Ibukota

Air PAM Kotor, Warga Jakarta Beli Dari Gerobak

Published

on

Jakarta, Sentana – Untuk mencegah terjangkit berbagai penyakit, warga Jakarta terpaksa berhenti menggunakan air PAM dan mereka harus rela membeli dari pedagang air gerobak.

“Dari pada kena penyakit  untuk kebutuhan sehari hari terpaksa kita beli dari tukang gerobak air ,meski harganya mahal,” ucap Romlih warga Jl. Kumbang, Kel. Pegadungan Jakarta Barat, Jum’at (8/11).

Yusnia yang juga warga setempat mengungkapkan, pasokan air yang bau dan kotor ini terjadi sudah hampir dua bulan terakhir, yang diperparah datangnya musim kemarau panjang.

“Sudah hampir dua bulan ini air kotor, tidak bening, berbusa dan bau tidak enak seperti air comberan,” ungkapnya.

Yusnia menjelaskan, warga sudah melaporkan persoalan itu kepada pihak Kelurahan Pegadungan dan sempat dipertemukan oleh pihak PT Palyja.

Alasan pihak PAM Palyja, kata Yusnia, persoalan untuk perbaikan PT Palyja masih mendapatkan kendala dikarenakan adanya pengerjaan saluran air dan gorong gorong.

“Ya kita berharap persoalan ini lekas ditanggapi oleh pihak yang terkait , masalahnya air bersih ini sangat dibutuhkan warga.” Jelasnya pada wartawan.

Menanggapi masalah ini, Sekertaris Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres, Fatihin mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi ke pihak terkait yaitu, koordinasi dan komunikasi dengan pihak Palyja.

Fatihin menjelaskan, yang menjadi keluhan warganya yaitu volume air banyak tapi sangat bau, tidak layak untuk konsumsi.

Menurut warga, kata Sekkel, atas hal tersebut diatas merupakan dampak dari pengerjaan saluran.

“Sesuai dari hal tersebut, jawaban dari PAM sudah TL bye phone,” pungkasnya.(JH)

 

Click to comment

Trending

Exit mobile version