang sudah besar maka PT PPE tidak hanya akan menggarap pasar di Proyek Pemkab Bogor, namun akan merambah pasar swasta potensial seperti Sirkuit Sentul.

“Dengan produksi 34 ribu ton dan penjualan harga gelar rata rata Rp 1,3 juta maka kita sudah bisa pemasukan kotor sekitar Rp 44 miliar ya, ini menjadi tantangan kita untuk bisa lebih keras lagi dalam bekerja,” pungkasnya.
Penulis: Dedy Firdaus/Roni

Continue Reading

Bodetabek

Kepala BPN Kabupaten Bogor Terus Benahi Pelayanan

Published

on

Bogor, HarianSentana.com – Kepala Kantor (Kakan) Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto hanya tersenyum saat dirinya dianggap menjadi penyumbat berkas permohonan sertifikat. Pasalnya, anggapan itu justru muncul setelah di berupaya keras melakukan perbaikan layanan di BPN Kabupaten Bogor.

Menurut Sepyo, dengan berbagai kesibukannya wajar kalau ada tumpukan berkas permohonan sertipfkat yang belum ditanda tangani. “Namun tidak ribuan kata orang, dan saya sangat terbuka kalau ada yang mau tahu bagaimana saya bekerja,” ujar mantan Kakan BPN Kabupaten Semarang tersebut kepada wartawan, Jumat (04/9/2020).

Dia juga mengatakan, kalau anggapan seperti itu muncul sebenarnya sangat wajar. Sebab tidak bisa dipungkiri di internal BPN sendiri ada oknum yang sudah terbiasa berada di zona nyaman. Sehingga begitu ada pimpinan baru yang berupaya untuk merubah kebijakan yang lebih baik maka kepentingannya akan terganggu. “Dan saya tidak bisa kalah dengan oknum pegawai seperti itu, karena saya masuk ke BPN Kabupaten Bogor membawa mendat besar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sepyo, BPN Kabupaten Bogor tidak sama dengan Kantor BPN di daerah lain. Secara geografis, BPN Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar menyamai satu Provinsi. Dengan kondisi seperti itu otomatis jumlah pemohon sertipikat dengan segala kerumitan dan masalahnya tentu sangat besar.

“Hal ini yang jarang dilihat orang, kita tidak bisa lihat kepentingan orang per orang tapi kita harus lihat secara umum. Dan itu tugas saya sehingga saya harus membawa BPN Kabupaten Bogor lebih baik apapun resiko dan tantangannya,” tandasnya.

Pria berkacamata ini menyayangkan ada pihak tertentu menjatuhkan orang lain dengan mengatakan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan. Apalagi lembaga seperti BPN telah berjalan atas dasar sistem sehingga tidak bisa berjalan hanya karena satu atau dua orang. “Jadi kalau saya di atas semua bisa berjalan karena ada yang di tengah dan di bawah,” katanya.

Tentang akses jalan yang menjadi syarat pengurusan sertippfikat, Sepyo menegaskan dirinya tidak pernah memberi pernyataan soal itu. Namun demikian, secara umum BPN harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses permohonan supaya kebijakan yang dikeluarkan tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi. Terutama terhadap fungsi sosial atas tanah, dimana tanah itu sendiri harus dapat memberikan kesejahteraan untuk masyarakat. “Jadi kalau itu clear kenapa saya harus tahan permohonan,” pungkasnya.
Penulis: Dedy Firdaus/Roni

Continue Reading

Bodetabek

Turnamen Tenis Meja PWI CUP 2020 Ditutup, Untung Radar Juara Hetrik

Published

on

Bogor, HarianSentana.com– Dalam rangka memperingati HUT RI ke-75, PWI Kabupaten Bogor menggelar turnamen tenis meja PWI CUP 2020. Kegiatan ini sekaligus sebagai seleksi Pekan Olahraga Daerah (Powarda) tingkat Jawa Barat (Jabar) 2020. Adapun kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dari berbagai pihak selaku sponsor.

Setelah mengikuti berbagai babak mulai dari penyisihan hingga akhirnya muncul lah nama-nama para juara baik single maupun double. Dimana para juara mendapatkan trophy dan sejumlah uang tunai.

Juara I single Untung Bachtiar, Juara II Syafran, Juara III Ikman, Juara IV Wiwin Sudarto. Untuk double Juara I Untung/Kuswanto, Juara II Dauri/Edy Murti, Juara III Syafran/Alpin. “Saya selaku ketua PWI Kabupaten Bogor dengan ini menyatakan turnamen tenis meja PWI CUP 2020 saya tutup,” ujar H. Subagiyo, S.Ip, Selasa (1/9/2020).

Setelah ketua PWI menutup turnamen acara dilanjutkan dengan penyerahan trophy dan juga uang tunai kepada para juara. Untung Bachtiar peraih juara I single dan juara I double menyatakan kebanggaanya atas terselenggaranya turnamen ini.

“Alhamdulillah, setiap tahun pada momen kemerdekaan HUT RI kita terus mengadakan turnamen. Biasanya kita menggelar berbagai pertandingan, ada tenis meja, gaple dan catur. Namun karena masih pandemi Covid-19 untuk tahun ini kita kurangi kegiatannya,” ungkap Untung yang merupakan juara bertahan tenis meja itu.
Penulis: Dedy firdaus/Roni

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.