Connect with us

Polhukam

Bukan Cuma Dino, Pria Ini Juga Jadi Korban Mafia Tanah

Published

on

Jakarta, Hariansentana.con – Isu mafia tanah kembali mencuat dan menjadi sorotan masyarakat Tanah Air. Banyak masyarakat yang menjadi korban, tidak hanya seperti yang terjadi pada Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, sejumlah sertifikat tanah milik ibunya diduga dipalsukan, sehingga membuatnya meradang di media sosial.

Para korban mafia tanah ini sesungguhnya banyak ditemukan di masyarakat. Bukan hanya di kalangan tertentu saja, tapi melanda semua lapisan masyarakat. Namun karena bukan ‘orang penting’ di republik ini, serta tak memiliki kekuatan kapital, kasusnya tak menjadi sorotan, atau bahkan tak ada proses hukum yang berarti seperti yang diperoleh Dino.

Karna Brata Lesmana juga mengalami hal yang sama. Dirinya beruntung mampu melawan mafia tanah, setelah melalui proses yang berbelit, serta memakan banyak waktu dan tenaga. Ironinya para mafia tanah ini juga tidak jera, mereka terus kasak – kusuk mencari celah guna memuluskan rencananya.

“Saya juga menjadi korban mafia tanah oleh seseorang yang bernama Christoforus Richard. Saat ini dia telah menjadi narapidana,” ujar Karna, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan pada risalah putusan Mahkamah Agung Nomor 103 K/PID/2019, kasus ini bermula saat Karna membeli tanah seluas 6 Ha dengan nilai Rp 36 miliar yang dibeli dari PT Mutiara Sulawesi (MS) pada tahun 2010. Tanah dengan nomor SHGB Nomor 1678/Ungasan itu, terletak di Desa Ungasan, Badung, Bali. Di samping Karna, ada pula PT Knightbridge Luxury Development yang melakukan pembelian tanah dari PT MS.

Sebelum dalam penguasaan PT Mutiara Sulawesi, tanah tersebut dimiliki oleh PT Nusantara Raga Wisata (PT NRW) yang dipimpin Christoforus Richard selaku direktur utama. PT NRW menjual tanah ke PT MS senilai Rp 5 miliar pada 2003.

Perkara muncul pada 2011, saat Christoforus mengajukan permohonan eksekusi atas putusan nomor 3280K/Pdt/2010 yang mana sebetulnya di dalam amar putusan itu bersifat tidak menghukum atau (non condemtoir).

Christoforus membuat surat palsu untuk mengelabui oknum BPN Bali guna mendapatkan tanah SHGB nomor 72 dan SHGB nomor 74, sehingga seolah-olah tanah tersebut masih dimiliki oleh PT NRW.

Pembatalan sertifikat tanah milik Karna yang diminta Christoforus kala itu sempat tak dihiraukan oleh Kepala BPN Bali. Tapi tindakan itu menyebabkan Kepala BPN Bali tersebut dimutasi ke tempat lain. Dari Kepala BPN Bali yang baru itulah akhirnya terbit pembatalan sertifikat atas nama Karna Brata Lesmana.

Akibat penipuan ini, Christoforus dilaporkan ke polisi oleh PT MS dan diproses hukum. Ia divonis 3 tahun penjara di tingkat pertama, bebas di tingkat banding (majelis hakim tingkat banding menyatakan Christoforus terbukti melakukan penipuan namun dianggap sebagai tindakan perdata), lalu dinyatakan bersalah dengan hukuman tiga tahun penjara di tingkat kasasi.

Dalam pendapatnya, majelis MA menyatakan Karna dan juga PT Knightbrides sebagai pihak yang dirugikan dari perbuatan Christoforus Richard.

“Pembatalan sertifikat dikeluarkan BPN Bali. Padahal sertipikat tanah telah dibaliknamakan atas nama saya sendiri,” kata Karna.

Rupanya pembatalan itu berdasarkan atas tipu-tipu dokumen yang diduga dilakukan Christoforus di tahun 2012. Tipu-tipu ini terungkap di pengadilan.

Pembatalan itu, kata Karna, atas dasar putusan Mahkaman Agung Nomor 3280 K/Pdt/2010 tanggal 21 April 2011. Padahal putusan itu bukan putusan condemnator alias tidak bisa dieksekusi. Terlebih peryataan tersebut sudah diperkuat surat dari Pengadilan Negeri Cibinong.

Mahkamah Agung pun akhirnya memvonis Christoforus selama tiga tahun penjara karena dituduh melanggar Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Christoforus sempat menggandeng politikus sekaligus pengacara ternama Yusril Ihza Mahendra, untuk membelanya saat mengajukan peninjauan kembali (PK) di MA, namun akhirnya ditolak.

Dalam kesempatan tersebut Krana Brata juga turut menunjukan sejumlah dokumen bukti kepemilikan bahwa lahan tersebut sah milik PT. Mutiara Sulawesi yang juga diketahui dan ditandangani langsungoleh CR. 26 Oktober 2005 silam sehingga yang bersangkutan tak dapat lagi berkelit dan mengaku tidak mengetahui proses jual beli lahan tersebut.

Kendati Christoforus telah dipenjara, Karna kini kembali gelisah. Sebab ia mendapat kabar jika pria itu masih ‘berkeliaran’ di luar jeruji besi.

“Saya mendapatkan informasi dia sakit, karena itu dibantarkan. Tapi saat dibantarkan dia kabarnya ke sana-kemari,” tutur Karna.

Masih berdasarkan informasi yang Karna terima, Christoforus diduga menemui sejumlah orang-orang penting di republik ini. Dalam kesempatan itu, ia kerap menceritakan permasalahan yang menjeratnya.

Karna juga mengaku mendapatkan info jika Christoforus tengah melakukan upaya perlawanan balik terhadapnya.

“Dia kabarnya cerita ke sana-sini bilang bahwa dia dikriminalisasi,” tutur Karna.

“Saya diingatkan sama teman-teman saya, ‘hati-hati Pak Karna, dia gentayangan di luar tuh’,” imbuhnya.

Jika benar demikian, Karna menyesalkan peristiwa itu. Terlebih sebagai seorang tahanan, Christoforus disebut bebas lalu-lalang di luar penjara dengan memanfaatkan statusnya yang sakit. Ia pun meminta pihak terkait mengambil tindakan.

Sehingga kesan bahwa sistem hukum di Indonesia kalah dengan mafia tanah tak muncul di benak masyarakat.

“Mafia tanah ini begitu hebatnya. Padahal dia statusnya tahanan, tapi bisa keluar kemana-mana,” kata Karna.

“Saya tahu nongkrongnya dia di mana dan dengan siapa saja. Nanti kapan waktu saya bongkar semua kalau tidak ada tindakan serius oleh pihak terkait,” imbuhnya.

Polhukam

Kedudukan Lanud Atang Sendjaja Sangat Strategis sebagai Penyangga Pertahanan Ibukota.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — “Sebagai salah satu Lanud yang berada di jajaran Koops Udara I, kedudukan Lanud Atang Sendjaja bagi kepentingan pertahanan negara memiliki nilai yang strategis sebagai penyangga Ibukota, dan juga salah satu pangkalan induk pesawat helikopter kebanggaan TNI AU”

Demikian ditegaskan oleh Pangkoops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin, saat memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Lanud Atang Sendjaja dari Marsma TNI M. Taufiq Arasj, S.Sos., selanjutnya menjadi Waasops Panglima TNI kepada Kolonel Pnb Juli Heryanto Ginting, S.Sos., sebelumnya menjabat Paban II/Jianevallat Ditjian Kodiklatau. Bertempat di Lapangan Upacara Mako Lanud ATS. (Jumat, 19-4-2024).

Lebih lanjut dalam pelaksanaan upacara sertijab tersebut Pangkoops Udara I menjelaskan bahwa, “Setiap regenerasi kepemimpinan yang dilaksanakan melalui serah terima jabatan, harus dimaknai dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan satuan-satuan yang dinamis dan selalu siap menghadapi tantangan tugas. Kaderisasi yang baik merupakan ciri utama organisasi yang sehat” jelas Alumni AAU ’96.

Sebelum menutup amanatnya, Pangkoops Udara I menyampaikan ucapan, “Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Marsma TNI M. Taufiq Arasj, S.Sos., beserta Ny. Rosa Taufik Arasj yang telah memberikan pengabdian yang tulus selama menjabat Danlanud Atang Sendjaja dan Ketua PIA Ardhya Garini Cab.3/D.I Lanud ATS. Saya berharap, semoga dalam mengemban jabatan yang baru sebagai Waasops Panglima TNI, Bapak dan Ibu dapat mengukir prestasi lebih baik lagi”.

Kemudian kepada Kolonel Pnb Juli Heryanto Ginting, S.Sos., beserta Ny. Windi J.H. Ginting, saya menyampaikan ucapan “Selamat atas amanah jabatan baru sebagai Dan Lanud ATS dan Ketua PIA Ardhya Garini Cab.3/D.I Lanud ATS. Laksanakan amanah dan tugas tanggungjawab jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Teruskan tugas-tugas yang selama ini dilaksanakan oleh pejabat sebelumnya, selanjutnya kembangkan hal-hal positif untuk kemajuan Lanud Atang Sendjaja ke depan” tutup Pangkoops Udara I.

Ditempat dan waktu yang bersamaan dilaksanakan juga serah terima jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Cab.3/D.I Lanud ATS yang dipimpin oleh Ketua PIA Ardhya Garini Daerah I Koops Udara I Ny. Erin Mohammad Nurdin, yang dihadiri oleh Para Pengurus PIA Ardhya Garini Daerah I Koops Udara I dan Pengurus Cab.3 D.I Lanud ATS.

Hadir dalam pelaksanaan sertijab Danlanud ATS, Para Sesepuh dan Mantan Danlanud ATS, Kas Koops Udara I, Danlanud Halim Perdanakusuma, Danlanud Suryadarma, Dankosek IKN, Keluarga Besar Katga AAU 95, Parasena AAU 96, Para Pejabat Utama Makoops Udara I, Para Pejabat Utama Lanud ATS, Jajaran Satuan TNI AU wilayah Bogor, Para Pejabat TNI-Polri wilayah Bogor, Jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Bogor, Para Mitra Kerja Lanud ATS, Ketua PPAU Bogor dan Ketua P3AU Bogor beserta para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Lanud ATS.

Continue Reading

Polhukam

Danpushidrosal Tekankan Prajurit KRI Dewa Kembar-932 Pertahankan Kondisi Teknis Kapal agar selalu siap dukung Opssurta Hidros

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto menekankan kepada seluruh prajurit pengawak KRI Dewa Kembar-932 agar mempertahankan kebersihan dan kondisi teknis kapal agar siap mendukung tugas-tugas Pushidrosal, utamanya dalam kegiatan Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-oseanografi (Opssurta Hidros).

Demikian disampaikan Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto saat mengadakan kunjungan ke KRI Dewa Kembar-932 saat bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (18/4/2024).

Kunjungan yang didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Rony saleh, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobarudin, Aslog Danpushidrosal Kolonel Laut (T) Sidyk Wahono, Dansatsurvei Kolonel Laut (P) Hendi Suhendi, Kadisharkap Pushidrosal Kolonel Laut (T) Cok Bagus Alit dan Kadisveranautikas Kolonel laut (E) Trijoko tersebut di terima langsung oleh Komandan KRI Dewa kembar-932 Letkol Laut (P) Mustika Ari Wibowo.

Dalam kunjungannya Komandan KRI Dewa Kembar memaparkan kepada Danpushidrosal beserta pejabat Pushidrosal yang mendampingi tentang pelaksanaan tugasnya dalam melaksanakan operasi survei dan pemetaan hidro-oseanografi (Opsurta Hidros) yang sedang dilaksanakan KRI Dewa Kembar-932 saat ini guna menjamin keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.

Diakhir kunjungannya, Danpushidrosal beserta pejabat Pushidrosal mengecek secara langsung KRI Dewa Kembar-932 yang tengah melaksanakan Opssurta Hidros setelah selesai dalam masa pemeliharaan perbaikan tingkat depo diantaranya perbaikan pemeliharaan sistem bangun kapal, dan sistem pendorong kapal.

Continue Reading

Polhukam

Peringati HUT Ke-78 TNI AU, Koops Udara I Gelar Upacara Ziarah Rombongan di Taman Makam Tokoh Bangsa Karet Bivak.

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com — Dalam rangka memperingati HUT ke-78 TNI Angkatan Udara 9 April 1946 – 9 April 2024, Komando Operasi Udara I sebagai penyelenggara menggelar Upacara Ziarah Rombongan di Taman Makam Tokoh Bangsa, Karet Bivak, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Dankodiklatau), Marsdya TNI Dr. Arif Mustofa, M.M. (Rabu, 17-4-2024).

Upacara ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga oleh Pangkoops Udara I di Tugu Taman Makam Pahlawan. Kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga oleh pimpinan ziarah, didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Kodiklatau Ny. Shirley Arif Mustofa yang ziarah ke pusara para Pahlawan, diikuti oleh para pejabat dan anggota peserta ziarah lainnya.

Ziarah yang dilaksanakan tersebut, selain sebagai bagian dari perayaan HUT ke-78 TNI AU yang mengangkat tema “TNI AU yang disegani di kawasan siaga senantiasa mengamankan kedaulatan wilayah udara nasional untuk Indonesia maju”, namun lebih dari pada itu adalah untuk mengenang kembali jasa-jasa para Pahlawan khususnya prajurit TNI AU yang telah gugur karena tugas negara, sekaligus mendoakan arwah para Pahlawan yang telah gugur bagi kepentingan negara Indonesia.

Turut hadir dalam pelaksanaan ziarah yang telah berjalan dengan khidmat dan lancar ini Pangkoops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin beserta Ketua PIA Ardhya Garini Daerah I Koopsud I Ny. Erin Nurdin, Kapoksahli dan Para Asisten Koopsudnas, Irkodiklatau, Kapoksahli dan Para Pejabat Utama Kodiklatau, Kaskoops Udara I, Irkoops Udara I, Dansekkau, Dankosek IKN, Para Pejabat Utama Makoops Udara I, Perwakilan Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan PNS Koopsud I serta Para Anak, Menantu dan Cucu dari Bapak TNI Angkatan Udara Marsekal TNI (Purn). Rd. Soerjadi Soerjadarma.

Continue Reading
Advertisement

Trending