Nasional
Dirut PLN Harus Berani dan Total dalam Bekerja
Jakarta, HarianSentana.com
Praktisi Kelistrikan Nasional, Jumadis Abda meminta Pemerintah menunjuk anak bangsa yang berani berkorban dan totalitas bekerja untuk kemajuan PLN sebagai penggerak perekonomian Nasional.
“Saya sangat mendukung PLN agar dapat lebih baik. Tentu saja melalui pemilihan Dirut beserta Board Of Director (BOD)-nya yang lain yang punya kualifikasi baik. Termasuk unsur Komisaris juga harus lebih aktif membuat PLN berkinerja baik,” kata Jumadis dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Selasa (26/11).
Menurut mantan Ketua Umum SP PLN ini, banyak peluang- PLN berkinerja baik dengan cara menekan biaya pokok produksi listrik. “Bukan dengan menaikan tarif listrik yang justeru semakin membuat terpuruk perekonomian Indonesia. Akibatnya daya saing produk industri kita jadi semakin menurun dan daya beli masyarakat juga semakin berat,” paparnya.
Ia mengungkapkan, untuk wilayah Jawa Barat saja sudah berapa ratus industri yang tutup, terutama industri konveksi. “Akibatnya sudah puluhan ribu pekerjanya yang di PHK karena perusahaan mereka tidak mampu bersain,” ungkapnya.
Lebih jauh Jumadis mengatakan, seharusnya hal ini menjadi keprihatinan seluruh komponen bangsa, termasuk yang menetukan adalah pemerintah yang menunjuk Direksi dan Komisaris PLN. “Tarif listrik ternasuk salah satu yang menyebabkan industri kalah bersaing dari industri sejenis di negara lain,” tukasnya.
“Saya sangat mendukung, namun agar PLN dapat dibenahi tentu saja dimulai dari top manajemennya. Ditunjuk dari anak bangsa yang berani berkorban dan totalitas bekerja untuk kemajuan PLN sebagai penggerak perekonomian nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya Serikat Pensiun Pekerja Listrik Nasional (SPPLN) yang notabene adalah bagian yang pernah terlibat dalam aktivitas operasional PLN, baik dimasa lalu saat masih aktif bekerja di PLN maupun saat ini sebagai pemerhati dan pencinta PLN, memberikan beberapa kriteria untuk calon Dirut, Direksi dan Komisaris PLN.
“Ya kita punya beberapa kriteria untuk jajaran pimpinan PLN diantaranya harus punya integritas kuat, jujur dan berakhlak baik. Tidak mentolerir adanya indikasi calo atau broker dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan seperti yang terjadi dan kasat mata pada kasus PLTU Riau 1,” kata Ketua SPPLN, Edwin Dwana Putra di Jakarta, Selasa (26/11).
Selain itu, kata dia, para pimpinan PLN juga harus profesional dalam bekerja dan semata-mata bekerja untuk kemajuan PLN yang berdampak kepada peningkatan ekonomi negara. “Mereka juga harua memiliki kompetensi dalam bidang kelistrikan, mengetahui proses bisnis PLN sehingga mampu mengimplementasikan jalannya roda proses bisnis kelistrikan dengan efektif dan efisien,” paparnya.
Intinya, kata dia, keberhasilan pengelola PLN seperti Dirut, Direksi dan Komisaris yang ditunjuk pemerintah adalah sejauh mana listrik dapat dinikmati masyarakat dengan keandalan yang tinggi dan sesuai harapan Presiden Jokowi di mana tarif listrik Indonesia tidak lebih mahal dibanding negara lain.
“Keberhasilan Dirut PLN dan perangkatnya yang akan datang harus bisa menurunkan tarif listrik saat ini. Dan akan dianggap sangat gagal bila tarif listrik saat ini justru naik,” tukasnya.
“Kami juga mengirimkan surat ke Presiden Jokowi demi terwujudnya PLN yang lebih baik untuk masa yang akan datang yang mendorong perekonomian nasional. Kami berharap sumbang pemikiran dan masukan ini dapat bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.(sl)
Penulis: Syarief Lussy