Connect with us

Kesehatan

Hayandra Bantu Masyarakat Peroleh Hak Akses Layanan Kesehatan

Published

on

Featured Video Play Icon

Jakarta, Sentana

Memasuki usia 10 tahun Yayasan Hayandra Peduli bertekad memberikan kontribusi lebih tinggi bagi kesehatan masyarakat Indonesia melalui klinik Hayandra pada. Yayasan yang didirikan oleh dr. Ratna H. Purwoko dan putrinya Dr. dr. Karina ini menilai masyarakat yang kurang atau tidak mampu tetaplah berhak memperoleh akses ke pelayanan kesehatan spesialistik.

Dengan tema Satu Dekade Untuk Indonesia Sehat” Yayasan Hayandra Peduli akan terus membantu masyarakat yang kurang atau tidak mampu dalam memperoleh hak mereka untuk mengakses layanan kesehatan.

“Di awal didirikannya, Yayasan Hayandra Peduli melakukan berbagai macam kegiatan bakti sosial, termasuk bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit mulut, serta pemeriksaan mata,” kata Dr. dr. Karina, SpBP-RE dalam acara syukuran di Hotel Ritz Carlton, SCBD Jakarta, Sabtu (14/9).

Dikatakan Karina dalam perkembangan selanjutnya, Yayasan Hayandra Peduli membangun Klinik Hayandra dan HayandraLab yang bertempat di jalan. Kramat 6, Jakarta Pusat, dengan visi dan misi menyediakan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien dan aman, serta diakui baik secara nasional maupun internasional, bermula dari layanan kulit dan bedah plastik, saat ini Klinik Hayandra telah memperluas layanan spesialistiknya.

“Berawal dari layanan kulit dan bedah plastic kini klinik Hayandra melayanan spesialistiknya, yakni meliputi, layanan bedah minimal invasif, Layanan penyakit dalam dan saraf (neurologi), Layanan laser dan anti aging, Layanan gigi spesialistik, Layanan psikologi, layanan terapi sel autologus (dari diri sendiri),” jelas dokter yang belum lama ini berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Klinik Hayandra telah memperluas HayandraLab telah menjadi laboratorium yang secara resmi berizin untuk menyelenggarakan pengolahan sel untuk aplikasi klinis.

“Kami juga mengerti akan pentingnya riset yang berkesinambungan dalam mendukung layanan terapi yang aman, efektif dan efisien. Terapi sel di Indonesia sesuai dengan Permenkes No. 32 tahun 2018, mengikuti kaidah riset berbasis layanan,” ungkap Karina.

Sementara HayandraLab memiliki fasilitas pengolahan sel autologus (sel yang berasal dari pasien sendiri). Produk sel autologous yang diproses di HayandraLab dapat digunakan untuk tujuan penelitian dan pelayanan terstandar di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan yang berizin.

“Rancang bangun dan penetapan sistem manajemen dan operasional HayandraLab mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pengolahan Sel Punca untuk Aplikasi Klinis,” tuturnya.

Sedangkan teknologi baru yang sudah dapat dilakukan ke pasien sambil menjalankan riset untuk mendapatkan data ilmiah. Oleh karena itu dalam acara ini kami melakukan launching Hibah Riset Hayandra yang diharapkan dapat berguna bagi para peneliti yang tertarik untuk bersama-sama dengan Hayandra mengembangkan teknologi terapi sel di Indonesia, sehingga mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Dalam kesempatan terpisah, konsultan bedah onkologi Klinik Hayandra, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk, M.Epid, MARS, menerangkan, terapi sel di Indonesia sesuai dengan Permenkes No. 32 tahun 2018, mengikuti kaidah riset berbasis layanan.

“Yang artinya teknologi baru yang sudah dapat dilakukan ke pasien sambil menjalankan riset untuk mendapatkan data ilmiah. Menyadari hal tersebut, pada acara perayaan Anniversary 10 Tahun Yayasan Hayandra Peduli, dilakukan launching Hibah Riset Hayandra yang diharapkan dapat berguna bagi para peneliti yang tertarik untuk bersama-sama dengan Hayandra mengembangkan teknologi terapi sel di Indonesia, sehingga mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri,” ujar Sonar Soni Panigoro.

 

Pangihutan S

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Balai Kesehatan Kolinlamil TNI AL Layani Vaksinasi Bagi Warga Jakarta Utara Secara Rutin

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Satya Wira Jala Dharma. Dinas Kesehatan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) secara rutin melaksanakan vaksinasi covid-19 dan menyiapkan pelayanan vaksin setiap hari untuk warga Jakarta Utara. Seperti yang dilaksanakan di Balai Kesehatan, Dinas Kesehatan Kolinlamil, Koja, Jakarta Utara, Senin (14/9) sebanyak 120 warga Koja mendapatkan vaksinasi dosis satu dan dosis kedua.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Erwin S Aldedharma menyampaikan bahwa Kolinlamil akan terus melayani kegiatan vaksin secara rutin atau regular kepada warga sekitar Jakarta Utara setiap hari di Balai Kesehatan Dinas Kesehatan Kolinlamil, kegiatan ini dilaksanakan untuk mencapai target program pemerintah vaksinasi Covid-19 dosis ke-1 dan ke-2 sebanyak 70% .Jumlah yang wajib divaksin itu sesuai dengan program jumlah penduduk Indonesia supaya dapat kekebalan komunal (Herd Immunity) dari virus Covid-19.

“Sebanyak 10 orang Tenaga Kesehatan Diskes Kolinlamil secara bergiliran siap melayani vaksinasi masyarakat secara rutin setiap hari dengan jumlah 100 sampai 200 orang baik untuk vaksin pertama maupun vaksin kedua” ujar Panglima Kolinlamil.
Untuk mendapatkan nomor antrian, peserta vaksin dapat mendaftar terlebih dahulu sehari sebelumnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi tetap dilaksanakan sesuai prosedur kesehatan Covid-19, masyarakat setelah selesai divaksin, dihimbau tetap tinggal ditempat untuk menjalani observasi selama 30 menit untuk mengetahui reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Atau jika ada efek samping dari vaksin Covid-19 tersebut terjadi gejala yang tidak diinginkan akan dapat ditangani dengan cepat. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan harus memakai masker, menjaga jarak dengan tidak berkerumun.

Panglima Kolinlamil juga menegaskan bahwa jajarannya secara tegak lurus melaksanakan program vaksinasi Covid-19, yang merupakan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam mendukung program pemerintah guna mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok).

(Red/Dispen Kolinlamil)

Continue Reading

Kesehatan

9 Dari 10 Sampel RSLKI Terkonfirmasi Varian Baru Delta B.1.617.2 (India) Sembuh

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com –Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya (RSLKI), Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV. memberikan keterangan pers terkait penanganan pasien di RSLKI khususnya klaster Bangkalan dengan varian baru Delta B.1.617.2 (India), Kamis (24/6/2021).

Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra menyampaikan, hingga Sabtu kemarin RSLKI telah mendapatkan konfirmasi mengenai 10 sampel yang diambil dari pasien klaster Bangkalan. Dari sampel tersebut didapatkan hasil 9 terkonfirmasi varian baru Delta B.1.617.2 (India) dan 1 terkonfirmasi varian lokal B.1.466.2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Covid-19 yang merebak di Bangkalan diantaranya adalah varian baru Delta (India).

“Dari 9 orang tersebut satu orang dirujuk ke Bojonegoro dan 8 orang tetap dirawat di RSLKI.  Semua pasien yang tekonfirmasi tersebut telah dirawat dengan baik. Semuanya sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang/KRS (Keluar Rumah Sakit) oleh Dokter Penanggung jawab Pasien (DPJP). Sesuai KMK mereka telah menjalani perawatan lebih dari 10 hari dan dengan swab PCR dua kali negatif mereka dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Lebih lanjut Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra mengatakan, dua pasien bisa pulang setelah 14 hari perawatan, sisanya pulang setelah 15 dan 16 hari perawatan dan pengobatan di RSLKI. Dengan demikian semua pasien varian baru Delta (India) yang dirawat di RSLKI sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing serta menjalani isolasi mandiri 3-5 hari untuk memastikan kondisinya baik, tidak ada gejala susulan yang muncul serta kondisi tubuh mengalami pemulihan.

“Selama menjalani isolasi mandiri tambahan tersebut, mereka dimonitoring oleh PKM dan Dinkes setempat serta mendapatkan dampingan dari Relawan Pendamping PPKPC-RSLKI untuk membantu mengatasi permasalahan non-medis pasca pemulangan,” tambahnya.

Dengan keberhasilan penanganan pasien varian baru di RSLKI Laksma TNI dr. Nalendra menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu takut dengan varian baru, namun demikian harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, baik dan benar. Menghadapi kondisi sekarang, perlu perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasaan baru 5 M yang harus ditekankan oleh pemerintah dan dijalankan oleh seluruh warga masyarakat. “Semua lapisan masyarakat diharapkan bahu membahu mengatasi kondisi ini, tetap tenang dan tidak panik mencermati situasi yang ada. Semua hendaknya bisa mengikuti arahan dan langkah sesuai keputusan dari pemerintah,” jelasnya.

Hingga saat ini, kapasitas RSLKI sejumlah 410 bed, dan pada siang ini jumlah pasien yang dirawat 291 orang, karena hari ini ada “wisuda” penyintas atau pemulangan sejumlah 52 orang, 31 diantaranya pasien dari klaster Bangkalan. Namun jumlah pasien yang dirawat akan segera bertambah karena jumlah inden (daftar tunggu) pasien sejumlah 113 orang dan jumlahnya terus bertambah.

Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra juga menjelaskan bahwa selain sumbangan dari klaster Bangkalan, jumlah pasien yang masuk maupun inden juga banyak berasal dari umum dan keluarga yang berasal Surabaya serta beberapa dari Sidoarjo, Gresik dan kota sekitarnya. Memang menghadapi melonjaknya hunian serta penuhnya sejumlah RS di Surabaya dan Jatim akhir-akhir ini, RSLKI menjadi alternatif dalam penanganan penderita Covid-19.

“Kami selalu siap menjalankan tugas negara memberikan layanan bagi penderita Covid-19 semaksimal yang bisa diberikan. Semoga masyarakat tetap mejalankan protocol kesehatan dengan baik dan konsisten, sehingga tidak terjadi lonjakan penderita Covid-19 dan pandemic segera berakhir,” pungkas Nalendra.

Continue Reading

Kesehatan

Khitan Bagi Pria Dewasa Yang Paling Dianjurkan

Published

on

JAKARTA, Hariansentana.com – Sejumlah metode mulai dari konvensional, laser atau electric couter, dan klamp bisa menjadi prosedur pilihan ketika seseorang ingin dikhitan. Pada pria dewasa, prosedur apakah yang paling dianjurkan?

“Dulu awalnya sunat dengan cara konvensional. Didahului anestesi, terus dipotong sedikit dari atas dulu bagian kanan, melingkar ke kanan, lalu melingkar ke kiri baru dijahit. Dengan pemotongan tersebut banyak risiko yang bisa dihadapi saat khitan seperti perdarahan dan infeksi yang cukup tinggi karena adanya luka terbuka,” terang Prof. Andi Asadul Islam, Ketua PP Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), Dalam webinar FJO, Kamis (8/4/21).

Namun, keputusan penggunaan metode khitan kembali lagi pada pasien. Prof Andi menjelaskan, pada laser, digunakan semacam lempeng besi tipis yang dipanaskan dengan listrik. Prinsipnya, sama seperti solder. Ketika ujung lempeng menyala proses pemotongan pun dilakukan.

Risiko perdarahan saat khitan, dikatakan Prof. Andi tergantung ukuran penis. Sebab, makin besar ukuran penis, makin besar juga pembuluh darah sehingga risiko perdarahan makin besar.

Berbeda dengan metode klamp di mana prosedur dilakukan tanpa jahitan dan menggunakan semacam alat penjepit. Lagipula, jika menggunakan klamp diameter penis maksimal yang dikhitan yakni 3,4 cm.

Kesehatan Utama

Senada dengan itu, praktisi kesehatan seksual dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS menjelaskan sejumlah dampak positif sunat. Khususnya sunat bagi orang dewasa. Di antaranya adalah mengurangi risiko tertular penyakit menular untuk pasangannya.

Boyke mengatakan, banyak sekali permintaan sunat untuk orang dewasa muncul dari pihak perempuan. Dia menegaskan sunat atau sirkumsisi selain dari aspek agama dan budaya, juga ada aspek kebersihan dan kesehatan.

Seperti diketahui virus HPV atau Human Papillomavirus memicu terjadinya penyakit menular seksual (PMS). Virus ini dalam kondisi tertentu bisa memicu kanker. Selain itu Boyke mengatakan pada pria yang tidak disunat, berpotensi terdapat kotoran, bakteri, atau virus lainnya di sekitar kepala penisnya.

Sebab dalam kondisi normal kepala penis pria yang tidak disunat tertutup kulup atau kulit. Butuh perawatan khusus, seperti pembersihan secara berkala bagi pria yang tidak disunat. Dia juga mengatakan ada sejumlah pasangan perempuan yang khawatir jika pasangannya tidak disunat terdapat bakteri Ecoli atau sejenisnya.

Genky lajang asal Jepang salah satu pelaku sunat dewasa, yang turut hadir pada webinar menyatakan; “Meski dalam budaya Jepang tidak dikenal sunat, saya lakukan sunat demi kesehatan dan masa depan serta memilih melakukan sunat di Indonesia,” jelasnya.

Begitu pula dengan permintaan sunat bagi sang suami yang disampaikan oleh bintang tamu misterius kita sebut Mawar, sebelumnya pernah menikah dengan pria yang telah disunat. Sedangkan saat ini suaminya belum disunat.

“Saya merasakan ada perbedaan antara suami yang telah disunat dan belum disunat, agak kerepotan untuk kebersihan dan merasa kurang nyaman saat berhubungan. Jadi kami memutuskan suami juga harus disunat agar pernikahan kami bahagia,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.