Connect with us

Polhukam

Bakamla RI Tangkap Kapal Sitaan Ditjen Pajak

Published

on

Jakarta, Hariansentana com – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dengan unsur KN Pulau Nipah-321 berhasil mengamankan kapal sitaan negara berjenis cable layer di perairan Kepulauan Anambas, Batam, pada Sabtu lalu (11/12).

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Selatan I Ainn Nursalim Saleh, dalam Konferensi Pers di Mabes Bakamla RI, Selasa (14/12/2021).

“Hal ini merupakan bentuk kerja sama antar Kementerian/Lembaga yang sangat luar biasa”, ucap Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia. Di sisi lain, Ditjen Pajak Jakarta Selatan I mengucapkan apresiasinya kepada Bakamla RI. “Saya mewakili Kanwil DJP Jakarta Selatan I, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bakamla RI. Jika tidak dibantu, kami akan sangat kesulitan untuk mendapatkan kembali aset sita yang melarikan diri”, ucap Ainn Nursalim Saleh.

“Aset sita barang bergerak ini, belum menyelesaikan kewajiban pajaknya yang kurang lebih sebesar 33 milyar rupiah”, lanjut Ainn Nursalim Saleh.

Dijelaskan oleh Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia, bahwa Bakamla RI menerima surat permohonan perbantuan pengamanan aset sita barang bergerak milik Direktorat Pajak, Kementerian Kuangan. Aset tersebut berupa kapal berjenis cable layer dan bernama lambung CS Nusantara Explorer.

Berbekal dasar tersebut, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia memerintahkan Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito untuk menggerakkan unsur KN Pulau Nipah-321 guna pencarian dan pengamanan kapal target. Diketahui bahwa kapal CS Nusantara Explorer masih dalam status sita sejak 24 Agustus 2021 silam. Tidak tanggung-tanggung, kapal CS Nusantara Explorer juga telah melakukan pelayaran illegal menuju Philipina dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal tersebut merupakan hasil pantauan tracking sistem yang dimiliki Puskodal Bakamla RI.

Menurut data dari Puskodal Bakamla RI, pada 8-12 November 2021 termonitor posisi CS Nusantara Explorer berada di pelabuhan Bauan, Philipina. Kemudian, 18-27 November 2021 termonitor posisi CS Nusantara Explorer sudah berada di pelabuhan Changsu, RRT. Lalu, pada 5 Desember 2021 pukul 05.00 WIB termonitor posisi kapal masuk ZEE Indonesia dan diperkirakan 6 Desember 2021 pukul 16.00 WIB akan melintasi perairan sebelah barat kepulauan Anambas.

Berdasarkan informasi puskodal Bakamla, Kepala Bakamla RI melalui Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito memerintahkan KN Pulau Nipah-321 untuk bergerak menuju perairan Anambas guna melaksanakan pemeriksaan dan pengamanan terhadap kapal target.

Komandan KN Pulau Nipah-321 Letkol Bakamla Anto Hartanto Wibisono langsung bergerak menuju perairan Anambas. Sekitar pukul 14.30 WIB, KN Pulau Nipah-321 berhasil mendeteksi keberadaan kapal CS Nusantara Explorer. Tidak menunggu lama, Komandan KN Pulau Nipah-321 Letkol Bakamla Anto Hartanto langsung memerintahkan agar menurunkan RHIB dan tim VBSS untuk melaksanakan pemeriksaan kapal.

Tanpa perlawan, pada koordinat 03°32’821”U – 105°37’398″ T, tim VBSS KN Pulau Nipah-321 melakukan pemeriksaan kapal. Hasil pemeriksaan awal kapal CS Nusantara Explorer terdapat 45 ABK yang terdiri dari 31 ABK warga negara Indonesia dan 14 ABK warga negara asing.

Selanjutnya, kapal CS Nusantara Explorer langsung dikawal menuju pelabuhan Batu Ampar. Dan demi keamanan, dokumen kapal CS Nusantara Explorer serta 2 ABK diamankan di KN Pulau Nipah-321.

Setelah dilakukan proses pemeriksaan lanjutan, Sabtu (11/12) kapal CS Nusantara Explorer diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan I. Hasil pengamanan kapal sitaan ini, Bakamla RI berhasil menyelamatkan uang negara sebanyak puluhan milyar rupiah. (Humas Bakamla RI) (Red)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polhukam

Kasau Hadiri Manuver Lapangan Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa di AWR Lanud BNY Lampung.

Published

on

Tulang Bawang, Hariansentana.com
Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. hadiri Manuver Lapangan Latihan Jalak Sakti Koopsud I dan Trisula Perkasa Kopasgat Tahun 2024 untuk menyaksikan secara langsung babakan latihan dalam gelaran operasi udara gabungan khas TNI Angkatan Udara di Air Weapon Range (AWR) Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. (Selasa, 11-6-2024).

Turut serta dalam menyaksikan Latihan tersebut, Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. Arief Mustofa, M.M., Kaskoopsudnas Marsda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., Pangkoopsud I Marsda TNI Mohammad Nurdin, Dankopasgat Marsda TNI Yudi Bustami, S.Sos., Para Pejabat Utama Mabesau, Pejabat Utama Koopsud I, Pejabat Utama Kopasgat, para Komandan Satuan Jajaran Koopsud I dan Kopasgat beserta unsur Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Tulang Bawang.

Latihan Operasi Militer Perang (OMP) dalam bentuk Operasi Udara Gabungan dengan sandi Jalak Sakti dan Trisula Perkasa ini menjadi tolok ukur sejauh mana tingkat kesiapan dan profesionalisme seluruh satuan untuk menguji kesiapan dan interoperabilitas konsep operasi udara gabungan dalam OMP dan implementasi Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) di satuan jajaran Koopsud I dan Kopasgat.

Latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan satuan jajaran Koopsud I dan Kopasgat, dalam merencanakan dan melaksanakan strategi operasi udara untuk menghadapi kemungkinan kontijensi yang mungkin terjadi di wilayah tugasnya sebagai perisai NKRI wilayah barat.

Unsur-unsur yang terlibat dalam Latihan ini yaitu Satuan Pesawat Tempur (F16 dan Hawk 100/200), Angkut (C130 Hercules dan CN295), Intai (B737), Helikopter (Super Puma, Caracal dan Colibri) dan Satuan Tempur Darat (Satbravo – Kopasgat), dengan dukungan delapan satgas yaitu Satgas Hanud, Satgas Dukungan Operasi, Satgas Intelijen, Satgas Komlek, Satgas Info, Satgas Khusus, Satgas Kesehatan dan Satgas Teritorial yang melibatkan 750 personel gabungan dari Koopsud I dan Kopasgat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. menjelaskan kepada awak media yang hadir bahwa latihan ini menggambarkan kekuatan dari Koopsud I dan Kopasgat serta bentuk pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat. “Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa tahun ini saya nilai berhasil, sasaran hancur semua, dan yang penting terwujud safety dengan tercapainya zero accident”, ujar Kasau seraya menyampaikan rasa bangga kepada semua yang terlibat dalam latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa ini.

Sesuai dengan slogan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis) dimana salah satunya adalah Humanis, dalam skenario latihan ini dilaksanakan pula operasi teritorial dimana salah satunya adalah pemberian bantuan sosial kepada warga sekitar Lanud dalam bentuk pembagian sembako. “Kita harus selalu dekat dengan rakyat, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat khususnya warga sekitar Lanud Bun Yamin”, jelas Kasau.

Kegiatan Latihan Operasi Udara Gabungan ini begitu menyedot animo masyarakat. Hujan yang sempat turun di awal pagi tidak menyurutkan semangat ratusan warga dari berbagai usia yang tumpah ruah ingin melihat lebih dekat jalannya latihan operasi udara gabungan khas TNI Angkatan Udara yang menggabungkan unsur tempur udara dan unsur tempur darat dari pasukan elit TNI AU Satbravo Kopasgat.

Diantaranya Muhammad Natsir salah satu warga di sekitar AWR yang ikut menonton latihan ini. “Kami sangat senang melihat kegiatan ini, bisa lebih tahu kehebatan Angkatan Udara, bangga bisa melihat TNI-AU dari dekat, latihan perang udara yang sangat keren, kami dan rekan-rekan sangat antusias dan bersemangat datang kesini, semoga TNI AU tetap jaya dalam menjaga NKRI”, tegasnya.

Kegiatan manuver lapangan ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan sembako oleh Kasau kepada perwakilan masyarakat, diikuti oleh para pejabat utama.

Continue Reading

Polhukam

OLIGARI Bertentangan dengan Cita-cita Bung Karno

Published

on

YOGYAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Bertempat di Limasan Kopi_1733 Patangpuluhan, Yogyakarta digelar Peringatan 123 Tahun Bung Karno, kemarin.

Acara dihadiri perwakilan alumni GSNI, Eksponen GPM 78, KBM (Keluarga Besar Marhaenis), GMNI, GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis) CLS, Relawan Garda Merah Putih For Ganjar, Koncone Ganjar, ARJB dan lainnya.

Melalui keterangannya, Senin (10/6), selaku narasumber, Prof Tadjoedin Noer Effendi mengungkapkan kesedihannya dengan kondisi Indonesia yang saat ini mengarah ke oligarki politik, diarahkan untuk kembali ke semangat Marhaenisme yang diusung dari faunding fathers bangsa Indonesia Soekarno (Bung Karno).

Marhaenisme adalah bentuk nasionalisme yang berfokus pada pembelaan hak-hak dan kepentingan rakyat kecil (kaum marhaen), agar merdeka dan bebas dari sistem yang menindas.

“Dalam sistem pemerintahan Indonesia saat ini berjalan pemerintahan bersifat oligarki, di mana kekuasaan terpusat pada sekelompok kecil individu atau keluarga yang kaya sistem pemerintahan. Oligarki menimbulkan kerugian bagi rakyat,” tegas Prof Tadjoedin Noer Effendi.

Oigarki lanjutnya, membawa beberapa implikasi dalam kehidupan bernegara yaitu kekuasaan terpusat: kekuasaan, kontrol ekonomi berada di tangan segelintir orang atau keluarga.

“Kebijakan sering dibuat untuk kepentingan kelompok penguasa dengan keterbatasan partisipasi politik,” jelasnya.

Tampil juga dosen muda Diasma Swandaru dengan moderator Pedro Indarto, pembacaan puisi yang mengkritik kondisi bernegara saat ini.

Selanjutnya, Ketua Panitia yang juga perwakilan alumni GMNI, Bambang Praswanto, perwakilan alumni GSNI Ariadjie Sanjoto, perwakilan GPM eksponen 82 Heryos Soekamto/Budi, perwakilan Keluarga Besar Marhaenis Yogyakarta Sulistyo mengeluarkan pernyataan sikap meleburkan diri dalam setiap pergerakan yang memperjuangkan tegak berdirinya nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan di Indonesia.

“Mendorong dan terlibat secara aktif, tumbuh dan kuatnya gerakan perlawanan terhadap aksi pembodohan dan pemiskinan, baik itu yang dilakukan secara individu, kelompok, maupun yang bersifat sistemik. Menentang dan melakukan perlawanan aktif pada praktik kekuasaan yang hanya diperuntukkan kepada kepentingan kelompok/golongan (Oligarki),” tandasnya. (Red).

Continue Reading

Polhukam

Pangkoopsud I Tinjau Kesiapan Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa di Lanud Pangeran M. Bun Yamin

Published

on

LAMPUNG, HARIANSENTANA.COM –– Panglima Koops Udara I, Marsda TNI Mohammad Nurdin melihat kesiapan Lanud Pangeran M. Bun Yamin (BNY) dan AWR Lanud Pangeran M. Bun Yamin jelang dilaksanakannya Manlap Latihan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa TA 2024, di Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Lampung, Minggu (9/6/2024).

Pangkoops Udara I didampingi Ir Koopsud I, Komandan Kosek I, para pejabat utama Koopsud I serta Komandan Lanud BNY melihat jalannya gladi latihan Manlap Jalak Sakti dan Trisula Perkasa di AWR Lanud Pangeran M. Bun Yamin, dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi peresmian Monumen Pesawat A4 Skyhawk di Pos Depan Lanud Pangeran M. Bun Yamin.

Jalak Sakti merupakan Latihan antar satuan Matra Udara II TNI AU yang dilaksanakan Koopsud I, dan saat ini persiapan manuver lapangan setelah melalui gladi posko yang diakhiri dengan Tactical Floor Game (TFG) pada hari Kamis lalu.

Latihan yang memasuki fase manuver lapangan yang akan berlangsung di Air Weapon Range (AWR) Lanud Pangeran M. Bun Yamin merupakan indikator utama keberhasilan latihan yang sedang dilaksanakan, di mana pelaksanaannya sesuai skenario yang sudah di susun dalam TGF.

Pada kesempatan tersebut Pangkoopsud I menyampaikan penekanan kepada Kolat dan Pelaku agar dapat menampilkan sesuatu yg akan menjadi sebuah pertunjukan hebat dengan tetap berpegang pada doktrin yang ada.

“Sinkronisasikan seluruh tahapan manuver lapangan, supaya seluruh hadirin dan tamu undangan mengerti dan memahami skenario latihan sehingga seluruh manuver terangkai menjadi sebuah cerita yang menarik,” tambah Panglima.

Dalam gladi ini dilaksanakan uji coba tiap unsur yang terlibat dalam pelaksanaan latihan antara lain Unsur Tempur melaksanakan manuver dog fight, bombing, air cover, sedang Unsur Angkut melatihkan manuver penerjunan helybox dan CDS. Sementara itu Unsur Heli berkolaborasi dengan Unsur Pasukan menggladikan manuver fast rope, hoisting dan air landed.

Continue Reading
Advertisement

Trending