Daerah
BPBD Lebak: Lokasi Pembangunan Hunian Tetap Belum Pasti
Lebak, HarianSentana.com – Hingga sebulan lebih setelah bencana banjir bandang dan longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, belum memastikan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat yang tinggal di posko pengungsian.
Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi usai rapat koordinasi penanganan bencana di Lebak, Rabu (12/2/2020). “Kami berharap pembangunan huntap itu bisa segera direalisasikan,” kata Kaprawi.
Menurut dia, penanganan bencana banjir bandang dan longsor sudah dilakukan dari penyelamatan, evakuasi masyarakat, juga pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar dengan terpenuhi kebutuhan logistik. “Saat ini sebagian korban bencana alam tinggal di posko pengungsian Dodiklatpur dan di tenda-tenda pengungsian,” ujarnya.
Sejauh ini, kata dia, pemerintah daerah segera melaksanakan pembangunan huntap jika sudah ada rekomendasi dari Badan Geologi.
Pihaknya belum menerima laporan dari Badan Geologi untuk lahan pembangunan relokasi bagi warga korban bencana alam.
“Kami berharap Badan Geologi dapat merekomendasikan lahan untuk relokasi yang akan dibangun huntap sehingga warga tidak lama tinggal di pengungsian,” katanya.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara VIII dan perkebunan swasta yang memiliki lahan begitu luas.
“Kemungkinan besar lahan bagi pengungsi tersebut di lokasi mereka karena di antaranya juga relatif aman dari ancaman banjir bandang dan longsor,” tukasnya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, saat ini juga melakukan verifikasi ulang untuk mengakurasi data warga yang mengalami rumahnya rusak berat, rusak ringan hingga hilang diterjang banjir bandang dan longsor. “Semua warga yang menjadi korban bencana alam itu bisa menghuni huntap yang dibangun pemerintah daerah,” katanya.(ant)