Hiburan

JDMU Selection Ajang Pertemuan Antar Komunitas Tari di Jakarta

Published

on

Salah satu tari dalam acara JDMU Selection 2019 di Jakarta, (18/11/2019).

Jakarta, HarianSentana

Ada satu hal pastinya yang membuat Jakarta Dance Meet Up (JDMU) menjadi yang strtegis, ketika mencoba menempatkan diri dalam jagad pendidikan seni tari di Jakarta. JDMU mampu merespon isu-isu kontemorer dalam kemajuan pendidikan tari yang timpang.

“Situasi ini memerlukan cara-cara baru untuk mempersempit jurang antara kutub-kutub pendidikan seni tari di Jakarta. Melalui pendekatan hibrida antara pendidikan formal dan informal menjadi formula bagi JDMU,” ujar Danton Sihombing Plt Ketua Dewan Kesenian Jakarta, usai acara JDMU Selection di gedung Kesenian Jakarta, Senin (18/11/2019) malam.

Kata Sihombing, JDMU Selection merupakan kelanjutan dari JDMU Reguler. Pertunjukan ini adalah  pertemuan antar komunitas tari di Jakarta yang diharapkan dapat menghasilkan karya-karya baru lewat pertunjukan yang diselenggarakan.

“Gagasan penciptaan dan karya yang pertunjukkan itu akan diuji lewat berbagai pengamatan dan diskusi karya. Dengan begitu, JDMU Selection adalah sepilihan karya-karya yang mempunyai potensi untuk dilanjutkan ke model produksi yang lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tahap ini merupakan akumulasi dari pengalaman yang didapatkan setiap komunitas di JDMU Reguler,” terangnya.

JDMU Selection bekerja sebagai stimulan bagi para koreografer dalam menawarkan gagasan-gagasan yang segar melalui pendalam materi, penguatan konsep dan pengujian gagasan.

“Setiap komunitas tari akan memperoleh beragama wawasan dan pengetahuan, terkait seni pertunjukan dari narasumber yang berasal dari para pelaku seni di luar tari,” ungkap Sihombing.

ChoreoLab yang menjadi bagian dari JDMU memberikan fasilitas dan peluang belajar bagi para koreografer, yang tumbuh secra otodidik dalam sanggar-sanggar tari. Fasilitas ini memungkinkan komunitas-komunitas seni tersebut untuk mendapatkan pandangan-pandangan baru dalam menciptakan karya dari narasumber yang beragam, tak hanya dari dunia tari tetapi juga dari disiplin seni lainnya. Keberbagaian cara melihat yang terdapat dalam berbagai disiplin seni itulah yang diharapkan memunculkan gagasan penciptaan baru di ChoreoLab.

Yola Yulfianti selaku komite tari Dewan Kesenian Jakarta menegaskan, JDMU Selection ini pada prinsipnya tidak hanya memperkuat jejaring antar komunitas yang sudah terbentuk, tetapi juga menitik-beratkan pada penguatan kerja-kerja di belakang layar, proses kreatif, dan sebagainya.

”Oleh karena itu, aspek-aspek yang berkaitan dengan pendalaman materi, penguatan konsep, pengujian gagasan, dan sebagainya, mendapat tempat yang lebih banyak dan lebih kompeten.
Untuk itu, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan yang diharapkan mampu merangsang gagasan karya serta wawasan serta jejaring untuk menjadi yang lebih baik,” ujar Yola.

Editor: Pangihutan S

Click to comment

Trending

Exit mobile version