Connect with us

Kesehatan

Balai Kesehatan Kolinlamil TNI AL Layani Vaksinasi Bagi Warga Jakarta Utara Secara Rutin

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Satya Wira Jala Dharma. Dinas Kesehatan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) secara rutin melaksanakan vaksinasi covid-19 dan menyiapkan pelayanan vaksin setiap hari untuk warga Jakarta Utara. Seperti yang dilaksanakan di Balai Kesehatan, Dinas Kesehatan Kolinlamil, Koja, Jakarta Utara, Senin (14/9) sebanyak 120 warga Koja mendapatkan vaksinasi dosis satu dan dosis kedua.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Erwin S Aldedharma menyampaikan bahwa Kolinlamil akan terus melayani kegiatan vaksin secara rutin atau regular kepada warga sekitar Jakarta Utara setiap hari di Balai Kesehatan Dinas Kesehatan Kolinlamil, kegiatan ini dilaksanakan untuk mencapai target program pemerintah vaksinasi Covid-19 dosis ke-1 dan ke-2 sebanyak 70% .Jumlah yang wajib divaksin itu sesuai dengan program jumlah penduduk Indonesia supaya dapat kekebalan komunal (Herd Immunity) dari virus Covid-19.

“Sebanyak 10 orang Tenaga Kesehatan Diskes Kolinlamil secara bergiliran siap melayani vaksinasi masyarakat secara rutin setiap hari dengan jumlah 100 sampai 200 orang baik untuk vaksin pertama maupun vaksin kedua” ujar Panglima Kolinlamil.
Untuk mendapatkan nomor antrian, peserta vaksin dapat mendaftar terlebih dahulu sehari sebelumnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi tetap dilaksanakan sesuai prosedur kesehatan Covid-19, masyarakat setelah selesai divaksin, dihimbau tetap tinggal ditempat untuk menjalani observasi selama 30 menit untuk mengetahui reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Atau jika ada efek samping dari vaksin Covid-19 tersebut terjadi gejala yang tidak diinginkan akan dapat ditangani dengan cepat. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan harus memakai masker, menjaga jarak dengan tidak berkerumun.

Panglima Kolinlamil juga menegaskan bahwa jajarannya secara tegak lurus melaksanakan program vaksinasi Covid-19, yang merupakan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam mendukung program pemerintah guna mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok).

(Red/Dispen Kolinlamil)

Kesehatan

9 Dari 10 Sampel RSLKI Terkonfirmasi Varian Baru Delta B.1.617.2 (India) Sembuh

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com –Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura Surabaya (RSLKI), Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV. memberikan keterangan pers terkait penanganan pasien di RSLKI khususnya klaster Bangkalan dengan varian baru Delta B.1.617.2 (India), Kamis (24/6/2021).

Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra menyampaikan, hingga Sabtu kemarin RSLKI telah mendapatkan konfirmasi mengenai 10 sampel yang diambil dari pasien klaster Bangkalan. Dari sampel tersebut didapatkan hasil 9 terkonfirmasi varian baru Delta B.1.617.2 (India) dan 1 terkonfirmasi varian lokal B.1.466.2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Covid-19 yang merebak di Bangkalan diantaranya adalah varian baru Delta (India).

“Dari 9 orang tersebut satu orang dirujuk ke Bojonegoro dan 8 orang tetap dirawat di RSLKI.  Semua pasien yang tekonfirmasi tersebut telah dirawat dengan baik. Semuanya sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang/KRS (Keluar Rumah Sakit) oleh Dokter Penanggung jawab Pasien (DPJP). Sesuai KMK mereka telah menjalani perawatan lebih dari 10 hari dan dengan swab PCR dua kali negatif mereka dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Lebih lanjut Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra mengatakan, dua pasien bisa pulang setelah 14 hari perawatan, sisanya pulang setelah 15 dan 16 hari perawatan dan pengobatan di RSLKI. Dengan demikian semua pasien varian baru Delta (India) yang dirawat di RSLKI sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing serta menjalani isolasi mandiri 3-5 hari untuk memastikan kondisinya baik, tidak ada gejala susulan yang muncul serta kondisi tubuh mengalami pemulihan.

“Selama menjalani isolasi mandiri tambahan tersebut, mereka dimonitoring oleh PKM dan Dinkes setempat serta mendapatkan dampingan dari Relawan Pendamping PPKPC-RSLKI untuk membantu mengatasi permasalahan non-medis pasca pemulangan,” tambahnya.

Dengan keberhasilan penanganan pasien varian baru di RSLKI Laksma TNI dr. Nalendra menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu takut dengan varian baru, namun demikian harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, baik dan benar. Menghadapi kondisi sekarang, perlu perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasaan baru 5 M yang harus ditekankan oleh pemerintah dan dijalankan oleh seluruh warga masyarakat. “Semua lapisan masyarakat diharapkan bahu membahu mengatasi kondisi ini, tetap tenang dan tidak panik mencermati situasi yang ada. Semua hendaknya bisa mengikuti arahan dan langkah sesuai keputusan dari pemerintah,” jelasnya.

Hingga saat ini, kapasitas RSLKI sejumlah 410 bed, dan pada siang ini jumlah pasien yang dirawat 291 orang, karena hari ini ada “wisuda” penyintas atau pemulangan sejumlah 52 orang, 31 diantaranya pasien dari klaster Bangkalan. Namun jumlah pasien yang dirawat akan segera bertambah karena jumlah inden (daftar tunggu) pasien sejumlah 113 orang dan jumlahnya terus bertambah.

Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra juga menjelaskan bahwa selain sumbangan dari klaster Bangkalan, jumlah pasien yang masuk maupun inden juga banyak berasal dari umum dan keluarga yang berasal Surabaya serta beberapa dari Sidoarjo, Gresik dan kota sekitarnya. Memang menghadapi melonjaknya hunian serta penuhnya sejumlah RS di Surabaya dan Jatim akhir-akhir ini, RSLKI menjadi alternatif dalam penanganan penderita Covid-19.

“Kami selalu siap menjalankan tugas negara memberikan layanan bagi penderita Covid-19 semaksimal yang bisa diberikan. Semoga masyarakat tetap mejalankan protocol kesehatan dengan baik dan konsisten, sehingga tidak terjadi lonjakan penderita Covid-19 dan pandemic segera berakhir,” pungkas Nalendra.

Continue Reading

Kesehatan

Khitan Bagi Pria Dewasa Yang Paling Dianjurkan

Published

on

JAKARTA, Hariansentana.com – Sejumlah metode mulai dari konvensional, laser atau electric couter, dan klamp bisa menjadi prosedur pilihan ketika seseorang ingin dikhitan. Pada pria dewasa, prosedur apakah yang paling dianjurkan?

“Dulu awalnya sunat dengan cara konvensional. Didahului anestesi, terus dipotong sedikit dari atas dulu bagian kanan, melingkar ke kanan, lalu melingkar ke kiri baru dijahit. Dengan pemotongan tersebut banyak risiko yang bisa dihadapi saat khitan seperti perdarahan dan infeksi yang cukup tinggi karena adanya luka terbuka,” terang Prof. Andi Asadul Islam, Ketua PP Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), Dalam webinar FJO, Kamis (8/4/21).

Namun, keputusan penggunaan metode khitan kembali lagi pada pasien. Prof Andi menjelaskan, pada laser, digunakan semacam lempeng besi tipis yang dipanaskan dengan listrik. Prinsipnya, sama seperti solder. Ketika ujung lempeng menyala proses pemotongan pun dilakukan.

Risiko perdarahan saat khitan, dikatakan Prof. Andi tergantung ukuran penis. Sebab, makin besar ukuran penis, makin besar juga pembuluh darah sehingga risiko perdarahan makin besar.

Berbeda dengan metode klamp di mana prosedur dilakukan tanpa jahitan dan menggunakan semacam alat penjepit. Lagipula, jika menggunakan klamp diameter penis maksimal yang dikhitan yakni 3,4 cm.

Kesehatan Utama

Senada dengan itu, praktisi kesehatan seksual dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS menjelaskan sejumlah dampak positif sunat. Khususnya sunat bagi orang dewasa. Di antaranya adalah mengurangi risiko tertular penyakit menular untuk pasangannya.

Boyke mengatakan, banyak sekali permintaan sunat untuk orang dewasa muncul dari pihak perempuan. Dia menegaskan sunat atau sirkumsisi selain dari aspek agama dan budaya, juga ada aspek kebersihan dan kesehatan.

Seperti diketahui virus HPV atau Human Papillomavirus memicu terjadinya penyakit menular seksual (PMS). Virus ini dalam kondisi tertentu bisa memicu kanker. Selain itu Boyke mengatakan pada pria yang tidak disunat, berpotensi terdapat kotoran, bakteri, atau virus lainnya di sekitar kepala penisnya.

Sebab dalam kondisi normal kepala penis pria yang tidak disunat tertutup kulup atau kulit. Butuh perawatan khusus, seperti pembersihan secara berkala bagi pria yang tidak disunat. Dia juga mengatakan ada sejumlah pasangan perempuan yang khawatir jika pasangannya tidak disunat terdapat bakteri Ecoli atau sejenisnya.

Genky lajang asal Jepang salah satu pelaku sunat dewasa, yang turut hadir pada webinar menyatakan; “Meski dalam budaya Jepang tidak dikenal sunat, saya lakukan sunat demi kesehatan dan masa depan serta memilih melakukan sunat di Indonesia,” jelasnya.

Begitu pula dengan permintaan sunat bagi sang suami yang disampaikan oleh bintang tamu misterius kita sebut Mawar, sebelumnya pernah menikah dengan pria yang telah disunat. Sedangkan saat ini suaminya belum disunat.

“Saya merasakan ada perbedaan antara suami yang telah disunat dan belum disunat, agak kerepotan untuk kebersihan dan merasa kurang nyaman saat berhubungan. Jadi kami memutuskan suami juga harus disunat agar pernikahan kami bahagia,” pungkasnya.

Continue Reading

Kesehatan

Cegah Virus Corona Gunakan Hand Sanitizer yang Ideal Agar Terhindar dari Dermatitis Kontak

Published

on

Bekasi, Hariansentana.com –  Dermatitis kontak iritan akibat penggunaan ‘Hand Sanitizer’ merupakan topik utama edukasi yang disiarkan manajemen Siloam Hospitals Sepanjang Jaya sebagai rangkaian program Edukasi Kesehatan Masyarakat Di Masa Pandemi oleh Siloam Hospitals.

Melalui live webinar yang disaksikan lebih dari 60 peserta, dr. Novia Yudhtiara Sp. KK., dokter spesialis kulit dan kelamin Siloam Hospitals Sepanjang Jaya menyampaikan, Dermatitis Kontak adalah peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita.

“Agar pengobatan bisa berjalan secara efektif, penderita harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit mereka. Ruam biasanya dapat hilang dalam waktu dua hingga empat minggu,” tutur dokter Novia, Jumat (26/03/2021) di Bekasi.

Menurut Novia, gejala dermatitis kontak iritan muncul pada bagian tubuh yang melakukan kontak langsung dengan zat yang memicu reaksi pada kulit. Gejala tersebut dapat muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak terjadi.

Gejala umum dermatitis kontak pada kulit penderita adalah:
Ruam kulit kemerahan.
Perubahan sel epidermis
Pelepasan Sel Infamasi ( sitokin)
Gatal yang dapat terasa parah.
Kering.
Pembengkakan.
Kulit kering atau bersisik.
Kulit lecet atau melepuh (gatal berair).
Menebal.
Pecah-pecah.
Terasa sakit saat disentuh atau muncul rasa nyeri.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Siloam Hospitals Sepanjang Jaya ini pun Menambahkan, dimasa pandemi salah satu protokol kesehatan yang amat penting dan selalu diingatkan adalah sering mencuci tangan. Baik dengan “Sabun” atau “Hand sanitizer” yang harus menggunakan kandungan alkohol minimal 60% untuk dapat “mematikan” virus atau bakteri.

“Ada jeda waktu, minimal 20 detik mencuci tangan, dan yang paling baik menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah mengeringkan tangan, segera gunakan pelembab atau moisturizer,” sebut dr. Novia Yudhtiara Sp. KK.

Pada sesi tanya jawab, dokter spesialis dermatologi ini kembali memberikan tips yang perlu diketahui dalam memilih atau menentukan Moisturizer yang akan digunakan, yaitu :
– Pilih pelembab dengan kandungan Minerql Oil dan atau “Petrolatium” yang biasanya dinyatakan dibalik kemasan.
– Pilih pelembab yang tidak mengandung pewarna dan pengharum buatan.

“Bagi pemilik kulit yang sensitif, direkomendasikan menggunakan bahan yang terdiri dari Seramid, Shea Butter dan minyak almond,” pungkas Novia.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.