Nasional
Densus 88: Jaringan Teroris NII di Sumbar Ingin Ubah Ideologi Pancasila
Jakarta, HarianSentana.com – Kepala Bagian Bantuan Operasional Densus 88, Kombes Pol Aswin Siregar Sik mengungkapkan, bahwa secara garis besar potensi ancaman teror dari Jaringan NII Sumatra Barat adalah, memiliki keinginan mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam secara kaffa.
“Niat NII ingin menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan Kacau,” kata Aswin seperti dikutip di Jakarta, Senin (25/4/2022).
Lebih lanjut Aswin mengatakan, pihaknya telah menemukan Dokumen tertulis visi misi jaringan NII di Sumatra Barat serupa dengan NII (Negara Islam Indonesia) Kartosuwiryo. Untuk itu ia menyampaikan bahwa penegakan hukum terhadap seluruh anggota jaringan NII di Provinsi Sumatra Barat dilakukan sebagai salah satu upaya mengungkap struktur dan menekan perkembangan jaringan NII baik di tingkat kewilayahan hingga ke pusat.
“Hal ini penting dilakukan mengingat perkembangan jaringan NII sudah tersebar masif di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Maluku, hampir semua Sumatra, khususnya Sumatra Barat,” kata Aswin.
Para tersangka yang sudah tertangkap memberikan keterangan bahwa struktur NII mereka se tingkat cabang/kecamatan/CV (istilah NII) lV/ Padang dengan jumlah Anggota 1,125 orang.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 400 anggota merupakan Personil aktif selebihnya (berbai’at namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII) yang sewaktu-waktu bisa di aktifkan apa bila perlu,” ujarnya.
Aswin juga membeberkan bahwa pola rekrutmen snggota teroris NII yang tersebar di Sumatra Barat dilakukan dengan pola perekrutan berjenjang. NII Cabang lV Padang yang terbagi dalam 5 ranting/UD di mana masing-masing berhasil merekrut Anggota sekitar 200 orang.
“Dari jumlah total yang ada di Sumatra Barat, tercatat 843 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang berada di Kabupaten Tanah Datar. Proses perekrutan anggota NII juga digelar secara terstruktur dan sistimatis,” paparnya.
“Untuk bergabung menjadi ‘warga’ NII, seseorang harus melalui 4 tahap perekrutan yang disebut ‘pencorakan’ yaitu P1 (pencorskan 1), P2, PL/P3, dan P4,” lanjutnya.
Menuruta, pada keempat tahap tersebut secara berjenjang tiap calon ‘warga’ akan diberi materi dan nilai-nilai terkait menghafal Sapta Supaya pemahaman sari’at Islam dan Ibadahnya, sejarah perjuangan Umat Islam, ma’rifatul insan, siroh nabawi, dan berbagai nilai-nilai keislaman.
“Persiapan NII, ke setiap calon warga harus mengikuti bai’at NII/ kenegaraan dan bai’at perjuangan, terkhusus bagi yang akan diangkat menjadi pengurus/pejabat dan ada bai’at kepengurusan,” tukasnya.
Selama perekrutan anggota NII, kata Aswin mereka melakukannys tampa memandang jenis kelamin dan batas usia dengan adanya sejumlah anak di bawah umur yang tercatat sebagai anggota. “Hal ini terbukti dengan ditemukannya 77 orang di bawah umur 17 tahun yang dicuci otaknya dibai’at untuk sumpah setia kepada NII,” sebutnya.
Bahkan Aswin mengatakan bahwa dari jumlah itu tercatat 126 orang yang kini sudah dewasa namun dulu juga direkrut usia di bawah umur. “Oleh karna itu sekarang Densus 88 telah bekerja sama dengan KPAI untuk mengembangkan kasus ini terkait perekrutan anak di bawah umur,” tukasnya.
Terkait hal ini, KPAI telah meminta Polri untuk mengembangkan pengungkapan jaringan NII di seluruh Indonesia khususnya Sumatra Barat untuk mencegah perekrutan anggota NII. “Hal ini perlu dilakukan ke seluruh wilayah Indonesia demi anak bangsa dan ini tidak bisa dibiarkan. Negara tidak bisa kalah terhadap Teroris NKRI Harga mati,” tutup Ashwin.
Penulis: Albero S
Nasional
JSI Menjadi Tuan Rumah Dalam Ajang Team Indonesia & Team Europe Bersepeda Bersama Akhiri Kekerasan Digital Terhadap Wanita dan Anak Perempuan.
Jakarta, Hariansentana.com – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) melalui ruang publik flagshipnya, One Satrio, menjadi tuan rumah dalam Kegiatan “Team Indonesia & Team Europe bersepeda bersama ( Bike Ride) dalam kampanye tahunan 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence (16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender). Sabtu (6/12/2025).

General Manager Commercial Property PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.Stella Kohdong menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan digital yang marak dialami perempuan dan anak perempuan. Melalui kegiatan bersepeda ini pesan tentang kesetaraan gender, solidaritas, dan pentingnya ruang publik serta ruang digital yang aman disampaikan dengan cara yang inklusif dan mudah diterima masyarakat,” jelasnya.
Pemilihan One Satrio, yang berada di kawasan strategis Golden Triangle, ini berperan sebagai Jakarta’s New Urban Activity Hub, ruang publik modern yang mendukung aktivitas outdoor, konektivitas pedestrian, jalur sepeda aman, interaksi komunitas, serta landskap hijau. Dengan fasilitas seperti running track, dog park, jalur sepeda, dan open lawn. One Satrio telah menjadi destinasi favorit masyarakat untuk beraktivitas dan menikmati gaya hidup urban yang sehat dan humanis,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan JSI dalam kampanye global ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap isu sosial dan kesetaraan. “One Satrio kami hadirkan sebagai ruang publik yang aman, inklusif, dan relevan bagi masyarakat urban.
Menjadi tuan rumah kampanye 16 Days of Activism adalah kehormatan sekaligus wujud dukungan kami terhadap upaya penghapusan kekerasan berbasis gender maupun kekerasan digital,” tukasnya.

Sementara ditempat terpisah H.E. Denis Chaibi, selaku Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, mengapresiasi dukungan JSI. “Bersepeda adalah simbol kota yang sehat, aman, dan
berkelanjutan. Kami sangat menghargai kerja sama dengan JSI yang telah menyediakan ruang urban berkualitas untuk menyampaikan pesan penting tentang kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan berbasis gender,” ujar H.E. Denis.
Sebagai ruang publik modern dengan konsep green urban design, One Satrio turut memperkuat tren “outdoor revival” di Jakarta dan memberikan nilai sosial-ekonomi bagi kawasan pusat kota melalui
aktivitas UMKM F&B, komunitas olahraga, dan industri kreatif. Melalui penyelenggaraan “Team Indonesia & Team Europe – BIKE RIDE”, JSI kembali menegaskan perannya sebagai pengembang yang tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga menghadirkan nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan di ruang-ruang yang diciptakannya. JSI tidak hanya membangun properti, kami mengkurasi kehidupan kota. One Satrio menjadi ruang yang mempertemukan komunitas lokal dan internasional, serta menunjukkan bagaimana ruang publik dapat menjadi pusat energi positif dan kolaborasi,” tambah perwakilan manajemen JSI.
Dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan, aksi bersepeda bersama ini melambangkan tekad kolektif kita untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Seperti halnya para pesepeda yang tertib berbagi jalan, kita juga harus berbagi tanggung jawab dalam memastikan ruang digital aman bagi semua Wanita dan anak perempuan.
Indonesia menyambut baik kolaborasi ini dengan Uni Eropa seiring dengan upaya kita untuk memperkuat kerja sama dalam mendorong kesetaraan gender dan perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye advokasi komprehensif, dimana Uni Eropa bermitra dengan organisasi masyarakat sipil dan pemuda-pemudi untuk mendukung inisiatif mereka dalam menangani kekerasan berbasis gender di ranah digital,” pungkasnya. (Red)
Ibukota
Satpol PP Pademangan Gelar Giat Bina Tertib Praja.
Jakarta, Hariansentana.com – Satpol PP Kecamatan Pademangan kembali menggelar giat BinaTertib Praja (BTP) di Sepanjang jl. Bunyamin Sueb kelurahan Pademangan Timur dan Jl.Tongkol kelurahan Ancol Kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara. Kegiatan ini bersinergi dengan Polri, Tni, dan Dinas Perhubungan Staf kecamatan dan kelurahan. Kegiatan ini merupakan wujud penegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2007.

Kasatpol PP Kecamatan Pademangan Asromadian AB.S.Sos, Kamis (4/12/2025) mengatakan, terdapat 35 personel yang terlibat untuk mensterilkan trotoar.
“Ada puluhan Kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4 yang terparkir sehingga dihimbau, petugas memberikan teguran dan memberikan Sanksi berupa teguran PKL yang berjualan di atas trotoar dan saluran, beberapa lapak dagang dibongkar dan diangkut dengan KDO Truk Satpol PP, ” kata Asromadian didampingi Deny Pengendali, Yusuf Barok, Muktar dan Sugimin dan Para Kasatgas kelurahan.
Asromadian menjelaskan pada Media Hariansentana.com akan terus menerus melaksanakan kegiatan patroli dan tetap menghimbau secara persuasif dan humanis untuk masyarakat khususnya para pelaku usaha agar tidak melakukan kegiatan usaha di atas trotoar.
“Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga Jakarta dengan menggunakan trotoar sesuai dengan fungsinya. Agar masyarakat merasa aman dan nyaman berjalan di atas trotoar,” ujar Asromadian.(Sutarno)
Daerah
Prabu Foundation Gencarkan Edukasi Kebangsaan dan Literasi Digital, untuk Cegah Ekstremisme Anak
Bandung, Hariansentana.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Prabu Foundation menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Nilai, Karakter Toleran, Pengawasan Media Sosial, dan Peran Keluarga serta Sekolah dalam Mencegah Radikalisme Anak Menjelang Nataru 2025” di Shakti Hotel Bandung, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta, menghadirkan pembicara dari berbagai instansi, mulai dari Kesbangpol Jawa Barat, Polda Jabar, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kementerian Agama, hingga mantan narapidana terorisme.
Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya pada pukul 09.25 WIB, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Prabu Foundation Asep Muhargono sebelum memasuki sesi materi.

Melalui keterangannya, Kamis (4/12), Khoirul Naim dari Kesbangpol Jawa Barat, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikalisme yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital.
“Di era sosial-digital sekarang, kita harus semakin waspada terhadap polarisasi dan intoleransi. Penguatan harmoni sosial harus terus dilakukan, terutama melalui sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara dari Polda Jawa Barat, AKBP Rumi menyoroti perlunya keterlibatan semua pihak dalam menjaga ruang digital dari penyebaran paham ekstrem.
“Menjelang Nataru, pengawasan media sosial dan literasi digital menjadi sangat penting. Keluarga dan sekolah perlu terlibat aktif agar paham radikal tidak mudah menyusup kepada anak-anak,” katanya.
Pengalaman pribadi juga dibagikan oleh Roki Apris Dianto, mantan narapidana terorisme, yang menegaskan bahwa, remaja dan anak-anak kerap menjadi target jaringan radikal.
“Kelompok radikal sangat pandai mencari celah dan anak-anak sering jadi sasaran karena mudah diarahkan. Pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas online mereka adalah kunci pencegahan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Iwan Sanusi, menegaskan bahwa, pendidikan karakter tetap menjadi benteng penting dalam membentuk ketahanan ideologis peserta didik.
“Nilai-nilai Pancawaluya seperti cageur, bageur, bener, pinter, dan singer harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki karakter kuat dan tidak mudah terpengaruh ideologi berbahaya,” katanya.
Hal senada disampaikan Hari Teguh dari Kementerian Agama, yang menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa. Sikap terbuka, saling menghargai, dan pengawasan terhadap konten digital harus diperkuat agar paham negatif tidak berkembang,” ujarnya.
FGD yang berlangsung hingga pukul 12.36 WIB ini diharapkan mampu menghasilkan strategi bersama dalam mencegah radikalisme pada anak dan remaja, terutama menjelang periode akhir tahun yang kerap menjadi momentum sensitif bagi penyebaran paham ekstrem. (Red).
-
Olahraga7 days agoKolaborasi Pemkot dan Pokja PWI Jakarta Utara Hidupkan Semangat Pahlawan Lewat Fun Walk 2025
-
Ibukota5 days agoLantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta, Pramono: Saya Butuh Administrator Ulung
-
Peristiwa4 days agoPernyataan Resmi: Bantahan atas Dugaan keterlibatan Oknum Berseragam Aktif
-
Ibukota3 days agoJakarta Utara Marak Rokok Ilegal Tampa Cukai, Aparat Tutup Mata.

