Connect with us

Pendidikan

Anak PAUD Sungai Bambu Wisata Literasi di POCADI Jakut

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com – Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Utara, Yenny Nursanti istri Walikota jakarta utara menyambut kedatangan belasan anak-anak PAUD Cahaya 05 Sungai Bambu di Pojok Baca Digital (POCADI) yang berada di Lobby Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (18/11).

Belasan anak-anak PAUD yang merupakan peserta kegiatan Wisata Literasi itu diperkenalkan langsung dengan inovasi baru dari Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yaitu POCADI yang merupakan wujud pelayanan publik bidang perpustakaan.

“Kegiatan Wisata Literasi ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini karena dengan membaca kita bisa melihat cakrawala dunia. Diharapkan, anak-anak PAUD dapat termotivasi untuk gemar membaca,” tutur Yenny Nursanti.

Ditambahkannya, dengan gemar membaca maka dapat menstimulasi perkembangan otak sehingga kedepannya anak-anak ini akan memiliki pengetahuan yang luas dan pengembangan diri dalam hal menulis, berbicara, berinteraksi dengan sesama, kreatif serta unggul dalam akademik maupun non akademik.

Sedangkan rangkaian kegiatan Wisata Literasi bagi anak-anak PAUD secara daring dan luring diantaranya tari-tarian, mendongeng, permainan, dan lainnya. “Guru-guru PAUD boleh datang kesini membawa peserta didiknya untuk belajar sekaligus bermain. Namun, tetap menerapkan prokes Covid-19,” pesannya. (Sutarno).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

Kabadiklat Kemhan Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. Membuka Pelatihan PKP dan Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Perubahan Gelombang IV dan Manajemen Risiko Gelombang II TA. 2024.

Published

on

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Kabadiklat Kemhan), Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Perubahan Gelombang IV dan Manajemen Risiko Gelombang II Tahun Anggaran 2024, di Gedung Pusdiklat Jemenhan Pondok Labu Jakarta Selatan Senin (10/6/2024).

Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Perubahan Gelombang IV dan Manajemen Risiko Gelombang II Tahun Anggaran 2024, dihadiri oleh Kapusdiklat Jemen Han Badiklat Kemhan Brigjen TNI Wasono, S.Sos., M.Hum., Kapusdiklat Tekfunghan Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. Kapus Bangkom Pimnas dan Manajerial ASN LAN RI Dr. Giri Saptoaji, S.S., M.A., Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Brigjen TNI Irfan Siddig., Kapusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan Brigjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, S.E., Kabid Opsdiklat Jemenhan Kolonel Kal Tjandra Ariwobowo., Karopeg Setjen Kemhan., dan Para Peserta Pelatihan.

Dalam sambutannya Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Kabadiklat Kemhan), Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. mengatakan, Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) bertujuan untuk mengembangkan kompetensi manajerial pada jabatan pengawas,” ujarnya.

Pada setiap instansi pemerintah lanjutnya diperlukan sosok pejabat pengawas yang memainkan peran awal bagi keberlangsungan unit organisasi, yaitu dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana dalam memberikan pelayanan publik. Pelayanan publik yang dikelola dan dikendalikan dengan baik, merupakan bagian integral dari peningkatan kualitas kinerja pelayanan,” tambahnya.

Menurutnya, Jabatan pengawas merupakan jabatan yang strategis karena berada di lini terdepan atau berada di ujung tombak yang berhadapan langsung dengan pelayanan dalam  melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing. Oleh  karena  itu,   peningkatan kapasitas dan kompetensi menjadi sangat penting,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, melalui pelatihan ini ada beberapa materi yang disusun dalam diantaranya, Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara. Kepemimpinan Pelayanan. Pengendalian Pekerjaan, dan Aktualisasi Kepemimpinan Pelayanan. peserta diharapkan mampu mengelola diri sendiri, mengelola orang lain, dan mengelola pekerjaan dengan baik agar mampu menjalankan tugas dan fungsinya lebih efektif dan efisien.
 
Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) ini diikuti oleh 40 personel dilingkungan Kemhan yang telah lulus seleksi, dengan menggunakan metode blended learning, dimana peserta akan melewati 6 (enam) tahapan pembelajaran yaitu pembelajaran mandiri, e-learning, pembangunan komitmen bersama, pembelajaran klasikal tahap pertama, aktualisasi kepemimpinan pelayanan, dan pembelajaran klasikal tahap kedua, dengan  jumlah Jam Pembelajaran (JP)  sebanyak  905 JP atau 104 hari,” jelasnya.

Dengan pelatihan ini diharapkan agar peserta mampu menjadi pemimpin  yang  memiliki  level kompetensi kepemimpinan sesuai standar jabatan, dalam upaya menjamin terlaksananya akuntabilitas jabatan pengawas dan memiliki kemampuan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan, memberikan pelayanan publik sesuai standar operasional prosedur pelayanan organisasi secara berkesinambungan.

Selain itu, pelatihan ini juga dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi dalam meraih prestasi, baik dari sikap maupun perilaku, meliputi moral, dedikasi dan loyalitas dalam tugas organisasi, kemampuan menjaga reputasi diri dan instansinya, jasmani dan rohani yang sehat, berkomitmen  serta berbudaya kerja yang tinggi sebagai upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa dalam mendukung terwujudnya good governance.

“Saya berharap para peserta dapat mengikuti pembelajaran ini dengan baik walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring. Bagi peserta Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Perubahan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen perubahan, mengembangkan keterampilan dalam mengelola perubahan dan menjadi agen perubahan di instansinya masing-masing. Sedangkan untuk peserta Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Risiko, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai identifikasi, analisis, evaluasi, pengendalian, dan pemantauan risiko, sehingga peserta nantinya mampu mengembangkan strategi yang efektif dalam mengelola berbagai risiko yang mungkin timbul dalam operasional organisasi.
 
Dengan bekal pembelajaran – pembelajaran yang diikuti selama pelatihan ini, semoga saudara akan menjadi pemimpin yang lebih berkualitas, pengelola risiko yang handal, dan agen perubahan yang sukses sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja instansi,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya,
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Kabadiklat Kemhan), Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. menyampaikan beberapa pesan kepada para peserta pelatihan, pertama, jadilah peserta yang aktif dan proaktif dalam mengikuti pelatihan ini; kedua, ikuti seluruh materi pelatihan dengan penuh perhatian dan kesungguhan; ketiga, jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan para narasumber dan sesama peserta; keempat, implementasikan ilmu yang diperoleh di satuan kerjanya masing-masing,” pesannya.

“Dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim, Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Pelatihan Jarak Jauh Manajemen Perubahan  Gel. IV dan Manajemen Risiko Gel. II  pada hari ini,  saya nyatakan “dibuka.” Pungkasnya.(Red)

Continue Reading

Pendidikan

Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Gelar Pelatihan Manajemen ASN & SI-ASN serta Pelatihan Cyber Security Awarenes TA. 2024 Secara Daring

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Badiklat Kemhan melalui Pusdiklat Tekfunghan terus berkomitmen untuk menyediakan pelayanan pendidikan dan pelatihan yang berbasis teknologi secara kredibel dan professional.

Komitmen ini selain untuk meningkatkan kompetensi ASN Kemhan yang bertugas di seluruh Indonesia, juga ditunjukkan dalam rangka upaya untuk meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP-ASN), dengan terus menggalakan Program Pengembangan Kompetensi ASN Kemhan dan TNI melalui metode Daring/Pelatihan Jarak Jauh.

Salah satu pelatihan strategis yang di selenggarakan saat ini yaitu, Pelatihan Jarak Jauh Manajemen ASN & Sistem Informasi ASN serta Pelatihan Kesadaran Keamanan Siber (Cyber Security Awarenes) TA. 2024.

Dua pelatihan jarak jauh ini mendapat daya tarik dari ASN dilingkungan Kemhan dan TNI dengan mendapat respon lebih dari 950 peserta dari Satuan Kerja di lingkungan Kemhan dan TNI yang bertugas di seluruh Indonesia.

Pada pelatihan ini Pusdiklat Tekfunghan tidak hanya berkolaborasi dengan Satker-satker di Kemhan, tetapi juga dengan instansi lain. Untiuk pelatihan Manajemen ASN dan Sistem Informasi ASN, Pusdiklat Tekfunghan bekolaborasi dengan Ropeg Setjen Kemhan, sedangkan untuk Pelatihan Cyber Security Awareness Pusdiklat Tekfunghan berkolaborasi dengan Pusat Pertahanan Siber Bainstrahan Kemhan dan Pusbang SDM Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dua pelatihan Jarak Jauh ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc, yang dalam hal ini diwakili Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan, Pembina Utama Muda IV/c Dr. Endang Purwaningsih, M.Si, pada hari Selasa (4/06) dan ditutup secara resmi Jumat, (07/06).

Selama empat hari para peserta mengikuti pelatihan dengan antusiasme yang tinggi dan berpartisipasi secara aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Hal ini juga menunjukkan para peserta memiliki komitmen dan keinginan kuat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guna peningkatan kompetensi diri yang berguna bagi organisasi.

Kabadiklat Kemhan dalam amanatnya mengatakan, bahwa pelatihan jarak jauh ini bukan hanya sekedar untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk mempersiapkan menghadapi era digital yang semakin kompleks dan dinamis.

Manajemen ASN dan SI-ASN adalah pondasi penting dalam mengelola sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Sementara itu, kesadaran akan keamanan siber (cyber security awareness) menjadi semakin krusial di tengah ancaman siber yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, materi yang telah dipelajari harus dapat diterapkan dalam tugas dan tanggung jawab kita sehari-hari.

Lebih lanjut Kabadiklat mengemukakan, penyelenggaraan metode pelatihan jarak jauh di pandang cukup efektif dan efisien dihadapkan pada keterbatasan anggaran negara dan tuntutan pemanfaatan teknologi informasi saat ini.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi, dapat memberikan lebih banyak akses kepada para ASN Kemhan dan TNI untuk mengikuti pelatihan dari tempat tugas masing-masing, dengan tidak harus meninggalkan tugas untuk datang ke Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Jakarta.

Selain itu wadah pelatihan jarak jauh juga dinilai efektif untuk bertemunya para ASN Kemhan yang bertugas di UO Kemhan dan UO TNI di seluruh Indonesia secara daring serta juga dapat menjadi wahana strategis untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi antar sesama PNS Kemhan dari seluruh Indonesia.

Continue Reading

Pendidikan

Pentingnya Kesamaptaan Jasmani Yang Prima Bagi Bintara dan Tamtama Prajurit Militer Koopsud I

Published

on

JAKARTA, HARIANSENTANA.COM — Kondisi kesamaptaan jasmani yang prima sangat dibutuhkan bagi semua personel militer Koopsud I, karenanya Binjas Denma Koopsud I menggelar tes kesamaptaan jasmani bagi seluruh personel militer dan Pegawai Negeri Sipil Koopsud I bertempat di Lapangan Galaxy Makoopsud I, Jakarta, Kamis (30-5-2024).

Pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani bagi personel militer Koopsud I yang dilaksanakan selama empat hari dimulai hari Selasa lalu, kali ini dilaksanakan tes bagi kelompok Bintara dan Tamtama.

Bukan tanpa alasan bila kondisi prima sangat dibutuhkan bagi personel militer, karena dalam kondisi yang baik dapat membantu personel militer untuk menjalankan tugas dengan efektif dan efesien, dalam situasi-situasi yang menuntut ketahanan fisik seperti dalam medan pertempuran, misi kemanusiaan, juga situasi lainnya yang membutuhkan ketangkasan.

Tak hanya mendukung ketahanan fisik, kesamaptaan jasmani yang prima juga mendukung kesehatan mental dengan meningkatnya kepercayaan diri, memperkuat ketahanan mental serta mengurangi tingkat stress.

Pada tes kesamaptaan jasmani, setiap personel militer Bintara dan Tamtama melaksanakan tes samapta “A” dan “B”. Samapta “A” meliputi lari dengan waktu 12 menit, sedangkan samapta “B” meliputi gerakan pull up, push up dan sit up yang setiap gerakannya diberi waktu selama satu menit serta shuttle run yaitu lari yang membentuk lintasan angka 8 sebanyak tiga kali putaran.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menjaga keselamatan peserta tes, setiap personel yang akan melaksanakan tes kesemaptaan jasmani melakukan pemeriksaan tekanan darah.

“Check tekanan darah sebelum pelaksanaan tes itu penting”, jelas Letkol Kes Petrus S., S.Pd., selaku koordinator pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani.

Lebih lanjut dikatakan, setelah di-check, akan diketahui seseorang diperbolehkan atau tidak diperbolehkannya untuk melaksanakan tes. “Tekanan darah yang normal sebelum berolahraga berada pada kisaran 110/70 hingga 120/80,” tambahnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending