Nasional

Dikawatirkan Akan Ada PPIU Yang Gulung Tikar Bila Jamaah Umrah Minta Refund

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Akan ada Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) yang akan bangkrut bila calon Jamaah Umrah meminta Refund atau Pengembalian uang yang disetorkan karena adanya kebijakan penundaan  pelaksanaan Ibadah Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) yang juga selaku Direktur Utama PT. Patuna Drs. H. Syam Respiadi dalam acara Manasik Umroh Milad 37 Patuna Mekar Jaya di Manggala Wana Bhakti, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Menurut Syam, bila calon Jamaah tidak melakukan reschedule dan meminta Refund atau uangnya di kembalikan pasti akan ada PPIU yang akan mengalami  kebangkrutan.

” Seleksi alam akan menentukan, pasti akan ada PPIU yang akan mengalami  kebangkrutan karena memang uangnya telah dibayarkan untuk komponen umrah seperti pesawat, hotel, catering dan visa di Arab Saudi,” tuturnya.

Dikatakannya saat ini ada beberapa jamaah yang memang akan mengajukan Refund. Bila jamaah tetap meminta Refund sudah dapat dipastikan calon jamaah tidak akan menerima 100 persen uangnya kembali,” katanya.

Hal itu dikarenakan akan ada pemotongan biaya biaya kalau tetap memaksakan Refund. Syam mencontohkan, misalkan saja untuk pembatalan saja terkena biaya 500 US dolar  belum lainya, ya paling tidak PPIU akan mengembalikan 90 persen itupun kalau ada cash flow perusahaan,” katanya.

Ditegaskannya  yang paling  baik jamaah melakukan penjadwalan kembali keberangkatannya

“Kami dari Asosiasi berharap calon Jamaah lebih memilih menjadwalkan ulang  keberangkatannya  dan kami akan prioritaskan serta tidak akan ada tambahan biaya yang dibebankan ke Calon jamaah,” ujarnya.

Senada dengan Syam Respiadi, Direktur Bina Umrah dan haji Khusus Kementrian Agama Muhamad Arfi Hatim menyatakan  calon Jamah Umrah tidak akan dirugikan akibat penundaan sementara pelaksanaan ibadah umrah Pemerintah bersama  pemangku kepentingan lainnya telah mengupayakan reschedule  untuk calon jamaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci

“Saya selalu mengingatkan kepada PPIU untuk melakukan Resechudule  pelaksanaan ibadah umrah dan saya berharap para jamaah mau dijadwal ulang melaksanakan ibadah umrah sehingga nanti begitu pemerintah Arab saudi mencabut penundaan pasti akan di berangkatkan.

Arfi berpesan pada para calon Jamaah bahwa uang mereka Tak akan hilang

”saya jamin uang calon jamaah umrah yang seharusnya berangkat tidak akan hilang karena ini keadaan post mayor,” ujarnya.

Lebih lanjut Arfi menjelaskan masih ada 4800 jamaah umrah yang ada di Tanah suci dan  mereka harus segerah neninggalkan Arab Saudi paling lambat 15 Maret  2020.

”hingga hari ini ada 4800 jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi Di Makkah Almukaramah dan Madinah Al Munawwarah dan mereka semua harus sudah berada di Tanah air tanggal 15 Maret 2020,” ucapnya.

Menurut Arfi Hatim pihak airline bertanggung jawab untuk nenjemput Mereka di Arab Saudi.

“Maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia  harus menjemput jamaah  dari Jakarta ke Arab Saudi walaupun  pesawat penjemput itu dalam keadaan  Kosong herangkat dari Bandara di Indonesia,” jelasnya.

Arfi Hatim juga minta pada para penyelenggara ibadah Umrah untuk tidak membuka pendaftaran umrah dalam kondisi penundaan sementara ibadah umrah

“Kementrian agama telah meinta kepada  PPIU untuk tidak menerima pendaftaran umrah karena memang belum ada kepastian pembukaan kembali pelaksanaan ibadah umrah dan agama pun melarang menjual janji dalam keadaan yang tidak pasti,” jelasnya.

sementara itu Direktur Utama Garuda Irfan setiaputra menyatakan Garuda tetap Komit untuk menjemput pulang Jamaah umrah yang memegang tiket Garuda

“Kami akan menjemput jamaah umrah yang memegang tiket  Garuda di Arab Saudi sampai tanggal 15 Maret 2020,” Pungkasnya.

Click to comment

Trending

Exit mobile version