Connect with us

Hiburan

"Everything in Between" rangkum perjalanan bersepeda Diego dan Marlies

Published

on

Diego Yanuar dan Marlies Fennema menyajikan perjalanan bersepeda dari Belanda ke Indonesia dalam sebuah pameran berjudul “Everything in Between: The Exhibition”, yang berlangsung pada 12-24 Maret di Kopi Kalyan Barito, Jakarta.

“Semoga semua orang yang datang ke pameran ini akan lebih berpikir dalam mengambil keputusan. Berpikir mengenai ciptaan Tuhan yang sering kita lupakan yaitu binatang dan alam,” kata Diego, Selasa.

Dalam perjalanannya itu, mereka telah melewati 23 negara sepanjang 12.000 kilometer yang dimulai pada Februari 2018.
Mereka juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar 15.000 euro (sekitar Rp240 juta) dari setiap jarak yang telah dicapai. Donasi itu akan disumbangkan ke beberapa organisasi non-profit seperti Lestari Sayang Anak, Jakarta Animal Aid Network, dan Kebun Kumara.
Pameran perjalanan itu, menurut Marlies, bukan untuk mengajak orang-orang supaya bersepeda dari Belanda ke Indonesia. Tapi, mereka mengajak para pengunjung untuk melakukan perubahan.
“Melalui pameran ini, orang-orang tidak merasa harus bersepeda dari Belanda ke Indonesia demi perubahan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk membuat perubahan,” ujar Marlies.
Pameran itu juga menampilkan sepeda dan peralatan yang digunakan Diego dan Marlies.
Andini Aisyah Haryadi atau akrab disapa Andien, penyanyi sekaligus kakak Diego, mengatakan perjalanan “Everything in Between” memberikan inspirasi untuk menggulirkan kebaikan.
“Dengan pameran ini, semoga semakin banyak orang yang dapat memetik pesan dari perjalanan itu. Bagaimana mereka berproses dan bekomitmen,” kata Andien.
Pameran “Everything in Between: The Exhibition”, yang berlangsung pada 12-24 Maret di Kopi Kalyan Barito, Jakarta. (ANTARA News/Shofi Ayudiana)
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

Mengenal Cryptia, Game RPG Dengan Blockchain

Published

on

Hariansentana.com – Blockchain bukan hanya sebatas untuk aset crypto semata, teknologi terdesentralisasi ini bisa digunakan untuk permainana RPG. Salah satu permainan yang menggunakan blockchain adalah World of Cryptia. Apa itu Cryptia? Selengkapnya di artikel berikut ini.

Apa itu Cryptia?
Cryptia, adalah game buatan Gianty inc, yang merupakan perusahaan game terkemuka di Jepang yang memiliki 10 juta pengguna di seluruh dunia yang hadir sejak 2001 mengembangkan permainan dengan berbagai genre berbeda. World of Cryptia adalah game Gianty Inc yang menggabungkan blockchain dan RPG.

RPG Game sendiri adalah singkatan dari role-playing game, yang merupakan salah satu jenis genre game terkenal. Ada banyak contoh-contoh game RPG populer dari berbagai masa, mulai dari Final Fantasy, Pokemon, Dragon Quest, Diablo, Elder Scrolls, Undertale, hingga The Witcher dan lain sebagainya.

Dengan menggabungkan blockchain dengan game RPG, Cryptia memberikan ragam penawaran menarik di dalam game. Pemain bisa mendapatkan penghasilan, melakukan jual beli skill atau aset, karakter dalam NFT, dan lain sebagainya. Dalam permainan ini pemain bisa melakukannya secara berkelompok untuk bisa mengeksplor dunia cryptia yang menarik.

Agar bisa menggunakan mekanisme earn dalam game, pemain bisa melakukan jual beli atau menyewakan perangkat dalam game, kemudian bisa meningkatkan item yang dimiliki, menyelesaikan tugas, dan bergabung secara aktif di komunitas.

Token Crypto Cryptia
Cryptia memiliki token mereka sendiri bernama TIA, yang berjumlah 500 juta. Token ini digunakan untuk hadiah permainan, meningkatkan kemampuan karakter permainan, PVP- Guild wr Wage, votingh komunitas, penggabungan item, dan lainnya. Berdasarkan presentasi yang dipublikasikan berikut ini adalah alokasi untuk TIA token.

Seed sebanyak 10% dan private 15% rilis di TGE dua bulan months cliff kemudian linier vesting blok demi blok selama 12 bulan ke depan. Untuk penjualan publik akan ada 50% token yang dikeluarkan listing, lalu linier selama 2 bulan ke depan.

Tim dan Penasihat tokennya akan dikunci lebih dulu selama 6 bulan dan akan terbuka kurang lebih dalam waktu 18 bulan, sedangkan untuk pemasaran akan ada 20% di TGE yang akan dikunci lebih dulu selama 12 bulan ke depan.

Roadmap game Cryptia dapat kamu temukan di sini, game ini masih melakukan serangkaian pengembangan dan diprediksi akan selesai pada kuartal kedua tahun depan.

Continue Reading

Seni Budaya

Original Soundtrack Film Kadet 1947 Diluncurkan

Published

on

Jakarta, Hariansentana com –  TNI Angkatan Udara bekerjasama dengan Temata Studios meluncurkan Original Soundtrack (Ost) Film Kadet 1947 yang dibawakan Anneth Delliecia Nasution ciptaan Melly Goeslaw dan aransemen musik Anto Hoed dengan judul “Bakti” di plaza Senayan Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bapak Erick Thohir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sangat mendukung film Kadet 1947 ini karena film tersebut mengandung peristiwa bersejarah dan human interest dimana anak-anak muda Indonesia menantang keterbatasan dan mampu mengalahkan keterbatasan itu.

Lebih lanjut dikatakan, lagu berjudul Bakti ini diciptakan dengan harapkan dapat membuat generasi muda Indonesia untuk semakin mencintai bangsanya.

Sementara Produser Film Kadet 1947 Celerina Judisari menyatakan, terdapat pesan besar yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam film ini, sehingga perlu didukung lagu yang tepat untuk mewakili tujuan tersebut.

“Lagu Bakti ini menjadi nafas perjuangan para Kadet dalam mengejar mimpinya,” jelas Celerina Judisari.

Sedangkan Melly Goeslaw mengungkapkan, dirinya mendapatkan panggilan untuk menjadikan lagu Bakti sebagai media pesan bagi masyarakat, mengingat film ini mempunyai kekuatan untuk mengajak masyarakat lebih mencintai Indonesia.

Kadet 1947 sediri merupakan film drama aksi menceritakan perjuangan heroik tujuh pemuda yang terdiri dari empat Kadet TNI Angkatan Udara dan tiga Air Gunner dengan semangat dan keberaniannya menyerang markas Belanda pada tahun 1947.

Ketujuh pemuda yang diperankan oleh Kevin Julio sebagai Mulyono, Bisma Karisma sebagai Sutarjo Sigit, Omara Esteghlal sebagai Suharnoko Harbani, Marthino Lio sebagai Bambang Saptoadji, Wafda sebagai Sutarjo, Fajar Nugrah sebagai Kaput, dan Chicco Kurniawan sebagai Dulrachman melakukan operasi pengeboman di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa, dimana pada saat itu perang Dunia II baru saja berakhir dan Belanda kembali berusaha untuk merebut kekuasaan dari Indonesia.

Diceritakan pada saat tahun 1947, pesawat udara Belanda mulai membombardir beberapa sarana publik vital milik Indonesia yang langsung direspon oleh TNI AU dengan segera melancarkan aksi balasan melalui operasi udara di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa menggunakan satu pesawat tempur guntai dan dua pesawat cureng dengan membawa 300 kg bom.

Pada rencana serangan balasan tersebut, ketujuh anak muda itu saling bahu-membahu untuk mempertahankan sebuah pangkalan udara yang saat itu mau direbut oleh Belanda.

Peluncuran Ost Kadet 1947 ini memunculkan dukungan dan semangat yang tinggi dari berbagai lapisan masyarakat, hal tersebut terlihat dari antusias publik yang sudah tidak sabar menunggu Film garapan Temata Studio yang bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara tayang di seluruh bioskop Indonesia.(Red)

Continue Reading

Hiburan

Tagor Pangaribuan Gandeng Ninna Rinny Darmawan Rilis Lagu Jawaban Jangan Salah Menilai

Published

on

JAKARTA, Hariansentana.com – Masih ingat dengan lagu “Jangan Salah Menilai” yang dinyanyikan Tagor Pangaribuan, dan jumlah viewer di kanal YouTube mencapai 66 juta. Kini jawaban atas lagu tersebut akan segera dirilis sekaligus untuk menghiasi kancah musik Indonesia.

Dengan menggandeng pendatang baru Ninna Rinny Darmawan, lagu jangan salah menilai 2 ini pun, akan menjawab lagu pertama. Tagor sendiri sengaja mengajak vokalis wanita kelahiran Manado ini karena memiliki suara yang khas dan unik. “Saya yakin tak salah memilih juga, karena paras wajahnya yang cantik juga bisa kembali mendobrak musik tanah air,” kata Tagor, Kamis (25/3).

Di lagu yang awal bulan depan akan segera dirilis ini pun, berisi syair atas keraguan si wanita yang kala itu selalu curiga. Bait-bait lagi yang diciptakan dengan kata yang simpel, diharapkan bisa lebih mudah di hafal pendengar. “Mudah-mudahan lagu yang saya buat ini juga bisa meroket seperti lagu pertama, karena sebagian besar nada dan syair yang disampaikan tak jauh berbeda dengan lagu sebelumnya,” ujar Tagor.

Tagor menambahkan, pihaknya sendiri juga sudah menyiapkan sebuah video klip yang sebentar lagi akan ia tayangkan. Bahkan persiapan akan peluncuruan single terbaru ini pun sudah digodoknya jauh-jauh hari namun karena hingga saat ini terhalang Pandemi Covid-19. “Intinya dalam lagu jawaban ini, si wanita menjawab semua keraguan pria yang selama ini terus setia dan mencintai hingga akhir masa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ninna Rinny mengaku sangat tersanjung bisa ikut berduet menyanyikan lagu yang sebelumnya sempat “meledak”. Meski pastinya ada beban yang sangat berat dalam menyanyikan lagu jawaban Jangan Salah Menilai, namun semua bisa dilalui dengan baik. “Selain sebagai teman duet, Bang Tagor juga merupakan guru yang baik dan mengajarkan banyak hal,” tuturnya.

Ninna sendiri merupakan artis pendatang baru yang memang sejak berusia belasan tahun sudah terjun di dunia tarik suara. Berbagai kompetisi, hingga tampil di beberapa acara pernah dilakoni wanita asli Manado ini. “Saya sendiri memang hobby bernyanyi, dan kali ini memberanikan diri untuk tampil. Apalagi saat ini harus disandingkan dengan Bang Tagor yang pastinya telah memiliki banyak penggemar,” imbuhnya.

Dengan ikut terjun ke panggung musik Indonesia, Ninna berharap alunan suara dirinya bisa memberikan nuansa baru bagi para pendengar musik. Ia juga berharap single yang dinyanyikan oleh ia dan Togar Pangaribuan bisa seperti lagu sebelumnya yang terus didengar masyarakat Indonesia. “Bang Tagor sendiri mengaku masih banyak project-project lainnya dengan lagu lain yang sudah disiapkan untuk para pendengar,” tukasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.