Polhukam
Kata John Palinggi Tentang Makna Tema HUT Ke-80 TNI
hut tni ke 80 kata john palinggi
Jakarta, hariansentana.com – DALAM Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-80, yang jatuh pada, Minggu, 5 Oktober 2025, TNI mengangkat tema; “TNI Prima, TNI Rakyat. Indonesia Maju”.
Terkait tema tersebut, pengamat Militer yang juga Ketua ARDIN (Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia), Dr, John N Palinggi, MM, M.BA menilai TNI yang berasal dari Rakyat (WNI), untuk dan bersama rakyat dalam keadaan Prima memberi rasa aman dan menjaga kedaulatan negara menuju Indonesia maju.
“TNI yang Prima berarti dalam keadaan baik, yang dalam konteks kesehatan berarti sejahteta kualitas hidup baik akan maksimal memberi rasa aman, menjaga kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, bersama rakyat menciptakan Indonesia maju,” kata Jhon Palinggi di Grha Mandiri, Menteng, Jakarta, kemarin.
Menurut Ketua Assosiasi Mediator Indonesi ini, hal mendasar untuk menciptakan TNI Prima adalah memperhatikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.
“Ini sesuai dengan UU TNI No.34 Tahun 2004 yang diperbaharui dengan UU No.3 tahun 2024, pada Pasal 49. di Pasal 2 UU TNI juga dikatakan bahwa TNI dari rakyat atau WNI,” terang John.
Sebagai seorang yang pernah megajar di LEMHANAS, John paham betul pentingnya keamanan bagi perekonomian suatu bangsa. Keamanan adalah salahsatu modal pembangunan bangsa.
“TNI sangat bisa diandalkan menjaga keamanan dunia usaha. baik ancaman disintegrasi bagsa dari dalam maupun luar. oleh karenanya TNI harus Prima guna membantu wujudkan Indonesia Maju,” ungkapnya.
Melihat situasi saat ini, John mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mencurigai TNI. Adu domba dan mengjina TNI.
“Melemahkan TNI sama dengan Melemahkan Negara. Jangan takut TNI akan membuat militeristik atau diktator. TNI itu sangat taat Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI,” pungkasnya.
Terkait UU TNI No.3 Tahun 2024 (perubahan UU TNI sebelumnya) dimana TNI makin merambah ke kedudukan dan jabatan sipil. John menilai hal itu baik dalam rangka TNI ikut serta dalam memberikan pokok pikiran, Stimulasi dan stabilitas terhadap ancaman disintegrasi bangsa melalui sektor ekonomi, politik dan kemasyarakatan.
“TNI dapat mendeteksi dini ancaman dan berpikiran panjang,” tukasnya.
Menurut John, lahirnya UU TNI No.34 Tahun 2004 adalah akibat krisis ekonomi 1998 dimana negara dirugikan ratusan triliun rupiah akibat dari BLBI dan Bantuan penyehatan perbankan.
“Menkeu Sri Mulyani pernah mengatakan bahwa kasus BLBI akan membebani negara hingga Tahun 2043,” ujarnya.
Di akhir komentarnya, John menyampaikan penghormatan dan doa bagi seluruh jajaran TNI dalam HUT Ke-80 ini.
“Pada peringatan HUT TNI ke-80 ini, saya sampaikan selamat kepada Panglima TNI, Menteri Pertahanan RI, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta seluruh personel TNI beserta keluarganya. Semoga selalu sehat, solid, prima, kuat menjadi TNI Rakyat, dan mengawal Indonesia menuju masa depan yang maju. Salut!,” tandasnya. (ARP)