Connect with us

Nasional

Engelina Pattiasina: Capres/Cawapres Sulit Lepas dari Pengaruh Pemilik Modal dan Kepentingan Politik Global

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina mengatakan, siapapun pasangan calon yang maju dalam pemilihan presiden nanti tidak mungkin lepas dari pengaruh pemilik modal serta tidak akan bebas dari kepentingan politik global, seperti Amerika, China dan sebagainya.

“Saya bilang siapapun calonnya, kecuali dia memiliki modal pribadi untuk membiayai politik, baik untuk menggerakkan pendukung maupun biaya politik untuk partai politik. Kalau tidak ada, ya minta maaf, sebenarnya yang dipertaruhkan tidak jauh dari berbagai macam proyek dan kekayaan sumber daya alam,” kata Engelina dalam keterangan persnya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Engelina mengaku memperoleh berbagai informasi mengenai kasak-kusuk politik, namun apa yang muncul di permukaan bertolak belakang dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

“Saya tidak yakin, Pemilu 2024 akan menghasilkan pemimpin yang bebas dari kepentingan pemilik modal. Karena berbagai pergerakan politik mutakhir saat ini menunjukkan kalau sebenarnya aktornya itu-itu juga,” cetus Engelina.

Politisi senior dan mantan anggota DPR/MPR ini justru mengkhawatirkan arah politik Indonesia yang semakin jauh meninggalkan tujuan mulianya sebagai alat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat.

“Saat ini, kok saya melihat yang bertambah sejahtera hanya segelintir, yakni elit politik, para pengusaha, baik di pusat maupun di daerah. Dan yang lebih mengkhawatirkan kalau ada yang bisa kaya raya dari politik. Tidak boleh kita berpolitik untuk diri sendiri dan kelompok,” tegas Engelina.

Untuk itu, katanya, politik harus dikembalikan sebagai alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar dari satu pemilu ke pemilu lain, tetapi tidak mempunyai dampak bagi kehiduap rakyat.

Dia meminta partai politik besar untuk lebih mawas, sehingga tidak terjebak dalam politik adu domba, termasuk menghadapi berbagai tekanan politik yang mungkin saja tak terhindarkan.

“Semuanya akan kelihatan natural, tetapi di balik itu semua tidak tertutup kemungkinan adanya tangan jahil yang bermain, yang mungkin saja kita tidak tahu dan tidak sadari,” katanya.

“Para elit politik harus benar-benar mengedepankan sikap kenegarawanan, karena setiap kebijakan mempunyai implikasi langsung kepada rakyat,” sambung wanita berdarah Maluku-Sangir ini.

Kepada para pemilik modal, menurut Engelina juga harus menyadari hal ini karena kalau praktek politik seperti ini terus terjadi maka hanya akan melahirkan persoalan baru atau kemunduran dalam berbagai bidang.

“Kepada para bandar modal, sudahlah kalian sudah terlalu kaya, masa belum cukup juga sih. Kembalikan atau biarkan kekayaan alam benar-benar dikelola untuk kepentingan rakyat banyak. Itu amanat konstitusi. Jangan sampai rakyat berada pada titik jenuh dengan politik, karena hanya akan melahirkan persoalan baru ketimbang menyelesaikan persoalan kesejahteraan dan kemiskinan,” tegasnya.

Engelina yang pernah aktif sebagai Peneliti di satu lembaga pusat kajian strategis masalah sosial, ekonomi dan politik ini mengaku miris karena Pemilihan Umum masih 2024, tetapi gonjang-ganjing bakal calon presiden sudah sangat semarak. Bahkan, keinginan untuk memperoleh kekuasaan tidak sejalan dengan kepedulian terhadap berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat.

“Pemilihan Umum 2019 belum terlalu lama, tapi semua elit politik sudah bersiap untuk Pemilu 2024. Bahkan, di tengah kesulitan yang disebabkan pandemi covid-19, para elit politik seolah memiliki dunianya sendiri yang terpisah dari rakyat,” ketusnya.

Engelina mengingatkan, dampak Pemilu 2019 telah membawa segregasi sosial dalam masyarakat, yang masih terus berlangsung sampai saat ini, sehingga kalau tidak dikelola dengan baik, maka hal ini akan semakin tajam dan melebar pada pemilu 2024.

“Kita tidak memiliki pengalaman yang memadai untuk menggelar Pemilu serentak yang sangat besar dan luas dan saya juga tidak tahu, apakah ada negara yang menggelar pemilu seperti yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Menurut dia, potensi gesekan sangat besar, ketika polarisasi pencalonan terjadi dari pusat sampai ke daerah. Sebab, pada masa bakal calon saja seperti saat ini dapat kita saksikan ada persaingan yang cukup sengit.

“Kita bayangkan hal ini dibawa dalam kontestasi untuk memperebutkan kekuasaan politik. Jangan sampai, rakyat menjadi korban akibat keegoisan para elit politik dan pemilik modal yang menjadi bandar dalam pemilihan umum,” pungkasnya.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Kapolri Harap Rumah Kebangsaan Jadi Wadah untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Published

on

Jakarta ‘hariansentana.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara launching ‘Rumah Kebangsaan’ yang digagas oleh pemuda dan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus. Peresmian itu digelar di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

“Tentunya hari ini saya sangat mengapresiasi terkait dengan launching yang dilakukan oleh teman-teman pemuda dan mahasiswa tergabung dalam Cipayung Plus yang melakukan kegiatan untuk bersatu di dalam Rumah Kebangsaan,” kata Sigit saat menghadiri acara tersebut.

Sigit berharap, rumah kebangsaan ini dapat dijadikan tempat atau wadah bagi para pemuda dan mahasiswa Indonesia berdiskusi memecahkan masalah terkait isu-isu terkini. Serta, menggagas konsep untuk terus menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Dan juga hal-hal yang akan dihadapi kedepan utamanya terkait bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi persiapan kita menuju Indonesia Emas, menyiapkan kemampuan kewirausahaan, dan menyiapkan kemampuan kepemimpinan,” jelas eks Kabareskrim Polri ini.

Sigit juga menginginkan konsep rumah kebangsaan ini tidak hanya dibentuk di tingkat nasional, melainkan, di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, menurut Sigit, semangat untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan dapat digelorakan dan dilakukan oleh seluruh, pemuda, mahasiswa dan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Saya kira ini semua harus di glorifikasi digerakkan menjadi satu langkah, satu kekuatan, dari pusat ke daerah untuk bisa bersama-sama berjuang menjaga nilai besar, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan menghantarkan bangsa kita untuk wujudkan tujuan nasional menuju Indonesia Emas di tahun 2045. Dalam rangka meningkatkan serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tentunya ini menjadi cita-cita kita semua,” ucap Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengaku bahwa, konsep, ide dan gagasan rumah kebangsaan ini adalah program yang sangat dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia. Alasannya, dikatakan Sigit, saat ini, baik Indonesia maupun negara lainnya tengah menghadapi situasi ketidakpastian global.

Dengan adanya dinamika ketidakpastian global, ditekankan Sigit, seluruh elemen Bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta sinergitas hingga soliditas satu sama lain. Karena itu, diperlukan sebuah strategi luar biasa untuk terus menjadi nilai tersebut.

“Sehingga tentunya dibutuhkan suatu strategi khusus, cara khusus satu hal yang sifatnya extraordinary (luar biasa) dan ini yang kemudian tentu harus kita wujudkan,” jelas eks Kapolda Banten itu.

Dalam hal ini, Sigit menyampaikan bukti konkret dari pentingnya peranan persatuan, kesatuan, sinergitas dan soliditas seluruh elemen Bangsa Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengendalian Pandemi Covid-19.

Sigit menyebut, di kala seluruh negara dihadapi situasi serba sulit akibat Pandemi Covid-19, Indonesia dengan seluruh elemen bangsanya, mulai dari Pemerintah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemuda, mahasiswa dan masyarakat lainnya, bersatu padu berada di lini terdepan untuk melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan semata, demi keselamatan rakyat Indonesia.

“Hampir dua tahun ini kita sama-sama berjuang hadapi Pandemi Covid-19. Saat itu, pemuda, yang tergabung dalam Cipayung Plus, mahasiswa, bersama-sama untuk ikut turun langsung. Tidak hanya sekadar melaksanakan sosialisasi, tapi terjun bahkan ikut melaksanakan kegiatan yang sifatnya mulai dari imbauan, sosialisasi tentang prokes sampai melaksanakan kegiatan vaksinasi, dan memberikan bantuan sosial terhadap masyarakat yang memang betul-betul terdampak karena pandemi,” papar Sigit.

Dengan adanya persatuan dan kesatuan di kondisi tersebut, Sigit menegaskan, saat ini Indonesia telah mampu mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19. Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya event nasional hingga internasional.

“Ini semua bisa kita lakukan karena persatuan kesatuan kita di dalam menghadapi situasi global. Apa hasilnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di angka lima persen. Apakah lima persen angka istimewa, lima persen menjadi angka istimewa pada saat saya sampaikan bahwa kita berada di atas negara-negara maju yang ada di luar,” ungkap Sigit.

“Rekan-rekan lihat, bagaimana kondisi negara maju, pertumbuhan perekonomiannya, tiga persen, Singapura 3,4, Amerika 3,6, dan Indonesia berada di 5,01 persen. Ini bisa terjadi karena kita semua bersatu pada saat tangani Pandemi Covid-19,” imbuh Sigit.

Kemudian, Sigit juga menyinggung terkait bonus demografi pada tahun 2036 mendatang. Menurutnya, hal itu harus dikelola dengan baik agar dijadikan landasan Indonesia menuju negara yang maju.

Demi mewujudkan hal itu, Sigit menyebut, Pemerintah sedang berjuang untuk bisa lepas dari negara Middle Income Trap. Dengan adanya hal itu, diharapkan Indonesia bisa meraih pendapatan sebesar 15.000 Dollar per kapita.

Dengan adanya tujuan ini, Sigit mengingatkan pemuda untuk terus menjaga dan menguatkan nilai persatuan serta kesatuan. Mengingat, selain Pandemi Covid-19, dewasa ini terjadi konflik antara Negara Rusia dan Ukraina. Dimana, hal itu juga dampaknya dirasakan oleh Indonesia dan negara lainnya.

“Alhamdulillah ditengah situasi terdampak akibat krisis terjadi. Bahkan kita tahu beberapa negara terancam gagal. Indonesia masih dalam posisi sekarang ini. Dan semua ini bisa terjadi karena kuncinya, kita mau bersatu,” papar Sigit.

( Tabrani / Dedy F / Subur )

Continue Reading

Ibukota

Ketua Bhayangkari Polres Metro Jakarta Utara Sofi Wibowo Giat Baksos HUT Polri Ke – 76

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com – Ketua Bhayangkari Polres Metro Jakarta Utara Sofi Wibowo laksanakan kegiatan bhakti sosial dalam rangka HUT Polri Ke – 76 di Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Bina Sosial bertempat di Kampung Bering RT. 08 RW. 019 Kelurahan Tugu Utara Kecamatan Koja kota adminitrasi Jakarta Utara, Jumat (24/6).

Kegiatan bakti sosial dihadiri jajaran personil Polres Metro Jakarta Utara diantaranya Waka Polres Metro Jakarta Utara AKBP Erlin Tang Jaya,S.Ik, Plt.Humas Iptu.Widi,Kabag Sumda Polres Metro Jakarta Utara Kompol Rosdiana, Kasi Was Polres Metro Jakarta Utara Kompol Sukohadi, Kapolsek Koja Kompol Mulyana, SH, Ketua Bhayangkari Polsek Koja Nurty Mulyana, Wakil Ketua Bhayangkara Polsek Penjaringan Hanna Arnold, Waka Polsek Koja AKP Nanang S Irianto, SE, Kanit Binmas Polsek Koja Iptu Slamet Rajiman, Kanit Patroli Polsek Koja IPDA Bambang Kasiyadi, Kanit Intelkam Polsek Koja IPDA Siswanto serta jajaran lainnya yang hadir pada kegiatan tersebut serta warga Kampung Beting.

Adapun bantuan sembako berupa 2 Karung beras, 10 Kardus Mie instan, 10 paket sembako, 70 paket makanan Mc Donald, 70 paket makanan ringan.

Kedatangan Ketua Bhayangkari Polres Metro Jakarta Utara Sofi Wibowo disambut Tim Hadroh Panti Asuhan Yatim Piatu Yayasan Bina Sosial H.Andi Matupuang. Dalam kesempatan itu Ketua Bhayangkari Sofi Wibowo didampingi pengurus Panti Asuhan melakukan pengecekan ruang tidur, ruang belajar, dan musholla yang ada di lingkungan panti asuhan yatim piatu yayasan bina sosial serta melakukan interaksi dengan perwakilan anak yatim untuk membacakan surat – surat pendek Juz Amah.

(Sutarno).

Continue Reading

Daerah

Curi HP dan Uang, Segera Tangkap Maling di RM Rimbang Raya

Published

on

By

Bandung Barat, HarianSentana.com – Seorang maling nekat masuk Rumah Makan (RM) Rimbang Raya Jl.Pajajaran RT. 001/003 Desa Pangauban Kec.Batujajar Kab. Bandung Barat Propinsi Jawa Barat, Selasa (22/6/2022) sekitar pukul 8.00 WiB.

Aksi maling tersebut terekam CCTV, sehingga semua gerak-geriknya terekam, sejak masuk RM, ambil HP dan uang, hingga melarikan diri dengan motornya.

Menurut pemilik RM, M Ari, dia sangat merasa kehilangan, uang dan HP. Tapi terutama HP-nya. “Di HP saya tersimpan nomor-nomor penting yang sangat saya perlukan,” katanya.

Ari melaporkan ke polisi, agar pelaku segera tertangkap. “Saya ini mau ke kantor polisi untuk membuat laporan, supaya pelaku segera ditangkap,” ungkapnya, Rabu (22/6/2022).(s)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.