Connect with us

Bodetabek

Kasus Toilet Bernilai Ratusan Juta, Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

Published

on

Bekasi, HarianSentana.com – Proyek pembangunan sarana penunjang pendidikan dari Dinas PUPR Kabupaten Bekasi sebanyak 488 toilet atau wc di setiap sekolah dari pagu anggaran Rp 196 kuta sampai 198 juta per unit yang menyedot anggaran sebesar Rp 98 miliar bersumber APBD-P Kabupaten Bekasi Tahun 2020 terus menjadi pembicaran hangat masyarakat Kabupaten Bekasi.

Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Bekasi, Dede Iswandi mengatakan, bahwa proyek dengan anggaran sebesar itu di tengah pandemi Covid-19 yang menghantui masyarakat tentu sangat tidak mengenakkan.

“Saya menduga, poyek di tengah bencana Covid-19 ini telah menjadi “bancakan” oknum pejabat Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Bekasi,” kata Dede saat dihubungi HarianSentana.com, Jumat (18/12/2020).

Untuk itu, mantan anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019 ini meminta pihak aparat penegak hukum untuk segera menyikapi permasalahan ini. “Saya kira pihak kepolisian harus secepatnya menyikapi hal ini. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas bangunan di kabupaten Bekasi paling buruk dibandingkan daerah lain, padahal analisa harga satuannya paling besar,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan toilet, westafel dan tempat wudhu seperti yang diklaim Pemkab Bekasi itu tetap tidak logis karena bernilai sangat fantastis. Kunci permasalahan di sini adalah analisa harga satuan barang yang begitu besar ketika menyusun RAB, bahkan terbesar di Jawa Barat, tetapi kualitasnya memble,” pungkas Dede.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan Riana yang dihubungi terpisah menduga ada permainan antara dinas terkait dengan pelaksana pembangunan proyek tersebut. Untuk itu, saat rapat kerja dengan Dinas PUPR nanti, pihaknya akan menanyakan,  kenapa hal itu bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab.

“Kabupaten Bekasi ini sangat sering melakukan hal yang tidak berkualitas dan tidak terpuji berkaitan dengan APBD. Makanya semua akan kita gali pada saat rapat dengan Dinas PUPR,  dan jika nanti muncul hal-hal yang tidak kita inginkan, saya tidak akan mentoleril. Ini harus dibereskan, harus dirapikan,” tukasnya.

Menurut dia, sebenarnya program yang dibuat Dinas PUPR ini bertujuan baik agar sekolah-sekolah SD yang ada di Kabupaten Bekasi memiliki toilet terutama menyambut new normal pandemi Covid-19 ini dibutuhkan toilet-toilet yang bagus, nyaman dan bersih, di dalam bangunan yang juga harus rapih.

“Memang dalam menyambut new normal pandemi Covid-19 ini semuanya harus bersih dan sehat. Namun yang terlihat sekarang ini sangat miris, sebab toilet yang dibangun dengan anggaran jumbo bahkan lebih besar dari harga sebuat unit rumah sederhana (RS) ini sangat tidak layak dihargai hingga Rp 196,8 juta,” ketusnya.

Jika dibandingkan dengan rumah sederhana yang terdiri dari ruang tamu, dua kamar, dapur dan kamar mandi plus harga tanah yang hanya berkisar di angka Rp 148 juta per unit maka biaya toilet itu sangat mahal. “Padahal toilet tersebut dibangun di atas tanah milik sekolah sehingga tidak perlu membeli tanah lagi,” tambah anggota Fraksi PKS ini.

Ia juga mempertanyakan kinerja konsultan proyek yang bisa memunculkan angka seperti itu, karena menurutnya unsur material bangunan tidak menunjukan angka anggaran sebesar itu. “Yang saya sayangkan adalah konsultan yang merencanakannya. Masa uang sebanyak itu hanya untuk membangun toilet. Apalagi unsur materialnya tidak menunjukan angka anggaran segitu,” ketusnya.

“Jika dibreakdown menjadi Rencana Anggaran Belanja (RAB), maka bagaimana cara konsultan itu menghitungnya, lalu pengawasnya juga mengawasinya seperti apa. Timbul juga pertanyaan, kontraktornya mengacu kepada RAB yang mana?” Tanya Uryan.

Ia berjanji saat rapat kerja dengan Dinas PUPR nanti akan dengan tegas menanyakan hal ini. “Pada saat rapat kerja dengan Dinas PUPR saya akan sampaikan sekeras mungkin, jangan sampai mereka membohongi masyarakat dan kami di DPRD yang menganggarkan. Ini sangat disayangkan, mungkin teman-teman di badan anggaran DPRD juga kecolongan,” tukasnya.

Saat disinggung soal pembahasan anggaran di DPRD, Ia  menjelaskan, bahwa biasanya pihak pemerintah hanya memunculkan anggarannya saja jadi tidak dibahas secara detail engineringnya. “Selain itu RAB-nya juga tidak dibahas secara detail, karena yang kita bahas adalah pagu anggaran yang muncul untuk judulnya saja,” ungkapnya.

Uryan mengaku sudah sering menyampaikan kepada pihak Dinas PUPR pada saat rapat kerja agar membuat RAB secara lengkap jika ingin membangun sebuah proyek. Misalnya gambarnya tidak cukup hanya gambar garis-garis saja tapi dibuat gambar detail yang menyerupai aslinya kalau nanti sudah jadi sehingga benar-benar sesuai dengan RAB.

Terkait proses pengawasan, lanjut Uryan, pihaknya akan mendatangi dan melakukan sidak ke sekolah-sekolah yang mendapat bantuan pembangunan toilet tersebut. Tapi sebelumnya akan mengumpulkan data-data dulu di dinas terkait dan meminta konsultan menjelaskan RAB-nya, misalnya detail meterialnya seperti apa juga gambarnya.

“Kita akan melakukan kunjungan ke lapangan untuk meninjau toilet-toilet mana saja yang tidak sesuai, bahkan masih ada toilet yang belum selesai. Kalaupun sudah ada yang selesai, bangunannya tidak mencerminkan anggaran sebesar itu. Dan saya pikir kondisi ini akan berdampak buruk bagi pembangunan di Kabupaten Bekasi. Sudah RAB-nya tidak sesuai dengan spesifikasi, pembangunannya tidak selesai tepat waktu,” pungkasnya.(sl)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bodetabek

Puncak HPN, PWI Kabupaten Bogor Ziarah ke TMP Pondok Rajeg Bersama Pj Bupati Bogor

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com –– Peringati Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dan HUT PWI ke-78. Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, bersama Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu dan Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bayu Rahmawanto Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jum’at (09/02/24).

Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo mengatakan sangat senang dan bangga atas kehadiran pucuk pimpinan Bumi Tegar Beriman yang menyempatkan hadir di peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, disela-sela padatnya agenda pejabat Bupati Bogor tersebut.

“Terima kasih saya sampaikan atas kehadiran Bapak Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama kepala Diskominfo Kabupaten Bogor yang bisa mengikuti agenda tahunan PWI ini,” ujar Subagiyo dalam keterangannya di TMP Pondok Rajeg.

Subagiyo menambahkan, atas nama organisasi keprofesian yang dipimpinnya selama 5 tahun lebih itu, kali ini pihaknya merasa sangat bersukacita lantaran di momentum tersebut pimpinan tertinggi roda pemerintahan Kabupaten Bogor bisa menyempatkan hadir.

“Sekali lagi, saya atas nama keluarga besar PWI Kabupaten Bogor mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan yang ditunjukkan Pj Bupati Bogor karena mau hadir dan mengikuti rangkaian PWI Kabupaten Bogor dalam menyemarakkan peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78,” papar nya.

“Tidak lupa juga, saya sampaikan terima kasih pula kepada Panitia Pelaksana (Panpel) HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, yang digawangi M. Nurofik Cs yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik demi memeriahkan peringatan tahunan ini, PWI Kompak, Kompak, Kompak,” jelasnya.

Senada, ketua panpel HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, M. Nurofik menyampaikan terima kasih kepada TIM panitia pelaksana yang dikomandoi nya lantaran bisa melaksanakan tugas yang diembannya untuk menyemarakkan peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, pada hari ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu demi terselenggaranya segala rangkaian kegiatan HPN 2024, mulai dari perlombaan hingga acara Ziarah Tabur Bunga di TMP Pondok Rajeg,” tukasnya.

Sekedar diketahui, dipuncak peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, sebelum melaksanakan ziarah dan tabur bunga di taman-makam pahlawan TMP Pondok Rajeg, seluruh anggota dan pengurus PWI Kabupaten Bogor periode 2021-2024, terlebih dulu melakukan Upacara, dengan inspektur upacara diambil oleh Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.

Adapun, setelah kedua rangkaian dilakukan berupa upacara dan ziarah serta tabur bunga dibeberapa taman-makam pahlawan bangsa, dilanjutkan dengan potong tumpeng dilokasi TMP Pondok Rajeg sebagai bentuk rasa syukur atas peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor yang berjalan dengan sukses dan khidmat.

Sebelum rangkaian kegiatan memeriahkan HPN 2024, organisasi keprofesian kewartawan tingkat Kabupaten Bogor juga terlebih dahulu menggelar tiga (3) turnamen (Perlombaan) antara lain Lomba Catur, Gaple, dan Badminton.

( Tabrani / Dedy F )

Continue Reading

Bodetabek

Meriahkan HPN 2024 serta HUT PWI ke-78, PWI Kabupaten Bogor adakan Perlombaan

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com — Untuk meriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 serta HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-78, pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bogor melaksanakan berbagai lomba yang bertujuan untuk memeriahkan peringatan organisasi keprofesian wartawan tersebut, yang berlangsung selama dua (2) hari berturut-turut, sejak Rabu 7 Februari sampai Kamis 8 Februari 2024.

“Lomba yang kita pertandingankan saat ini, sebagai rangkaian dari peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tahun,” jelas Subagiyo selaku ketua PWI Kabupaten Bogor, di Graha Wartawan Cibinong, Kamis (08/02/24).

Subagiyo menambahkan, jika pelaksanaan HPN dan HUT PWI di Tahun 2024 ini, kepanitiaan yang dibentuk dipimpin langsung oleh Sekretaris PWI Kabupaten Bogor, M Nurofik (Pimpinan Media PortalSiber.id), Aglam Maulana (Pimred PortalBogor.com) selaku Sekretaris Panitia, dan Bendahara kepanitiaan diisi oleh Kristi Andre (Pimred BogorPolitan.com).

Menurutnya, perhelatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor kali ini, dilaksanakan dengan berbeda karena hanya dimeriahkan oleh seluruh anggota dan pengurus PWI Kabupaten Bogor.

“Giat HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, konsepnya dari kita untuk kita semua. Dan Insya Allah, puncak kegiatan akan dilakukan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg dengan diawali upacara yang dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Bogor dan KaDiskominfo Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor, M. Nurofik mengharapkan, mulai dari rangkaian dan penyusunan acara HPN 2024 dapat terlaksana sesuai dengan harapan yang dinginkan .

Selain itu, lomba-lomba yang dipertandingkan pihak panitia, diantaranya Gaple, Catur, dan Badmintoon. Dan bagi pemenang, sambungnya, panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang tunai yang akan diberikan usai pelaksanaan tabur bunga di TMP Pondok Rajeg, pada esok hari.

“Harapan saya selaku ketua panitia pelaksana, semoga apa yang telah dirancang bisa terlaksana dengan baik. Sehingga, peringatan HPN 2024 dan HUT PWI ke-78 tingkat Kabupaten Bogor bisa kita rasakan oleh seluruh wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor secara khidmat dan sumringah,” papar Nurofik.
( Tabrani / Dedy F )

Continue Reading

Bodetabek

Apdesi Kecamatan Parung Panjang Gandeng PWI Kabupaten Bogor,Berikan Pemahaman UU Pers Kode Etik Jurnalistik

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com –– Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) se-Kecamatan Parungpanjang menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor untuk mengadakan Safari Jurnalistik Wartawan yang digelar di Pendopo Kepala Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor. Pada Rabu (17/01/2024).

Sambutan pertama dari APDESI kecamatan Parungpanjang yang disampaikan oleh H Jajang Atmaja. Dalam sambutannya, Jajang merasa terhormat dan bangga dengan kehadiran PWI kabupaten Bogor di kecamatan Parungpanjang dalam memberikan pemahaman Undang undang (UU) Pers, kode etik jurnalistik dan keterbukaan informasi publik kepada APDESI di kecamatan Parungpanjang. (17/1)

“Jangan merasa pers adalah musuh kita (APDESI) ketika mereka datang meminta klarifikasi sebuah pemberitaan, mereka (pers) adalah sahabat dalam satu perjalanan pemerintahan dmDesa,” jelas Tatang

Lebih lanjut materi yang disampaikan dalam acara safari jurnalistik PWI kabupaten Bogor langsung di sampaikan oleh ketua PWI kabupaten Bogor H. Subagio, dan anggota PWI kabupaten Bogor Untung, serta divisi hukum PWI kabupaten Bogor Dedi Blue.

Adapun poin yang dibahas dalam safari jurnalistik tersebut di antara nya,

“Kemerdekaan pers, peran pers, pasal tentang wartawan”

“Wartawan harus menempuh cara meliput yang beretika, jika tidak menghormati maka kita juga akan tidak dihormati oleh narasumber dalam meliput. Jadi harus berimbang,” papar H Subagio.

” dalam menulis pemberitaan karya tulis jurnalistik, kita harus menghormati narasumber dan hak jawab” tegasnya.

“Saat ini kita juga bersaing dengan medsos, jurnalistik harus mengedepankan 5W 1H, dan Tidak menggiring opini dalam sebuah pemberitaan,” beber nya.

Masih di tempat yang sama, Untung selaku anggota PWI kabupaten Bogor memberikan penjelasan terkait perkembangan informasi dari media sosial yang lebih cepat menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Perkembangan di media sosial itu sangat cepat mengalahkan media mainstream dalam menyebarkan sebuah informasi,”

“Disisi lain saya pribadi khawatir dengan perkembangan medsos ditengah informasi yang didapat oleh masyarakat, tapi disisi lain media sosial bisa digunakan oleh pemerintahan Desa untuk membuat konten kegiatan wilayahnya,”

Dedi, selaku divisi hukum PWI kabupaten Bogor juga menyampaikan pemahaman tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

“Jadi pentingnya keterbukaan informasi publik itu sangat penting, karena segala kegiatan pemerintahan Desa atau instansi lainnya bisa diketahui oleh masyarakat luas , seperti contoh dalam sebuah pekerjaan pembangunan dan sebagainya,”

Acara sesi tanya jawab dalam acara tersebut, Acep selaku kades jagabita menanyakan apakah ada perihal kriteria khusus untuk menjadi seorang wartawan.

Subagio “persyaratannya kalo kita (PWI) itu harus UKW. Karena itu ketentuan dari dewan pers untuk kriteria menjadi seorang jurnalis atau wartawan,” tegasnya.

“Harus ingat, tugas utama wartawan ialah mencari berita, dan wartawan tidak menyalahgunakan profesi,” paoar nya. ( Tabrani / Dedy F )

Continue Reading
Advertisement

Trending